Kumparan Logo

Setelah Tutup, Resto di AS Bagikan 363 Kilogram Nuggetnya untuk Terdampak Corona

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi nugget. Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nugget. Foto: shutterstock

Pandemi virus corona sudah melanda Indonesia sejak dua bulan belakangan. Kejadian ini jadi mimpi buruk bagi para pelaku kuliner. Rumah makan tutup, imbasnya banyak pekerja restoran yang dirumahkan.

Beberapa resto harus memutar otaknya untuk tetap menghasilkan. Hampir semuanya beralih ke pengiriman, meski nyatanya itu pun masih sulit dilakukan. Masih banyak orang yang enggak beli makanan dari luar, kalau bisa masak di rumah sendiri.

Meskipun bisnis sedang sangat sulit, beberapa resto juga berani mengambil langkah cukup ekstrem; justru dengan memberikan makanannya pada yang membutuhkan. Salah satunya adalah The Nugget Spot, sebuah restoran di lingkungan East Village Manhattan.

Mereka memberikan nugget ayam, sandwich, kentang goreng, mac n’ cheese, dan hidangan penutup berupa brownies kepada terdampak pandemi COVID-19.

Dikutip dari Insider, Jason Hairston, pemilik dan koki di The Nugget Spot, mengatakan bahwa ia memutuskan untuk menutup sementara restorannya.

“Sangat dramatis. Kami mengalami penurunan penjualan yang melumpuhkan. Saya mencoba mempertahankan beberapa staf saya tetapi, sebagian besar, saya mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus bersiap untuk menjadi pengangguran,” kata Jason.

Masalah lainnya adalah ratusan pon ayam di dapurnya. Mereka menunggu untuk dimasak, dan inilah yang memantik ide Jason untuk berbuat baik.

"Saya tidak suka membuang makanan, saya pikir itu memalukan. Kalau kita akan menutup, kita mungkin juga membuatnya untuk mereka yang membutuhkan, jelasnya.

Awalnya, Jason menjangkau City Harvest, sebuah organisasi nirlaba NYC yang memberikan kelebihan makanan di New York kepada mereka yang paling membutuhkannya. Rupanya, organisasi itu mengatakan bahwa mereka sedang "dibanjiri" orang-orang yang juga ingin berdonasi makanan.

Organisasi tersebut kemudian menghubungkan Jason dengan Bowery Residents' Committee (BRC), organisasi nirlaba lain yang menyediakan perumahan dan layanan kepada ribuan warga New York.

Dengan lebih dari 800 pon (kurang lebih 363 kilogram) ayam di dapur, Jason dan dua anggota stafnya membuat ribuan nugget di restoran untuk disumbangkan.

instagram embed

Mereka memasak berbagai menu kreatif dari The Nugget Spot, termasuk Cap'n Crunk Nugs (dilapisi dengan sereal Cap'n Crunch), Skinny Nugs (yang direndam dalam bumbu cajun dan dibakar, bukan digoreng), dan The "Regs "(nugget ayam goreng tradisional dari Selatan yang dilapisi tepung berbumbu buatan sendiri).

Tidak sembarang donasi, Jason juga benar-benar membuat spesial donasinya. Nugget enggak lengkap tanpa saus, sehingga Jason juga bikin beberapa pilihan saus; O.G. Ranch, Nacho Queso, dan Smokin' J's BBQ sauce.

instagram embed

"Kami memberi mereka segala bahan yang mudah rusak. Beberapa puding butterscotch, beberapa salad, telur. Pada dasarnya apa pun yang bisa memburuk (bila tidak digunakan), mereka bisa mendapatkannya,” katanya lebih lanjut.

Setelah memasak selesai, staf BRC datang ke restoran. Mereka mengemas nugget sendiri dan memindahkan makanan ke dalam wadah mereka sendiri. Ini juga sebagai tindakan pencegahan ekstra selama pandemi.

instagram embed

“Orang-orang membutuhkan makanan. Tapi kamu juga yang menyaksikan ini terjadi dan rasanya seperti, apakah ini akhirnya? Dan kamu harap tidak, tapi setidaknya makanan tidak akan sia-sia,” ungkap Jason.

The Nugget Spot adalah salah satu dari banyak restoran di AS yang telah mulai memberi makan orang yang membutuhkan selama pandemi. Sebelumnya, restoran NYC, Black Seed Bagels menawarkan bagel gratis setiap hari dalam seminggu kepada pekerja perhotelan yang kehilangan pekerjaan. Ada pula restoran San Francisco Che Fico yang menyumbangkan makanan kepada keluarga beranggota 2-3 orang dengan roti panggang, ayam panggang , dan tiramisu setiap malam.

Jason mengatakan bahwa ia tak kaget kalau begitu banyak pekerja restoran membantu mereka yang membutuhkan.

“Bisnis kami adalah memberi makan orang. Ada sesuatu yang bagus tentang itu. Ini bukan hanya makanan, ada semacam keramahan juga di dalamnya,” kata Jason.

Lebih dari itu, ia juga mengungkap bahwa restoran beroperasi sebagai keluarga.

"Kamu menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang ini daripada di rumah, jadi aku pikir itu bagian dari keseluruhan keramahan dalam pelayanan makanan. Kamu ingin memberi orang makanan enak, dan ada sejumlah kesenangan yang kamu dapatkan dari itu juga. Itu melekat pada bisnis, tuturnya lebih lanjut.

Kepada Insider, Jason juga berbagi soal cara membantu bisnis lokal. Menurutnya, memesan langsung dari restoran tanpa menggunakan aplikasi pengiriman pihak ketiga adalah kunci.

"Hindari perantara. Kamu akan melakukan hal-hal kecil di tempat-tempat kecil dengan melakukan itu. Komisi (aplikasi pihak ketiga) itu sangat besar dalam hal penjualan makanan,” katanya.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!