Salad sampai Nasi Berkat, 5 Makanan di Berbagai Negara Ini Jadi Simbol Duka Cita

9 Agustus 2022 18:17
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi makanan untuk sajian acara duka cita. Foto: Retno Wulandhari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan untuk sajian acara duka cita. Foto: Retno Wulandhari/kumparan
ADVERTISEMENT
Makanan tidak hanya identik dengan suasana bahagia maupun sebuah perayaan. Tetapi di beberapa negara, makanan juga menjadi simbol duka cita yang diberikan untuk menenangkan mereka yang kehilangan orang tercinta atau sedang merasa sedih.
ADVERTISEMENT
Saat suasana berkabung akibat kehilangan orang tercinta pasti membekas bagi mereka yang ditinggalkan. Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk mengurangi duka yang mereka rasakan. Di beberapa negara, terdapat makanan yang erat dengan tradisi saat mengalami masa duka.
Berikut ini beberapa makanan identik sebagai simbol atau filosofi suasana duka di beberapa negara:

1. Mannish water (Jamaika)

Ilustrasi mannish water. Foto: Fanfo/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mannish water. Foto: Fanfo/Shutterstock
Mannish water merupakan hidangan yang selalu ada dalam perayaan kematian orang-orang di Jamaika. Hidangan ini sekilas mirip sup biasa yang terbuat dari wortel, kentang, dan pisang hijau. Makanan ini biasa disajikan dengan roti atau tambahan rum. Manish water diberikan dengan harapan orang yang sudah meninggal dapat pergi dengan tenang menuju alam selanjutnya.

2. Ham salad (Inggris dan Amerika)

Ilustrasi ham salad. Foto: MSPhotographic/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ham salad. Foto: MSPhotographic/Shutterstock
Ham salad terbuat dari bagian belakang kaki daging babi yang populer di Inggris dan Amerika. Pada abad ke-19, ham diolah menjadi salad yang disajikan saat acara pemakaman. Ham yang saat ini menjadi simbol status karena harganya yang mahal. Sehingga setiap pemakaman orang kaya di Inggris akan selalu ada ham salad. Lalu, budaya ini menyebar hingga ke Amerika.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

3. Halva (Timur Tengah)

Ilustrasi  Halva. Foto: denio109/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Halva. Foto: denio109/Shutterstock
Halva menjadi simbol duka bagi masyarakat di negara Timur Tengah; seperti Iran, Turki, hingga Armenia. Makanan khas ini sekilas mirip brownies yang memiliki berbagai rasa. Halva dipercaya sebagai makanan untuk mengenang mendiang yang baru saja meninggal. Kue ini juga sekaligus menjadi penghibur untuk mereka yang ditinggalkan.

4. Amish funeral pie (Amerika)

Ilustrasi  Amish funeral pie. Foto: NataLogPhoto/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Amish funeral pie. Foto: NataLogPhoto/Shutterstock
Salah satu hidangan berduka yang populer lainnya di Amerika adalah amish funeral pie. Hidangan ini hanya disajikan saat pemakaman khususnya di negara bagian Pennsylvania. Kue ini dibuat dari bahan yang sulit ditemukan. Filosofi dari kue ini adalah menjadi bentuk dedikasi penuh kepada seseorang yang telah meninggal karena proses masaknya yang lama.

5. Nasi berkat (Indonesia)

Ilustrasi nasi berkat. Foto: Evy Alisha/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nasi berkat. Foto: Evy Alisha/Shutterstock
Di Indonesia terutama yang bagi yang umat Muslim telah menjadi sebuah tradisi menyajikan nasi berkat saat suasana duka. Biasanya nasi berkat diberikan kepada tamu yang sudah datang setelah tahlilan atau mendoakan mendiang yang telah tiada.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya berhenti saat hari itu saja, biasanya makanan ini juga diberikan saat 40 hari, tiga bulan, hingga satu tahun memperingati kematian seseorang. Selain nasi, hidangan ini juga berisi lauk, sayur, dan mi. Serta lengkap dengan kue tradisional atau buah.
Penulis: Monika Febriana
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020