Kumparan Logo

Shin The Korean Grill, Restoran Korea Fusion yang Muslim Friendly

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menu makanan di Shin The Korean Grill Foto: Safira Maharani/ kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menu makanan di Shin The Korean Grill Foto: Safira Maharani/ kumparan

Menemukan restoran Korea dengan cita rasa autentik di Jakarta bukanlah hal yang terlalu sulit. Setidaknya, terdapat puluhan restoran Korea yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta. Menu-menunya pun tak sedikit yang masih bercita rasa asli, hampir sama dengan yang ada di negara asalnya.

Tapi, belum banyak yang bersertifikasi halal, atau yang menjamin kehalalan bahan makanannya. Apalagi, biasanya terdapat campuran alkohol dan daging babi dalam masakan Korea.

Untungnya, beberapa restoran Korea yang ada di Jakarta sudah menggunakan bahan-bahan yang halal, salah satunya Shin The Korean Grill. Berlokasi di bilangan Gunawarman, restoran Korea ini merupakan restoran yang muslim friendly.

Suasana restoran Shin The Korean Grill Foto: Dok. Shin The Korean Grill

Menariknya, tak hanya menyajikan menu-menu tradisional khas Korea, Shin The Korean Grill juga menawarkan beragam pilihan menu fusion. Tak hanya berfokus pada menu korean barbeque saja, ada berbagai menu yang terbagi menjadi beberapa course.

"Sebenarnya, konsep restorannya memang lebih ke fine dining, tapi pengunjung juga bisa memesan ala carte, misalnya ingin memesan pastanya saja, atau grill-nya saja," jelas Savina kepada kumparan saat ditemui dalam acara Grand Opening Shin The Korean Grill di Gunawarman, Jakarta Selatan, pada Selasa, (25/11).

Grand opening restoran Shin The Korean Grill Foto: Dok. Shin The Korean Grill

Menunya pun disusun dan diracik sendiri oleh kedua pemilik. David yang bertanggung jawab untuk menu makanan utamanya, sementara Savina memegang menu dessert.

Menu makanan Korea dengan sentuhan western dan Italia

Menu makanan utama didominasi oleh sentuhan elemen western, Meksiko, dan Italia. Presentasinya pun begitu apik, disajikan dengan penuh estetika.

Citron salad, misalnya. Sayuran hijau segar dipadukan dengan saus buah jeruk yuzu yang asam dan menyegarkan. Rupanya, yuzu merupakan salah satu jenis buah yang banyak digunakan dalam masakan Korea.

Menu makanan di restoran Shin The Korean Grill Foto: Safira Maharani/ kumparan

Menu lain yang tak kalah menarik, adalah black bean tagliatelle. Terinspirasi dari jjangmyeon --mi dingin khas Korea dengan pasta kacang kedelai hitam-- David mencoba memberikan sentuhan ala Italia dengan mengganti mi menjadi pasta. Tak lupa, daging udang sebagai topping-nya.

Menu black bean tagliatelle di restoran Shin The Korean Grill Foto: Safira Maharani/ kumparan

Sebuah perpaduan rasa yang menarik. Saus pasta kacang kedelai hitamnya terasa gurih, dengan konsistensi yang cukup kental. Cincangan kedelainya bertekstur legit, hampir mirip seperti daging.

Meski sebagian besar menunya merupakan makanan fusion, tapi mereka juga menyediakan menu tradisional Korea, yakni sup.

Chicken dakgejang yang kami cicipi tersaji dalam mangkuk keramik, dilengkapi dengan aneka acar khas Korea. Kuahnya cenderung bening, dengan isian yang cukup melimpah.

Menu chicken dakgejang di restoran Shin The Korean Grill Foto: Safira Maharani/ kumparan

Di dalamnya, terdapat potongan ayam yang berjejalan bersama jamur, sayuran, dan rempah-rempah seperti akar licorice. Sensasi hangat langsung menyusuri tenggorokan, dengan cecapan gurih dan ringan yang menjejak di lidah.

"Saya tidak ingin merubah keaslian dari supnya, karena inilah identitas dari makanan Korea. It's something we can show and prove, bahwa Shin The Korean Grill juga masih memiliki unsur tradisional yang kuat," jelas David Shin.

Tiba akhirnya kami mencicipi sang bintang utama, yakni chicken jumuluk dan shin beef bulgogi. Keduanya merupakan menu grill yang jadi andalan restoran tersebut.

Menu chicken jumuluk di restoran Shin The Korean Grill Foto: Safira Maharani/ kumparan

Chicken jumuluk terdiri dari potongan filet paha ayam yang dimarinasi bumbu bawang putih. Teksturnya empuk, dengan cita rasa gurih yang meresap hingga ke serat daging.

Sementara, shin beef bulgogi adalah daging sapi panggang yang dilumuri dengan saus ala Shin. Teksturnya amat lembut, menciptakan sensasi lumer saat masuk ke dalam mulut. Di tengah gurihnya daging, ada cecapan manis dari saus yang muncul.

Menu shin beef bulgogi di restoran Shin The Korean Grill Foto: Dok. Shin The Korean Grill

Menu daging yang disajikan di restoran Korea ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 175 ribu. Selain itu, Shin The Korean Grill juga menyediakan pilihan daging wagyu MB 9+, yang dijual per 100 gram.

Semua bahan diracik sendiri sebagai bagian dari halal practice

Meski masih berstatus muslim friendly, namun pihak restoran Shin The Korean Grill sedang dalam proses pengajuan sertifikasi halal. Untuk itu, mereka meracik sendiri semua bahan-bahannya, supaya kehalalannya terjamin. Bahkan, untuk saus dan cuka-nya sekalipun, David juga membuatnya sendiri.

Menu tofu salad di Shin The Korean Grill Foto: Safira Maharani/ kumparan

"Halal practice juga mengacu pada detail bahan-bahannya. Kalau kita mengimpor cuka dari luar sana, masih ada sedikit kandungan alkoholnya, sehingga tak lagi halal. Jadi untuk cuka-nya saja, kami juga meraciknya sendiri," tutur David.

Tak hanya proses pembuatan hidangannya yang benar-benar dijaga, mereka juga menyediakan fasilitas ruangan sholat untuk para pengunjung.

Tertarik berkunjung ke restoran Korea muslim friendly yang satu ini?

Shin The Korean Grill

Alamat: Jl. Gunawarman No.65, RT.4/RW.7, Rw. Bar., Jakarta Selatan

Jam buka:

Senin-Kamis (11.30-15.00 | 18.00-22.00 WIB)

Jumat, (pukul 13.00-16.00 | 18.00-23.00 WIB)

Sabtu (11.30-15.00 | 18.00-23.00 WIB)