Pengalaman Mencoba Resep Klasik Master of Cuisine Jepang di WAKUDA, Singapura

Restoran Jepang baru dengan konsep tradisional-modern, WAKUDA Singapura telah resmi buka sejak 17 April 2022. Terletak di area lobi Marina Bay Sands (MBS) Hotel, tempat makan ini diprakarsai oleh Master of Japan Cuisine, Tetsuya Wakuda, dan John Kunkel, pemilik restoran yang merupakan pemenang penghargaan 50 Eggs Hospitality Group.
WAKUDA merupakan restoran internasional kedua milik chef Tetsuya di Singapura. Sebelumnya, juru masak yang juga menjadi juri dalam ajang Junior MasterChef Australia ini telah memiliki Waku Ghin yang hingga sekarang masih beroperasi, di The Shoppes, MBS.
Namun menjadi pembeda dengan restoran sebelumnya, Tetsuya mengaku ingin membawa suasana kasual ke tempat makan ini. Di mana para pengunjung bisa makan sambil menikmati waktu mereka berbincang, atau sekadar minum hingga menikmati secangkir kopi. Sementara, Waku Ghin memiliki konsep restoran fine-dining.
Untuk pilihan makanan didominasi menu autentik Jepang, akan tetapi disajikan secara modern. Sebagai salah satu ciri khas masakan Tetsuya, yakni dia selalu menggunakan bahan-bahan makanan musiman berkualitas yang berasal tidak hanya dari Jepang, tapi hampir seluruh dunia. Sebut saja, Australia, Selandia Baru, dan Eropa.
Bahan-bahan masakan tersebut termasuk Tokujyo AA uni kualitas tertinggi dari Hokkaido, wagyu A5 dengan marble, yuba artisanal (kulit kembang tahu segar) segar dari Kyoto; serta beragam produk internasional seperti ikan trout laut Tasmania warna-warni, scampi manis, dan salmon ora king dari perairan murni Selandia Baru.
Para tamu juga dapat menikmati rasa yang kuat dan alami dari produk segar asal Okinawa; seperti sodeika (cumi-cumi), umibudo (anggur laut), dan mozuku (rumput laut Okinawa), serta bahan-bahan premium, seperti melon musk dan wasabi segar dari Shizuoka, Kota asal chef Tetsuya Wakuda.
Ada otoro, chutoro, dan aburi autentik Jepang
Beruntungnya, kali ini kumparanFOOD mendapat kesempatan mencoba langsung makanan hasil resep masakan sang Master of Japan Cuisine, Tetsuya Wakuda.
Kami disuguhkan 10 macam makanan lengkap, mulai dari hidangan pembuka hingga penutup. Pengalaman bersantap malam itu (7/6) dimulai dengan menu big eye tuna. Bak canape, roti panggang mungil diberi topping irisan tuna yang sudah dimarinasi butter, serta diapit wasabi dan herring caviar.
Paduan rasa gurih butter, pedas khas wasabi, tuna mentah yang segar, serta caviar gurih langsung berpadu apik dalam satu suapan. Kekayaan cita rasa ini bahkan membuat saya lupa kalau sedang makan ikan mentah. Tidak ada bau amis, apalagi enek.
Kemudian, datanglah yuba. Segelas kulit kembang tahu yang disajikan dengan saus kental manis nan gurih. Menjadi agak mengejutkan, karena ada potongan sea urchin atau bulu babi, yang ternyata teksturnya kenyal tapi lembut. Menyatu dengan kulit kembang tahu sehingga saya pun tak sadar kalau sedang makan bulu babi.
Dalam makanan ini juga dilengkapi mountain caviar atau tonburi. Namun caviar satu ini bukan berasal dari telur ikan, melainkan tanaman. Terdapat pula wasabi yang agak banyak, sehingga sesekali pedasnya menyengat hingga ke hidung.
Tak kalah memanjakan lidah, adalah cold soba. Mi khas Jepang ini menjadi semakin mewah karena diberi topping irisan black truffle. Hmm, aroma truffle yang gurih nan creamy langsung mendominasi di mulut, sampai bikin saya terlena saat menikmatinya.
Selanjutnya, chef Tetsuya juga menyuguhkan three type of sushi. Tiga menu sushi ini merupakan pilihan langsung dari juru masak. Untuk kali ini, ada otoro, chutoro, dan aburi. Otoro merupakan irisan perut tuna dengan marbling tebal. Lalu, chutoro memiliki lemak lebih sedikit, dan ada aburi, irisan salmon yang sudah dipanaskan dengan torch sehingga sedikit terasa smokey.
Masih menggunakan bahan seafood, ada carabineros prawns dan canadian lobster. Kedua sajian ini menggunakan bahan yang tak kalah segar, sehingga tak ada bau amis sama sekali meski dinikmati setengah matang.
Akan tetapi, belum lengkap pengalaman makanan kali ini bila tak mencicipi charcoal grilled kagoshima wagyu with seasonal vegetables. Wagyu Jepang memang tiada duanya. Daging dengan grade A5 ini dipanggang secara medium sehingga mengeluarkan cita rasa gurih alami serta sedikit asin dari taburan garam. Teksturnya pun sangat empuk dan cenderung langsung meleleh di mulut. Nikmat sekali.
Sebagai penutup pengalaman bersantap mewah kali ini, kami juga disajikan tiga dessert. Ada japanese musk melon from Shizuoka, green tea and azuki bean terrine, serta Wakuda's house special soft serve miso ice cream.
Namun dari ketiga menu dessert yang dicoba, kami sepakat bahwa sajian green tea and azuki bean terrine menjadi juaranya. Ini karena, adanya cita rasa green tea yang tebal namun tidak pahit dengan tekstur lembut bak mousse. Terdapat pula isian kacang merah manis, serta topping ice cream creamy yang membuat dessert ini terasa semakin nagih.
Meski setiap makanannya disajikan dengan porsi kecil, namun pengalaman makan malam ini tetap terasa mengenyangkan dan begitu berkesan. Paduan bahan segar memang tak membohongi kualitas cita rasa dalam sebuah masakan.
Sambil menikmati tiap tahapan makan, saya juga mencoba cocktail lady from Shizuoka; yang merupakan salah satu minuman jagoan chef Tetsuya Wakuda. Cita rasa strawberry sake berpadu dengan ROKU Gin dan minuman beralkohol sakura, dilengkapi dengan lolipop stroberi beku di atasnya. Membawa rasa segar di mulut, menemani bersantap hingga akhir.
Kalau sewaktu-waktu kamu ada kesempatan untuk ke Singapura, pastikan untuk tak melewati pengalaman makan di WAKUDA. Kamu pun bisa sekadar menikmati aneka minuman segar sambil berbincang dengan santai.
Selamat mencoba!
WAKUDA Singapura
Alamat: Marina Bay Sand's Lobby, Hotel, Bayfront Ave, Tower 2, Singapura 018972.
Jam buka: 17.00-23.00 (waktu Singapura).
