Restoran Indonesia Legendaris di Singapura Ini Tutup Setelah Beroperasi 24 Tahun

Restoran Indonesia di Singapura, The Rice Table resmi tutup setelah beroperasi selama 24 tahun. Restoran ini melakukan penutupan di tengah pandemi COVID-19 yang juga masih melanda Singapura. Hal ini pun membuat mereka tak mampu lagi melanjutkan bisnis kulinernya tersebut.
Mothership melansir, The Rice Table menjadi restoran Indonesia legendaris di Singapura. Rupanya, adanya pandemi turut membawa dampak besar bagi bisnis restoran di Negara Singa yang membuat banyak tempat makan gulung tikar. Walau sudah berdiri bertahun-tahun, nyatanya restoran itu tak mampu bertahan dan berujung tutup.
The Rice Table mempunyai konsep restoran autentik rijsttafel ala Belanda. Hampir mirip dengan rumah makan khas Padang, di mana semua menunya disajikan langsung di atas meja pelanggan. Jadi, mereka bisa memilih sesuka hati, menyesuaikan dengan porsi dan selera.
Tempat makan yang berlokasi di Orchard ini memiliki menu andalan; di antaranya gado-gado, sup ayam khas Jawa, ikan asam manis, gulai ayam, sate ayam, tahu telur, tumis kangkung, sambal goreng udang, hingga rendang.
Sayangnya, mereka mengumumkan keputusan menutup restoran itu melalui akun Facebook (19/5). Alasan dibalik penutupan itu, karena kontrak sewa gedung sudah berakhir. Mereka juga berencana tak melanjutkan bisnisnya lagi.
“Kami berterima kasih pada semua pegawai maupun tim The Rice Table. Juga kepada para pelanggan setia, yang membuat kami sudah mampu bertahan selama 24 tahun. Kami akan terus menyimpan semua kenangan ini,” bunyi caption dalam pengumuman yang diposting akun The Ricetable Indonesian Restaurant.
Pengumuman tersebut sekaligus membawa kabar menyedihkan bagi para pelanggan setia mereka, terutama bagi pencinta makanan Indonesia di Singapura.
“Terima kasih sudah menyajikan makanan yang enak. Ini masih menjadi kabar yang sedih, terutama bagi orang-orang perantau. Semoga kalian semua dapat yang terbaik di masa depan nantinya,” bunyi salah satu komen pelanggan mereka.
Tak hanya itu, pelanggan lainnya pun ikut menyampaikan perasaan mendalam mereka, sampai ikut mendoakan nasib restoran ke depannya. Beberapa ada yang menyampaikan bahwa mereka senang bisa mendapat kesempatan makan di sana.
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya
