Perusahaan Oli di Prancis Gunakan Limbah Wine untuk Bahan Bakar Mobil Balap

5 September 2021 15:44
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pembuatan wine. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembuatan wine. Foto: Getty Images
ADVERTISEMENT
Mungkin sebagian dari kita pernah melihat limbah wine atau anggur yang didiamkan begitu saja. Biasanya, ini terjadi saat selebrasi atau perayaan yang diadakan saat perlombaan motor dan mobil balap profesional.
ADVERTISEMENT
Namun, sekarang tampaknya sebotol minuman alkohol itu tak lagi hanya menjadi simbol selebrasi saja. Masih sedikit orang yang tahu kalau rupanya limbah bekas produksi wine dapat diolah menjadi bahan bakar mobil balap tersebut, lho.
Sekilas memang terkesan mustahil, tapi nyatanya inilah yang dilakukan oleh Total Energies, merek oli terkenal asal Prancis. Baru saja mereka meluncurkan pengumuman produk bahan bakar terbarukan 100 persen; dinamakan Excellium Racing 100.
Disebut bahan bakar satu ini mampu mengurangi emisi karbon dioksida hingga 65 persen lebih. Bahan utamanya diambil dari residu industri anggur; seperti ampas atau yang disebut pomace anggur. Kandungan yang disebut juga dengan bioetanol itu kemudian dicampur elemen lain, salah satunya ethyl tertio butyl ether; guna menciptakan bahan bakar berkualitas tinggi.
Ilustrasi mobil balap.  Foto: dok. Formula 1
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mobil balap. Foto: dok. Formula 1
“Ambisi kami adalah menjadi penggerak utama dalam transisi energi dan mencapai emisi nol karbon bersih pada tahun 2050 mendatang,” jelas Patrick Pouyanne, CEO Total Energies, dikutip dari Food and Wine.
ADVERTISEMENT
Bukan hanya untuk mobil balap saja, melainkan bahan bakar ini pun rencananya bisa digunakan pula buat motor balap. “Bahan bakar hayati tingkat lanjut berperan membantu sektor transportasi kurangi emisi CO2. Tahun 2022 mendatang bahan bakar satu ini juga bisa digunakan untuk motor, ini menjadi rencana yang sempurna sebab kita memperoleh lebih luas lagi laboratorium eksperimen,” lanjut Pouyanne.
Walaupun saat ini mereka sudah mengumumkan tengah memakai bahan yang lebih ramah lingkungan; tetapi di tahun depan, inovasi bensin terbaru mereka akan resmi dikenalkan ke publik melalui acara FIA World Endurance Championship (WEC).
Ilustrasi menuang wine. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menuang wine. Foto: Shutter Stock
Tentunya, pihak FIA menyambut baik penggunaan bensin terobosan Total Energies itu. Menurut Jean Todt, presiden FIA salah satu tujuan di kompetisi ini pun guna mendukung dan menerapkan penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
“Tempat balapan merupakan tempat penelitian dan pengembangan yang baik bagi bahan bakar berkelanjutan ini. FIA juga menargetkan pemakaian sumber energi berkelanjutan, sehingga membuka jalan dalam mengurangi emisi CO2 secara sempurna,” tutur Todt.
Selain itu, Pierre Fillon presiden automobile Club de l’Ouest, berpendapat kalau penggunaan bahan baku limbah anggur cukup aman dalam pembuatan bensin berkelanjutan tersebut. Dia menambahkan, beberapa tahun ke belakang, dunia balap sudah lebih berkembang bahkan memfokuskan dalam menciptakan suasana balap yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya dengan penggunaan bahan bakar yang minim karbon dioksida.
“Peningkatan kesadaran sosial akan masalah lingkungan, ikut membawa dunia balap memperdalam dan fokus akan meminimalisasi masalah ini,” tutup Fillon.
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020