Kumparan Logo

Resep Rahasia Keluarga dengan Umur Terpanjang di Dunia, Selalu Makan Sup Ini

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi orang berumur panjang. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang berumur panjang. Foto: Shutter Stock

Memiliki umur panjang adalah salah satu berkah tersendiri. Agar bisa berumur panjang kamu enggak hanya harus memiliki pola hidup yang sehat tetapi juga selektif dalam memilih makanan.

Bukan isapan jempol belaka, karena memiliki pola hidup yang sehat dan gemar makan makanan yang sehat membuat keluarga asal Italia ini berhasil mendapat predikat sebagai keluarga dengan umur terpanjang di dunia. Ya, sebuah keluarga di Sardinia, Italia ini dinobatkan sebagai keluarga paling panjang umur di dunia karena masih memiliki sembilan saudara kandung yang masih hidup.

Ilustrasi lansia, kakek dan nenek. Foto: Shutterstock

Menurut buku rekor Guiness World Records, keluarga Melis memiliki rekor kolektif keluarga dengan usia paling panjang di dunia, yaitu 818 tahun, 205 hari pada 1 Juni 2012 lalu. Kakak tertuanya yaitu Consolata Melis, diketahui memiliki usia 105 tahun. Sedangkan, adik Consolata yaitu Claudina berusia 99 tahun.

Berikutnya adalah Maria yang berusia 97 tahun, Antonio (93 tahun), Concetta (91 tahun), disusul Adolfo (89 tahun). Saudara kandung lainnya termasuk Vitalio (81 tahun), Fida (80 tahun) dan anak terakhir dari keluarga itu yaitu Mafalda yang berusia 78 tahun.

Jalanan berbatu menuju Pantai Costa Paradiso, Sardinia di Italia Foto: Shutter Stock

Menurut surat kabar lokal La Nuova Sardegna, Consolata mengaku paling bahagia karena dikelilingi sembilan anak, 24 cucu, dan 25 cicit.

Menariknya, panjangnya usia keluarga Consolata tak terlepas dari kebiasaan makan mereka. Seperti dikutip Mirror, mereka diketahui gemar mengonsumsi sup sehat.

Sup yang sangat istimewa ini dapat dibuat dengan menggunakan sayuran musiman, idealnya dipetik segar dari kebun, dan selalu mengandung banyak kacang-kacangan serta fregula, sejenis pasta Sardinia yang terbuat dari adonan semolina.

Sup Panjang Umur ala Keluarga Sardinia

Sup Sardinia Minestrone yang disebut bikin panjang umur. Foto: Roman Amur/Shutterstock

Ketika diwawancarai The Guardian, Alfonso Melis mengatakan bahwa keluarganya lebih banyak memakan sup berbahan sayuran dan kacang-kacangan ketimbang daging.

"Kami suka makan-makanan yang murni, artinya lebih banyak minestrone (sup kental Italia) dan sedikit daging. Kami juga selalu bekerja. Setiap waktu luang yang saya miliki, saya berada di kebun anggur saya atau di lahan tempat saya menanam kacang-kacangan, terong, paprika, dan kentang," ujarnya.

Tak hanya itu, kakak perempuannya yaitu Claudia yang saat itu berusia 99 tahun juga menyampaikan hal yang sama.

"Dia (Alfonso) selalu giat untuk bekerja dan makan minestrone, kacang-kacangan, dan kentang," ungkap Claudia.

Sup Sardinia Minestrone yang disebut bikin panjang umur. Foto: Roman Amur/Shutterstock

Selain pola hidup yang sehat, diet diyakini sebagai salah satu kunci sukses kenapa banyak orang di Sardinia memiliki umur panjang. Orang Sardinia biasanya menikmati banyak sayuran segar musiman, kacang-kacangan, buah-buahan, dan biji-bijian.

Namun, tak hanya itu mereka juga selalu mengonsumsi sup Sardinia Minestrone. Menurut laman Blue Zones, sup Sardinia Minestrone adalah sup khas Italia yang biasanya disajikan untuk satu keluarga besar dengan porsi 8-10 orang.

Untuk resepnya dapat dibuat dengan sayuran musiman dari kebun, tetapi selalu menyertakan kacang-kacangan dan fregula, pasta semolina panggang seukuran kerikil yang populer di Sardinia.

Adapun, bahan-bahan dan cara membuatnya adalah sebagai berikut.

Cara Membuat Sup Sardinia Minestrone

Bahan-bahan:

  • 1⁄2 cangkir kacang fava kering yang sudah dikupas

  • 1⁄2 cangkir kacang cranberry kering

  • 1⁄3 cangkir buncis kering

  • 7 sendok makan minyak zaitun extra-virgin

  • 1 bawang bombay kuning atau putih sedang, cincang (sekitar 1 cangkir)

  • 2 wortel ukuran sedang, kupas dan cincang (sekitar 2⁄3 cangkir)

  • 2 batang seledri ukuran sedang, cincang (sekitar 1⁄2 cangkir)

  • 2 sendok teh bawang putih cincang

  • 1 (28 ons) kaleng tomat yang dihancurkan (sekitar 31⁄2 cangkir)

  • 3 kentang kuning ukuran sedang, kupas dan potong dadu (sekitar 11⁄2 cangkir)

  • 1 1⁄2 cangkir adas cincang

  • 1⁄4 cangkir daun peterseli daun datar Italia segar yang dikemas longgar, cincang 2 sendok makan daun basil segar cincang

  • 2⁄3 cangkir fregula Sardinia, couscous Israel, atau pasta acini di pepe

  • 1⁄2 sendok teh garam

  • 1⁄2 sendok teh lada hitam yang baru digiling

  • 1⁄4 cangkir pecorino Romano parut halus (sekitar 2 ons)

Cara membuat:

  • Rendam kacang fava, kacang cranberry, dan buncis dalam mangkuk besar berisi air setidaknya selama 8 jam atau hingga 16 jam (semalaman). Tiriskan dalam saringan yang terletak di wastafel. Bilas sampai bersih.

  • Hangatkan 3 sendok makan minyak zaitun dalam panci sup besar atau oven Belanda dengan api sedang-besar. Tambahkan bawang bombay, wortel, dan seledri; masak sambil diaduk sampai lembut tapi tidak kecoklatan, sekitar 5 menit. Tambahkan bawang putih dan masak hingga harum, sekitar 20 detik.

  • Masukkan tomat, kentang, adas, peterseli, dan basil, serta kacang dan buncis yang sudah dikeringkan. Tambahkan air secukupnya (6 hingga 8 gelas) sehingga semuanya terendam 1 inci.

  • Naikkan api menjadi tinggi dan didihkan. Kecilkan api menjadi rendah dan biarkan mendidih perlahan, tanpa tutup, sampai kacang empuk, tambahkan lebih banyak air seperlunya jika campuran menjadi terlalu kental, sekitar 1 1⁄2 jam.

  • Masukkan pasta, garam, dan merica. Tambahkan hingga 2 gelas air jika sup terasa terlalu kering. Lanjutkan memasak dengan api kecil, tanpa tutup, hingga pasta empuk, sekitar 10 menit.

  • Tuangkan 1 sendok makan minyak zaitun ke dalam setiap mangkuk saji kami. Bagilah sup di antara mereka dan taburi masing-masing dengan 1 sendok makan keju parut.

Kamu tertarik membuatnya?