Restoran Penyetan Ini Bagikan 5 Tips Sukses Berbisnis Kuliner Tradisional
·waktu baca 3 menit

Berbisnis kuliner seperti membuka restoran atau tempat makan memanglah tidak mudah. Selain membutuhkan modal cukup banyak, batasan selera kuliner pelanggan yang berbeda-beda menjadi salah satu tantangan.
Terlebih, Indonesia terkenal akan kuliner tradisionalnya yang beragam. Membuat masyarakat semakin banyak memiliki pilihan makanan. Berbisnis makanan khas Indonesia juga memiliki persaingan ketat. Saat ini banyak sekali restoran yang menyajikan berbagai makanan tradisional yang telah menyesuaikan dengan tren kuliner terkini.
Sebut saja Penyetan Cok yang mempopulerkan makanan tradisional Indonesia ke level lebih tinggi. Gerai makanan yang hadir sejak 2014 ini sukses mengangkat menu penyetan yang umumnya dijumpai di tenda kuliner kaki lima, “naik kelas” menjadi restoran berskala nasional.
Tak bisa dipungkiri bahwa makanan tradisional memang memiliki daya tarik tersendiri di lidah masyarakat. Terlebih, kini tengah menjamur bisnis makanan tradisional yang memberikan sentuhan modern dengan cita rasa legendaris. Jika kamu tertarik untuk mencoba bisnis tersebut, maka ada tipsnya, nih!
Mengutip rilis yang kumparanFOOD terima (3/11), berikut tips berbisnis makanan tradisional agar tidak kalah dengan restoran kekinian:
1. Jangan berpaku pada tren, temukan potensi sekitar
Hal yang perlu diperhatikan untuk membangun bisnis yang pertama adalah, untuk tidak terlalu mengacu pada tren. Tren viral umumnya hanya akan hadir sesaat. Akan lebih penting untuk memaksimalkan bahan makanan tradisional.
Founder & Owner Penyetan Cok, Julius Putranto Komang pun mengatakan bahwa kunci dari bisnis kuliner yang langgeng, adalah menyediakan makanan andalan yang dapat bertahan lintas zaman, serta cocok dengan selera seluruh masyarakat Indonesia.
2. Jalin keakraban dengan pelanggan
Tak hanya menjual produk makanan, penting juga untuk memberikan pelayanan yang baik. Kamu bisa memulainya dengan bertanya kepada pelanggan mengenai kepuasan terhadap produk yang kamu jual. Dengan begitu, akan terjadi interaksi yang baik sehingga akan membangun loyalitas pelanggan.
Julius pun mengatakan membuat program promosi akan mendorong pelanggan untuk berkunjung kembali. Hal seperti itulah yang dinilai penting untuk menjaga relasi yang baik dengan pelanggan.
3. Fokus pada pondasi bisnis dan pengembangan SDM
Untuk memulai sebuah bisnis, diperlukan pondasi kokoh agar dapat menciptakan usaha yang berumur panjang. Mulai dari pengelolaan modal dan pengeluaran, perancangan promosi yang kreatif, serta optimalisasi pengembangan sumber daya manusia.
Oleh karena itu, sudah selayaknya para karyawan mendapatkan perhatian lebih pada pengembangan soft maupun hard skill. Sebab, karyawan juga merupakan aset terpenting yang akan berperan pada perkembangan bisnis ke depannya.
4. Lakukan inovasi dengan kearifan lokal untuk menghadirkan pengalaman unik
Dalam menjalankan bisnis makanan memang dipaksa untuk mengikuti ragam perubahan tren di masyarakat. Oleh karena itu, sebelum membangun bisnis harus melakukan riset dengan mengedepankan adaptasi dan inovasi agar tidak tertinggal.
Julius menjelaskan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah untuk selalu berkreasi dengan menghadirkan menu khas Nusantara yang tengah menjadi favorit masyarakat Indonesia. Selain itu, kearifan lokal juga menjadi penting untuk memberikan pengalaman unik pada pelanggan. Seperti halnya menawarkan suasana baru dan seru dalam menikmati makanan.
5. Eksplorasi ekosistem digital untuk meningkatkan peluang
Tak menutup kemungkinan bahwa semakin berkembangnya zaman, kita dituntut untuk terbiasa dengan teknologi digital. Terlebih lagi di tengah masa pandemi ini, optimalisasi platform digital menjadi kunci bagi banyak bisnis untuk dapat bertahan dan berkembang.
Seperti melalui media sosial, layanan pesan antar makanan, hingga pembayaran digital. Dengan memanfaatkan platform digital akan memperluas pasar dari bisnis kuliner kamu.
Reporter: Destihara Suci Milenia
