Sah! Sandiaga Uno Bawa Rendang ke Ajang Spices of The World di Dubai

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno telah merampungkan laporan persiapan untuk membawa rendang dalam ajang Spices of The World di Dubai. Makanan khas asal Sumatera Barat itu resmi mewakilkan kuliner Indonesia.
Rencananya, Kota Payakumbuh akan jadi pemasok utama rendang dari Indonesia, di acara yang akan digelar pertengahan tahun ini. Pernyataan itu telah didiskusikan dalam rapat virtual (29/04). Sandiaga menginformasikan terkait rendang dan acara Spices of The World kepada Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Republik Indonesia.
Beberapa waktu lalu, Sandiaga Uno diketahui telah melakukan kunjungan ke kota asal rendang itu. Di sana, dirinya bertemu dengan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Mohammad Rudy Salahuddin di Kota Payakumbuh.
Melalui kunjungannya, dihasilkan sebuah kolaborasi antara pelaku usaha rendang, pemerintah daerah, serta Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang menjadi inisiator Sentra Rendang Payakumbuh.
Menurut Menparekraf yang akrab dipanggil Bang Sandi, menjelaskan kalau ada potensi kolaborasi yang bagus di kota Payakumbuh. "Payakumbuh ini sudah jadi branding tersendiri daripada City of Rendang. Ekspornya juga sudah rutin," jelasnya hari Rabu (29/04), seperti dikutip dari rilis yang kumparan terima.
Tak lupa, Bang Sandi berterimakasih kepada Kementerian Perindustrian atas inisiasi yang tercipta. Adanya kolaborasi nan menakjubkan, diikutsertakan pula para UKM berskala kecil sampai pelaku usaha skala industri.
Dengan melibatkan peran pebisnis atau pengusaha, hadirlah produk rendang bercita rasa khas nan lezat, juga kemasan atau packaging yang tak kalah menarik. Maka dari itu, harapannya Sentra Rendang Payakumbuh dapat berperan sebagai pilot project di acara Spices of The World.
"Ini bisa jadi pilot project. Sebab, kemasan bumbu rendang sendiri luar biasa, diversifikasi maupun branding-nya juga sudah ada," tutur Sandiaga Uno. "Kolaborasi pun telah berjalan. Ada pula UKM tergabung, serta local champion-nya. Sehingga ketersambungan pasarnya bisa terdorong dari pemerintah daerah dan UMKM lokal."
Lebih lanjut, Bang Sandi akan melakukan penyempurnaan berbagai aspek. Misalnya, kemasan yang lebih kekinian untuk produk kuliner Padang itu sehingga mampu masuk ke pasar konsumen Eropa sampai Timur Tengah.
Begitupun mengenai rasanya. Diharapkan kualitas kelezatan produknya bisa seragam semua. "Harapannya dapat jadi tempat kita untuk mendukung pasar yang ada di depan. Terkoneksi langsung dengan masyarakat. Tapi skalanya ini menggabungkan antara UKM dan juga dari segi industrialisasinya," pungkasnya.
Atas konsep lanjutan itu, Bang Sandi ingin rendang asal Sumatera Barat berkesempatan di pasarkan dalam restoran di luar negeri. Ia juga ingin kalau Spices of The World menjadi langkah awal mendunianya kuliner Indonesia.
Semua masukan dan ide dari Bang Sandi ini disambut baik oleh Luhut. Hanya saja, dirinya menyarankan untuk melakukan penetapan standarisasi produk dari Kemenparekraf. Terutama bagi produk ekspor.
Tak hanya itu, guna mensukseskan pemasaran produk, Luhut ikut mengingatkan bahwa penting menargetkan negara tujuannya, entah itu barat atau Afrika. "Kalau saya pikir, bagusnya kita buat dulu study-nya. Sehingga mulainya pun tidak dari nol sekali," tutup Luhut.
