Riset: Diet Keto Bantu Menurunkan Gula Darah pada Penderita Diabetes Tipe 2

Pada penderita diabetes tentu menjaga tingkat gula darah adalah hal terpenting yang harus dipantau setiap hari. Maka itu, penderita diabetes perlu mengontrol asupan dengan menjalankan diet khusus agar jumlah glukosa dalam darah tak melonjak drastis.
Salah satu diet yang berpotensi dalam membantu menjaga jumlah glukosa tersebut adalah diet keto. Diet ini memiliki prinsip makan tinggi lemak namun rendah karbohidrat. Sehingga menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics tahun 2018, menemukan diet ketogenik dapat membantu dalam mengendalikan kadar HbA1c. Dengan kata lain, diet keto mampu membantu mengontrol jumlah glukosa pada hemoglobin dalam darah selama sekitar 3 bulan.
Diet yang pertama kali muncul pada tahun 1924 ini mampu membantu mengubah gula menjadi energi. Terlebih kebanyakan penderita diabetes tipe 2 awalnya mengalami keluhan kelebihan berat badan, sehingga menjalankan diet bisa menjadi salah satu solusinya.
Tujuan dari diet keto adalah membuat tubuh memanfaatkan lemak untuk diubah menjadi energi, bukan karbohidrat atau glukosa. Pada diet keto, kamu mendapatkan sebagian besar energi dari lemak, dan sedikit asupan karbohidrat.
Diet tinggi lemak bukan berarti konsumsi lemak jahat
Perlu dipahami, lemak tinggi yang dimaksud dalam menjalankan diet ini adalah mengonsumsi jenis lemak sehat, seperti dikutip dari Healthline.
Sebab beberapa pegiat diet keto yang gagal kerap salah persepsi; yakni mengartikan diet makan tinggi lemak tersebut dengan mengonsumsi lemak jahat. Maka itu, perhatikan kembali jenis lemak yang akan menjadi asupan utama selama menjalankan diet ini.
Lantas asupan apa saja yang mengandung lemak sehat?
Nah, makanan dengan lemak sehat tersebut bisa kamu dapatkan dalam telur, ikan salmon, cottage cheese, alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, buah beri, dan biji-bijian.
Meski tampaknya mudah dalam menjalankan diet ini, namun kamu tetap perlu memantau setiap asupan yang masuk ke dalam tubuh. Melalui hasil studi jurnal Diabetic Medicine tahun 2018, para peneliti juga memperingatkan bahwa mereka yang mengikuti diet ketogenik bersamaan dengan regimen insulin, mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena hipoglikemia (gula darah rendah).
Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun hingga 70 miligram per desiliter (mg/dL) atau kurang.
Untuk menghindari kemungkinan buruk tersebut saat menjalankan diet keto, maka penting untuk penderita diabetes tipe 2 melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter pribadi. Sebab, tak cukup mengonsumsi karbohidrat juga bisa membahayakan penderita diabetes, maka perlu dilakukan pengujian dan penyesuaian obat.
