Rendah Kalori, 7 Manfaat Labu Siam untuk Kesehatan

Labu siam atau labu siem merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang sedikit manis membuat sayuran berwarna hijau ini kerap diolah menjadi hidangan yang lezat.
Umumnya, labu siam akan dinikmati sebagai lalapan, pelengkap sambal pada menu masakan Sunda. Namun, tak sedikit juga yang mengolahnya menjadi sayur lodeh, lontong sayur, atau pun tumis labu siam.
Memiliki kandungan air yang banyak, rupanya labu siam menyimpan sejumlah manfaat kesehatan. Lantas, manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari labu siam? Berikut ulasannya seperti dilansir dr Health Benefits:
1. Menurunkan berat badan

Seperti beberapa jenis labu lainnya, labu siam memiliki jumlah kalori yang rendah, yakni hanya sekitar 16 kalori per 100 gram. Selain itu, labu siam juga tidak mengandung lemak jenuh dan tinggi akan serat, sehingga sangat baik dikonsumsi untuk proses penurunan berat badan.
2. Mencegah cacat pada bayi

Labu siam juga tinggi akan vitamin B kompleks dan asam folat. Mengkonsumsi 100 gram labu siam dapat memenuhi sekitar 23 persen asam folat yang dibutuhkan tubuh. Asam folat sendiri merupakan salah satu zat yang sangat penting untuk melancarkan proses pembelahan sel, membantu pertumbuhan janin, dan mencegah bayi dari cacat neurologis.
3. Menurunkan kolesterol

Labu siam tidak mengandung lemak jenuh dan minim akan kalori. Mengkonsumsinya secara rutin dapat membantu mengontrol kadar kolesterol agar tetap stabil. Selain itu, kandungan apigenin dan luteolin yang dimilikinya juga berguna untuk melawan dan membunuh beragam jenis penyakit yang disebabkan oleh efek radikal bebas.
4. Menguatkan stamina

Labu siam juga diketahui mengandung kalium yang merupakan salah satu jenis elektrolit yang bermanfaat sebagai sumber stamina tubuh. Per 100 gram labu siam mengandung sekitar 125 mg kalium yang dapat membantu memenuhi kebutuhan kalium harian tubuh.
5. Mencegah penuaan dini

Labu siam merupakan salah satu jenis sayuran dengan kandungan flavonoid yang cukup tinggi. Kandungan flavonoid yang ada dalam labu siam dapat membantu tubuh untuk melawan zat berbahaya seperti Reactive Oxygen Species (ROS), yakni suatu zat yang berasal dari oksigen reaktif yang dapat membahayakan tubuh, sekaligus menghambat radikal bebas penyebab penuaan dini.
6. Sumber antioksidan

Labu siam mengandung sekitar 7,7 mg vitamin C. Vitamin C sendiri merupakan salah satu jenis antioksidan yang dapat membantu mencegah kerusakan sel dan mencegah masuknya radikal bebas ke dalam tubuh. Dan, mengkonsumsi 100 gram labu per hari, akan memenuhi sekitar 13 persen vitamin C yang dibutuhkan tubuh.
7. Mengobati batu ginjal

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of North Florida, labu siam terutama daunnya bisa digunakan dalam pengobatan batu ginjal. Bukan itu saja, menyisipkan labu siam ke dalam menu sehari-hari juga diklaim bermanfaat untuk membantu mengontrol tekanan darah, menurunkan tekanan darah tinggi dan juga mencegah hipertensi.
