Kumparan Logo

Perbedaan Daun Kelor dan Katuk, Dua Sayuran Hijau yang Kaya Manfaat

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Daun katuk bisa membuat ASI melimpah Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Daun katuk bisa membuat ASI melimpah Foto: Shutterstock

Daun kelor dan daun katuk merupakan dua tanaman kesehatan yang kerap dijadikan masakan sayuran. Bukan hanya karena rasanya yang nikmat, tapi kedua daun yang punya tampilan mirip ini menawarkan banyak manfaat kesehatan.

Sudah sejak lama, kedua tanaman ini dikenal sebagai tanaman obat. Soal cita rasa, kedua sayuran ini sebenarnya memiliki rasa yang netral, sehingga nikmat dimasak dengan berbagai cara. Masyarakat Indonesia sendiri biasanya menyajikan kedua daun ini sebagai hidangan sayur bening, tumisan, maupun urap.

Lalu, bagaimana cara membedakan daun kelor dan daun katuk?

Melihat pengolahan daun kelor di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Jika dilihat lebih teliti, maka keduanya memang memiliki perbedaan. Daun kelor memiliki nama ilmiah Moringa oleifera, sedangkan daun katuk bernama Sauropus androgynus.

Tanaman daun kelor memiliki daun lebih kecil-kecil dan berwarna cerah. Pohonnya sendiri tumbuh tinggi 10-12 meter sehingga cukup besar.

Berbeda dengan daun kalor, daun katuk justru memiliki pohon yang tingginya hanya sekitar 2-3 meter saja. Untuk daunnya lebih lebar dan berwarna hijau gelap.

Apa saja manfaat daun kelor dan daun katuk?

Ilustrasi teh daun kelor. Foto: Shutter Stock

Selanjutnya, soal manfaat mengonsumsi daun kelor dan daun katuk, sama-sama baik untuk kesehatan kita. Mengutip Medical News Today, daun kelor kaya akan antioksidan serta memiliki sifat antijamur, antivirus, antidepresan, hingga anti-inflamasi.

Mengonsumsi daun kelor bisa membantu dalam mengatasi penyakit berbahaya semacam kardiovaskular, diabetes, maupun saluran pernapasan; seperti asma. Menurut studi Hypertension Research, antioksidan dalam daun kelor mampu melawan seluruh radikal bebas pada tubuh.

Tak kalah kaya manfaat, daun katuk sudah sejak lama dikenal sebagai ASI booster. Hal ini juga disertai penelitian dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo (2019), yang membuktikan makan daun katuk bisa meningkatkan kuantitas ASI sampai 50,7 persen.

Selain itu, daun katuk juga kaya akan serat yang bisa melancarkan kinerja pencernaan. Sayuran ini juga diperkaya vitamin dan mineral; seperti vitamin A, C, kalsium, dan sedikit protein. Bahkan, kalsium pada daun katuk ditemukan lebih banyak daripada daun kelor.