Kumparan Logo

Sertifikat Halal Malah Munculkan Gerakan Boikot Toblerone di Jerman

kumparanFOODverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cokelat Toblerone (Foto: dok. Toblerone)
zoom-in-whitePerbesar
Cokelat Toblerone (Foto: dok. Toblerone)

Sertifikat halal sudah dikantongi cokelat Toblerone sejak April lalu. Artinya pembuatan dan pengemasan cokelat yang diproduksi di Swiss ini sudah dipandang memenuhi syarat dan ketentuan halal. Halal dalam hal ini tak hanya bebas dari unsur babi dan alkohol, tapi juga bersih dan higienis. Namun sertifikat halal ini justru memunculkan gerakan boikot Toblerone.

Gerakan boikot ini bermula dari juru bicara partai sayap kanan Jerman, AfD, Jörg Meuthen yang menulis status di Facebook-nya tentang kehalalan Toblerone. Dia mengaitkannya dengan 'Islamisasi' di Eropa. Segera setelah itu, tagar #BoycottToblerone muncul di Twitter. Demikian dikutip dari qz.com.

toblerone (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
toblerone (Foto: Shutter Stock)

Poster-poster yang menyatakan ketidaksukaan atas sertifikat halal yang dimiliki Toblerone juga bermunculan. Salah satunya menulis bahwa sertifikat halal itu membuat mereka tidak memiliki pilihan lain jika ingin makan Toblerone.

Mondelēz International, Inc, selaku pemilik Toblerone pun angkat suara. Melalui juru bicaranya, Valérie Moens, Valérie Moens menegaskan sertifikat halal sama sekali tidak mengubah resep cokelat yang sudah berusia 110 tahun itu.

Jadi sebenarnya, sebelum punya sertifikat halal, proses pembuatan cokelat Toblerone pada dasarnya sudah memenuhi kriteria halal. Tapi banyak konsumen yang mempertanyakan kehalalan Toblerone, sehingga diuruslah sertifikasi halalnya.

toblerone (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
toblerone (Foto: Shutter Stock)

"Ambisi kami adalah membuat produk yang dapat dinikmati semua orang," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. "Itulah mengapa penting bagi kami untuk menanggapi berbagai preferensi dan kebutuhan makanan dari berbagai konsumen kami di seluruh dunia." Seperti dilansir Huffington Post.

Kepada CNN, Mondelēz menegaskan label halal bukan berarti bahwa produk atau pabrikannya menganut keyakinan tertentu.

Boikot produk makanan karena sertifikat halal bukan kali ini saja terjadi. Tahun lalu di Inggris pernah juga muncul gerakan boikot Cadbury.

toblerone (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
toblerone (Foto: Shutter Stock)

Menanggapi hal ini, Umar al-Qadri, Direktur Teknis Departemen Sertifikasi Halal di Irlandia, mengatakan sebelum menuding yang tidak-tidak dan melakukan tindakan yang kontraproduktif, sebaiknya pihak-pihak tertentu melakukan penelitian terlebih dahulu. Ini penting agar tahu benar apa maksud sertifikat halal pada makanan.

"Mereka menganggap halal itu negatif, padahal halal sebenarnya sangat positif karena merupakan standar keamanan pangan yang tinggi," terang Umar al-Qadri sembari mengatakan gerakan boikot produk makanan halal merupakan ekspresi Islamofobia.

Bagaimana menurutmu terkait munculnya gerakan boikot ini, apakah terlalu berlebihan?