Kumparan Logo

Riset: Sayuran dan Umbi Berwarna Ungu Punya Manfaat Anti Diabetes

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Sayuran Ungu Foto: Shutterstock/twomeerkats
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sayuran Ungu Foto: Shutterstock/twomeerkats

Penelitian terbaru menemukan kandungan pigmen ungu dalam sayuran dan umbi-umbian ternyata memiliki sifat anti diabetes. Penemuan ini pun diterbitkan oleh Universitas Turku, Finlandia (15/2).

Pigmen warna merah, ungu, dan biru pada buah, sayuran, serta umbi-umbian disebut antosianin. Sejatinya, antosianin adalah antioksidan yang memang terkandung secara alami pada bahan makanan sehat tersebut.

Namun menariknya, pigmen ungu pada sayuran hingga umbi-umbian dinyatakan memiliki manfaat untuk mengurangi risiko diabetes.

Mengutip Sciencedaily, efek menguntungkan antosianin ini meningkat apabila senyawa tersebut telah diasilasi; yakni proses kimia alami yang biasa terjadi dalam pembentukan sebuah senyawa.

Ilustrasi Kubis Ungu Foto: Shutterstock/Aquarius Studio

Sejumlah besar antosianin terasilasi dapat ditemukan dalam ubi ungu, lobak, wortel ungu, dan kol ungu. Sedangkan bilberry dan mulberry kebanyakan mengandung antosianin nonasilasi.

Antosianin terasilasi kurang diserap dalam pencernaan kita, tetapi kandungan ini memiliki sifat probiotik dan mengurangi risiko diabetes yang diklaim oleh peneliti, lebih efisien daripada antosianin nonasilasi.

“Penelitian telah menunjukkan bahwa selain mengubah sifat fisik dan kimia, (proses) asilasi memengaruhi bagaimana antosianin diserap dan dimetabolisme,” kata Peneliti Postdoctoral Kang Chen di Food Sciences Unit, University of Turku, Finlandia.

Ilustrasi sajian ubi Foto: dok.shutterstock

Selain itu, antosianin terasilasi mempertahankan homeostasis mikrobiota usus, menekan jalur proinflamasi, dan memodulasi metabolisme glukosa serta lipid.

Lebih lanjut, Chen mengatakan genotipe tanaman juga menentukan jenis antosianin yang nantinya dihasilkan.

“Secara umum, sayuran ungu mengandung banyak antosianin terasilasi. Selain itu, kentang ungu, terutama varietas Finlandia yang disebut 'Synkeä Sakari', kaya akan antosianin terasilasi,” kata Chen.

Sebagai kesimpulan dalam penelitian ini, menemukan bahwa antosianin terasilasi tertinggi yang terkandung dalam jenis sayuran dan umbi ungu yang sudah disebutkan di atas; memiliki potensi dalam mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Kendati demikian, risiko diabetes tidak hanya ditentukan oleh satu faktor penemuan ini saja, ya. Maka itu, kamu harus tetap menjaga pola makan sehat dan seimbang, serta berolahraga untuk lebih meningkatkan kesehatan tubuh agar semakin terhindar dari penyakit yang juga disebut silence disease tersebut.