Peneliti di AS Ciptakan Model Matematika untuk Memasak Steak dengan Sempurna

Memasak steak dengan tekstur yang sempurna bisa dibilang susah-susah gampang. Banyak faktor yang mempengaruhi, mulai dari temperatur saat memanggang, permukaan panggangan, sampai berapa lama waktu untuk mendiamkannya.
Menariknya, untuk menemukan metode yang paling pas untuk memasak steak yang sempurna, beberapa peneliti membuat model matematika untuk memasak. Sekelompok peneliti dari Amerika Serikat ini merumuskan cara memasak steak di dapur sebagai serangkaian persamaan rumit.
Sebelumnya, memang sudah ada perancangan model matematika untuk memasak steak yang telah dilakukan.
Namun, Hala Nelson, associate professor jurusan matematika terapan di James Madison University sekaligus pemimpin penelitian menjelaskan, studi sebelumnya gagal menciptakan sesuatu di luar model satu dimensi.
"Model matematika untuk memasak steak cukup kompleks, karena sifat alami dari jaringan otot daging dan perubahan yang muncul pada steak, serta matriks proteinnya ketika dimasak," terangnya seperti dikutip dari Food and Wine.
Tim mereka pun berhasil mengkreasikan ulang steak dalam bentuk dua dimensi. Dengan cara ini, komputer bisa menentukan berapa banyak potongan pada steak yang menyusut saat dimasak.
Dalam studi tersebut dijelaskan, ketika suhu meningkat selama proses memasak, tekanan akan terbentuk dan menginduksi gerakan cairan serta pembentukan kembali matriks padatan.
Model matematika ini memperhitungkan penyebaran suhu, kecepatan cairan, kadar air, penguapan permukaan, serta penyusutan yang terjadi selama proses memasak.
Hasil dari penelitian ini bisa diterapkan untuk menentukan proses memasak steak yang paling pas. Menurut Nelson, melacak suhu daging serta kadar airnya sangat penting untuk urusan cita rasa dan keamanan makanan.
Temuannya bersama rekan peneliti lain itu telah merangkum seluruh aspek yang ada dalam proses memasak.
"Kalau para chef mencari cara sempurna untuk memasak steaknya, kita bisa menerapkan model matematika tersebut dan membandingkan cara-cara memasak steak yang berbeda; memanggangnya dua sisi, memasaknya di atas pan, menggunakan oven, dan sebagainya," imbuh Nelson.
Para chef bisa menemukan cara terbaik untuk memasak steak, dengan mengoptimalkan kondisi yang menghasilkan tingkat kelembaban dan suhu terbaik.
Nantinya, dengan teknologi dan sumber daya yang cukup, peneliti bisa dengan mudah memperluas model matematika itu dan menghasilkan kreasi steak hasil komputasi dalam model tiga dimensi.
Hmm, ternyata matematika enggak melulu memusingkan kepala, tapi bisa juga memanjakan perut, ya!
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
