Kumparan Logo

Pola Makan yang Salah Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental? Begini Kata Ahli

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Makan banyak karena emotional eating Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Makan banyak karena emotional eating Foto: Shutter Stock

Jika bicara tentang pola makan, maka rasanya cenderung memiliki keterkaitan dengan upaya penurunan berat badan hingga cara terbaik agar tubuh jauh lebih sehat. Tetapi pernah kamu berpikir bahwa ternyata pola makan dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang?

Banyak aspek gaya hidup yang dapat menunjang kesehatan fisik dan mental, seperti tidak merokok hingga rajin olahraga. Kini menjaga pola makan seimbang juga dikaitkan dengan kesehatan mental seseorang. Hal itu pun telah dibuktikan melalui percobaan The SMILES (Supporting the Modification of lifestyle in Lowered Emotional States).

Mengutip BBC, dalam uji coba SMILES, para peneliti mengontrol acak dari perbaikan pola makan untuk orang dengan depresi klinis tingkat sedang hingga berat.

Peneliti pun meminta sejumlah orang tersebut untuk melakukan diet gaya Mediterania selama tiga bulan, dan ternyata mereka melihat manfaat yang sangat besar untuk penyakit depresi. Para peneliti mengatakan bahwa semakin banyak orang yang memperbaiki pola makan mereka, maka semakin baik pula kesehatan mentalnya.

Lantas, pola makan yang seperti apa yang baik untuk menjaga kesehatan mental?

Makan secara teratur

Ilustrasi waktu makan yang teratur. Foto: Dimas Prahara/kumparan

Dengan makan secara teratur, maka kamu akan menjaga kadar gula darah tetap konsisten. Ketika gula darah turun, itu dapat menyebabkan kelelahan dan mudah marah. Selain itu, kadar gula darah yang tidak konsisten juga telah dikaitkan dengan gangguan mood, termasuk depresi dan kecemasan.

“Jika kamu sering merasa lapar di siang hari dan ini akan memengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan tingkat energi kamu, maka makan secara teratur adalah penting. Makan setiap tiga sampai empat jam baik untuk mencegah tingkat energi seseorang turun sebagai akibat dari penurunan kadar gula darah,” ujar Ahli gizi Sonal Shah.

Minum banyak cairan

air putih Foto: shutterstock

Menurut European Journal of Clinical Nutrition, dehidrasi dapat memengaruhi kesehatan mental kamu dengan membuat otak sulit untuk berpikir jernih dan fokus.

“Dehidrasi dilihat oleh tubuh sebagai pemicu stres, yang menyebabkan gejala energi rendah, fokus yang buruk, kebingungan, dan iritasi. Sel-sel otak membutuhkan air seperti halnya tubuh, dan ini menjelaskan mengapa individu yang mengalami dehidrasi lebih rentan terhadap tekanan mental. Air membantu aliran darah, jadi jika tidak ada cukup air untuk membantu membersihkan racun dari tubuh, ini membuat seseorang merasa lemah,” ujar Shah.

Shah juga menambahkan bahwa dehidrasi dapat mengakibatkan seseorang cenderung makan makanan yang tidak sehat seperti keripik (karbohidrat olahan), serta minuman yang mengandung alkohol dan kafein; yang memiliki efek diuretik pada tubuh.

Makan makanan yang seimbang

com-Ilustrasi gizi lengkap dan seimbang. Foto: Shutterstock

Felice Jacka, Professor of Nutritional Psychiatry and Director of the Food & Mood Centre at Deakin University mengatakan bahwa menjaga pola makan yang seimbang memiliki keterkaitan antara kesehatan usus hingga mental dan otak.

“Baru-baru ini, bukti dari uji coba terkontrol secara acak memberi tahu bahwa meningkatkan kualitas diet dapat memiliki manfaat besar bagi kesehatan dan fungsi mental. Dalam uji coba ini, diet yang memiliki manfaat utama adalah diet yang dirancang untuk meniru diet tradisional Mediterania, yang kaya akan biji-bijian, sayuran, buah-buahan, ikan, dan minyak zaitun,” ujarnya.

Cobalah untuk menghindari junk food

Ilustrasi junk food Foto: dok.Shutterstock

Mengonsumsi makanan olahan yang mengandung gula, lemak, dan karbohidrat yang tinggi memanglah enak, terlebih saat badan terasa lelah. Tetapi, ketika mengonsumsi secara berlebihan tentu bisa menimbulkan masalah yang buruk untuk kesehatan dalam jangka panjang.

Makanan tertentu dapat memengaruhi pencernaan dan membuat kamu merasa tidak sehat, dan ini sangat terkait dengan suasana hati, contohnya adalah perasaan kembung yang tidak nyaman menyebabkan perasaan lesu disertai kabut otak, dan ini kemudian merusak kejernihan mental,” ujar Shah.

Reporter: Destihara Suci Milenia