Restoran Sate Prasmanan di Bandung, Bisa Pesan Satu Tusuk hingga Coba 17 Varian

8 Februari 2023 12:27
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana Restoran di Bang Sate Bang, Bandung (7/2/23). Foto: Rachmadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Restoran di Bang Sate Bang, Bandung (7/2/23). Foto: Rachmadi/kumparan
Kota Bandung memang tak pernah kehabisan produk kuliner. Berbagai produk kuliner dihasilkan oleh para pelaku usaha di Bandung dengan cita rasanya yang menggugah selera. Selain soal cita rasa, konsep yang disajikan pun beragam sehingga tak ayal Bandung seringkali dijadikan tujuan wisata kuliner.
Salah satu restoran yang mencoba memadukan antara kebaruan cita rasa dan konsep adalah Bang Sate Bang yang terletak di Jalan Burangrang Nomor 38. Di sana, 17 varian sate khas dari berbagai daerah di Indonesia dikumpulkan di satu tempat dan disajikan dengan sistem prasmanan.
"Bang Sate Bang itu merupakan restoran sate dengan prasmanan atau buffet pertama di Indonesia yang menyajikan 17 macam sate dari seluruh Indonesia di satu tempat, customer di sini bisa memilih sendiri satenya dan bisa dibeli satuan," kata founder Bang Sate Bang, Tarindra Raditya atau dikenal Radit, ketika ditemui pada Selasa (7/2).
Kumparan pun berkesempatan memilih beberapa tusuk sate yang disajikan di buffet. Terlihat, ada beberapa sate khas dari berbagai daerah yang disajikan mulai dari Sate Jando asal Bandung, Sate Maranggi asal Purwakarta, Sate Buntal asal Solo, Sate Kambing Tegal hingga Sate Ayam Madura.
Restoran dan makanan di Bang Sate Bang, Bandung (7/2/23). Foto: Rachmadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Restoran dan makanan di Bang Sate Bang, Bandung (7/2/23). Foto: Rachmadi/kumparan
Sate yang sudah dipilih masih dalam keadaan mentah, lalu diberi bumbu dan dibakar. Aroma khas dari tiap sate pun tercium dan menggugah selera. Setelah matang dibakar, seperti biasanya, sate lalu disajikan bersama bumbu kacang.
Sesuai perkataan Radit, Sate Buntal asal Solo dan Sate Maranggi asal Purwakarta jadi favorit karena memiliki tekstur daging yang lembut ketika dikunyah. Bumbu yang dilumuri di daging sebelum dibakar pun terasa meresap. Menurut dia, tiap varian sate memiliki jenis bumbunya masing-masing.
"Best seller di sini memang Sate Buntal Solo dan Sate Maranggi. Selain itu, juga ada Sate Asin Pedas itu favorit juga," ucap dia yang mengaku sebagai pencinta sate.
Sejumlah aneka sate di Restoran di Bang Sate Bang, Bandung (7/2/23). Foto: Rachmadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah aneka sate di Restoran di Bang Sate Bang, Bandung (7/2/23). Foto: Rachmadi/kumparan
Restoran dan makanan di Bang Sate Bang, Bandung (7/2/23). Foto: Rachmadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Restoran dan makanan di Bang Sate Bang, Bandung (7/2/23). Foto: Rachmadi/kumparan
Sambil mencicipi makanan, Radit pun bercerita soal latar belakang dirinya memutuskan berdagang sate. Menurut dia, ide berdagang sate bermula saat dirinya melihat peluang belum adanya bisnis sate di Bandung yang dikelola menggunakan manajemen yang baik.
Atas dasar itulah, pria yang juga alumni Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) di Institut Teknologi Bandung (ITB) itu memutuskan untuk berdagang sate dengan pengelolaan manajemen yang lebih baik dan konsep yang baru.
"Kalau kita lihat makanan Sunda kayak bakso dan Masakan Padang sudah biasa konsepnya prasmanan, tapi kalau sate belum dan juga berbagai macam varian sate di satu tempat itu belum ada," ucap dia.
Restoran dan makanan di Bang Sate Bang, Bandung (7/2/23). Foto: Rachmadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Restoran dan makanan di Bang Sate Bang, Bandung (7/2/23). Foto: Rachmadi/kumparan
Sementara, sambung Radit, nama Bang Sate Bang dipilih karena kata tersebut sering kali digunakan oleh para pembeli saat membeli sate. Meskipun ada di wilayah Jabar yang didominasi suku Sunda, dia lebih memilih kata 'Bang' dibanding 'Kang' agar lebih akrab di telinga masyarakat umum.
"Kalau 'Kang' terlalu terkesan Jabar atau Sunda, 'Mas' juga terlalu Jawa makanya 'Bang' itu lebih nasional aja dan itu juga bisa dijadikan gimmick gitu kan seperti dulu tuh itu ada film Suzzanna, Bang Satenya Bang 100 tusuk, jadi ada historisnya ke sana juga," papar dia.
Suasana Restoran di Bang Sate Bang, Bandung (7/2/23). Foto: Rachmadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Restoran di Bang Sate Bang, Bandung (7/2/23). Foto: Rachmadi/kumparan
Aneka jenis sate di Bang Sate Bang dijual dengan harga yang terbilang terjangkau berada pada rentang Rp 3.000 hingga Rp 20 ribu. Selain menjual sate, Bang Sate Bang menjual Nasi Kuah Campur Soto Ayam dan Nasi Kuah Campur Gule yang harganya disesuaikan dengan kantong pelajar dan mahasiswa.
Tahun depan, sambung Radit, dirinya berencana untuk membuka cabang Bang Sate Bang di wilayah lainnya di Bandung. Diharapkan, dengan begitu, Bang Sate Bang dapat dikenal luas oleh warga Bandung.
Restoran dan makanan di Bang Sate Bang, Bandung, Selasa (7/2/2023). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Restoran dan makanan di Bang Sate Bang, Bandung, Selasa (7/2/2023). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
"Jadi mungkin akan menyapa sobat-sobat Abang di daerah Utara seperti Dago, Ciumbuleuit, dan Setiabudi, lalu di Barat ada Cimahi, Pasteur, kalau Selatan mungkin di Kopo, Mekarwangi. Timur mungkin di Arcamanik dan Antapani," pungkasnya.
Bagaiman, tertarik mencoba para wargi Bandung?