kumparan
15 Oktober 2019 7:34

Seharian Mencicipi 4 Kuliner Suryakencana Bogor yang Melegenda

Asinan Jagung Bakar
Asinan Jagung Bakar Foto: Retno Wulandhari/kumparan
Nama Jalan Suryakencana memang populer di Bogor. Kawasan pecinan itu terkenal dengan aneka kuliner yang enak dan juga mengenyangkan. Makanya tak heran, kalau Jalan Suryakencana selalu jadi destinasi favorit saat sedang berlibur di Bogor.
ADVERTISEMENT
Beberapa waktu yang lalu, kumparan sempat mengunjungi jalanan yang lokasinya berada tak jauh dari Kebun Raya Bogor. Kami melihat deretan kuliner lokal; mulai dari soto mi, laksa, hingga soto kuning yang cukup melegenda di sana. Berikut empat kuliner yang kami coba di sana.
1. Soto Kuning Pak Uus
Soto Kuning Pak Uus
Soto Kuning Pak Uus Foto: Retno Wulandhari/kumparan
Menu pertama yang kami coba di Jalan Suryakencana adalah Soto Kuning Pak Uus. Soto kuning ini bisa jadi alternatif jika kamu tak kebagian Soto Kuning Pak Yusuf.
Kedai Soto Kuning Pak Uus cukup sederhana. Berupa warung tenda bermodalkan gerobak dorong dengan kursi yang melingkarinya. Sedangkan aneka isian; seperti kikil, paru, daging dijajakan di bagian depan gerobak untuk menarik para pengunjung berdatangan.
Soto Kuning Pak Uus
Soto Kuning Pak Uus Foto: Retno Wulandhari/kumparan
Kami mencoba seporsi soto kuning dengan isian lengkap (Rp 37 ribu). Tak lupa, emping sebagai pelengkap untuk penambah tekstur renyah.
ADVERTISEMENT
Kuah soto kuning ini sangat kaya rempah, dengan rasa gurih dari santan yang cukup terasa. Sedangkan aneka isiannya (paru, kikil, dan daging) hadir dengan tekstur yang lembut. Kami cukup puas dengan sajian soto kuning ini. Maknyus!
2. Bakso Kikil Pak Jaka
Bakso Kikil Pak Jaka
Bakso Kikil Pak Jaka Foto: Retno Wulandhari/kumparan
Bakso Kikil Pak Jaka bisa dibilang jadi kuliner yang sangat masyhur di sana. Berbeda dengan hidangan bakso pada umumnya, kuliner ini menggunakan potongan kikil, dan daging sapi yang bertekstur empuk nan lumer di mulut.
Salah satu hal yang kami suka dari hidangan ini adalah kuahnya yang gurih-manis. Menurut Saeful, cita rasa itu didapat dari tebu.
Bakso Kikil Pak Jaka
Bakso Kikil Pak Jaka Foto: Retno Wulandhari/kumparan
"Kuah kita memang beda. Kita pake tebu jadi rasanya sedikit manis. Buat pengganti MSG," kata Saeful, generasi ke-2 Bakso Kikil Pak Jaka, kepada kami.
ADVERTISEMENT
Cukup tambahkan sambal cabai rawit (jika suka pedas), maka cita rasa baksonya semakin menonjol. Penambahan kwetiau juga membuat hidangan ini makin mengenyangkan.
Tertarik mencoba? Cukup siapkan Rp 28 ribu untuk seporsi bakso dan tambahan kikil.
3. Asinan Jagung Bakar
Asinan Jagung Bakar
Asinan Jagung Bakar Foto: Retno Wulandhari/kumparan
Kulineran di Jalan Suryakencana rasanya belum lengkap jika belum mencoba asinan jagung bakar (Rp 15 ribu). Kuliner unik ini berada di sebuah gang kecil dekat mini market.
Sang penjual, Pak Ganda, mengaku telah berjualan sejak 1987. Semua bahan dan cita rasanya, konon masih tetap terjaga hingga sekarang.
Jagung Bakar
Jagung Bakar Foto: Retno Wulandhari/kumparan
Kami pun coba memesan satu porsi asinan jagung bakar di sana. Semua pengolahan masih dibuat dengan teknik manual dan sederhana. Dimulai dari membakar jagungnya di atas arang, hingga menyerutnya secara perlahan.
Jagung Bakar
Jagung Bakar Foto: Retno Wulandhari/kumparan
Setelah itu, parutan jagung bakar disiram kuah asinan yang terbuat dari cabai merah dan cuka. Tak lupa, garam, gula, cabai hijau, dan potongan timun ditambahkan agar cita rasanya semakin menyegarkan.
ADVERTISEMENT
Kuliner ini memang unik. Perpaduan rasa antara asin, asam, manis, dan pedas bersatu dalam satu cecapan. Agar makin mantap, tambahkan kerupuk kuning atau putih untuk menambah tekstur renyah di lidah.
4. Bir Kotjok
Bir Kotjok
Bir Kotjok Foto: Retno Wulandhari/kumparan
Kami menutup kulineran di Jalan Suryakencana dengan menegak segelas bir kotjok. Betul, minuman ini memang cukup legendaris di sana. Meski ada embel-embel 'bir', minuman ini tak mengandung alkohol sama sekali.
Menurut sang penjual, Didin, minuman ini terbuat dari campuran jahe merah, kayu manis, kapulaga, cengkih, serai wangi, dan gula aren. Perpaduan rempah-rempah itu memang unik di lidah, rasanya pedas-manis dengan sensasi menyegarkan.
Bir Kotjok
Bir Kotjok Foto: Retno Wulandhari/kumparan
Kami sempat penasaran, kenapa minuman ini dinamai bir kotjok padahal tidak mengandung alkohol sama sekali. Didin mengaku ada alasan tersendiri kenapa dinamai demikian.
ADVERTISEMENT
"Soalnya pas dikocok keluar busa, mirip kayak bir. Jadinya dinamai bir kotjok," tutup Didin kepada kami.
Itulah empat kuliner yang kami coba di Jalan Suryakencana Bogor. Dari keempat kuliner itu, mana yang paling ingin kamu coba di sana?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan