kumparan
16 Agustus 2019 18:00

Seteguk Harapan Minum Jamu Cekok

Jamu Cekok Krekop
Seorang anak menangis saat diberikan jamu cekok Krekop. Foto: Fanny Wardhani/kumparan
Suara isak tangis bocah terdengar cukup lantang di warung Jamu Cekok Krekop yang terletak di Jalan Brigjen Katamso No. 132, Yogyakarta. Mungkin bagi kebanyakan orang berobat ke dokter adalah pilihan yang paling tepat.
ADVERTISEMENT
Namun tidak berlaku bagi sebagian masyarakat Yogyakarta yang lebih memilih berobat menggunakan jamu tradisional, yaitu Jamu Cekok Krekop.
Video
Salah satunya Bu Sugi (38) membawa anaknya Azaki (19 bulan) untuk di'cekok'. "Susah makan, flu dan batuk, makanya saya bawa untuk dicekok" ujarnya. Jamu tradisional yang diramu khusus untuk anak-anak ini sudah berdiri sejak tahun 1875.
Jamu Cekok Krekop
Sejumlah pembeli saat antre di warung jamu cekok Krekop. Foto: Fanny Wardhani/kumparan
Jamu Cekok Krekop
Seorang pedagang saat membuat pesanan dari daftar jamu. Foto: Fanny Wardhani/kumparan
Jamu Cekok Krekop
Seorang anak meminum racikan jamu cekok Krekop. Foto: Fanny Wardhani/kumparan
Bahan jamu cekok ini terdiri dari berbagai empon-empon (tanaman obat) seperti kunir, temu ireng, temugiring, temulawak, hingga daun pepaya.
Jamu cekok banyak dikenal masyarakat sebagai jamu yang diberikan pada anak-anak untuk menambah nafsu makan. Kata cekok bermakna memaksa meminumkan jamu dengan cara diperas ke dalam mulut. Jamu Cekok ini buka mulai pukul 6 pagi hingga jam setengah 8 malam.
ADVERTISEMENT
Jamu cekok seakan menjadi jawaban atas keresahan orang tua yang mengharapkan kesembuhan dan kesehatan bagi anak-anaknya.
Jamu Cekok Krekop
Seorang pekerja memotong rempah-rempah untuk dibuat jamu cekok Krekop. Foto: Fanny Wardhani/kumparan
Jamu Cekok Krekop
Seorang pekerja memotong jamu cekok Krekop. Foto: Fanny Wardhani/kumparan
Jamu Cekok Krekop
Seorang pekerja mengambil jamu cekok. Foto: Fanny Wardhani/kumparan
Jamu Cekok Krekop
Seorang pekerja saat mercik jamu cekok Krekop. Foto: Fanny Wardhani/kumparan
Jamu Cekok Krekop
Pembeli di warung jamu cekok Krekop. Foto: Fanny Wardhani/kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan