Kumparan Logo

Siasat Dorong Industri F&B lewat Thaifex Anuga Asia 2022

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acara pameran Thaifex Anuga Asia 2022 di Thailand, Bangkok.
 Foto: Nurlaela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Acara pameran Thaifex Anuga Asia 2022 di Thailand, Bangkok. Foto: Nurlaela/kumparan

Untuk memenuhi kebutuhan para eksportir dan importir di industri makanan, Thailand kembali menggelar pameran makanan dan minuman berskala Internasional Thaifex Anuga Asia. Ini merupakan pameran makanan dan minuman terbesar yang diselenggarakan IMPACT Muang Thong Thani.

Pameran kali ini diikuti sekitar 1.603 exhibitor yang terdiri dari 881 exhibitor berasal dari luar Thailand dan 27 dari mereka merupakan perwakilan dari negara-negara seperti Korea Selatan, Vietnam, Malaysia, Turki, Italia, dan Indonesia. Jumlah partisipan tahun ini mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan tahun 2020.

"Tahun lalu, sayang sekali kami tidak bisa menyelenggarakannya karena pandemi COVID-19. 2020 kami selenggarakan menjadi event domestik, lebih kecil. Ini yang menurut kami menjadi perbedaan terbesar," kata Managing Director Koelnmesse sekaligus penyelenggara pameran yang bekerja sama dengan Departemen Promosi Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan, Thailand (DITP), Kamar Dagang Thailand (TCC), Mathias Kuepper, kepada awak media Indonesia di Thailand, Rabu (25/5).

Thaifex Anuga Asia 2022. Foto: Nurlaela/kumparan

Menurut Mathias, kembali diselenggarakannya pameran Thaifex Anuga Asia ini dapat memberikan peluang baru bagi industri food and beverage (F&B). Terlebih, mengingat adanya dampak pandemi yang juga dirasakan oleh industri ini.

"Thaifex Anuga Asia 2022 menjadi platform yang membantu mengurangi tantangan ini dan mendorong nilai dalam industri F&B, memungkinkan bisnis ini berkolaborasi dan berinovasi dalam waktu singkat sehingga diharapkan berbuah peningkatan diversifikasi, adanya peluang pertumbuhan baru, inovasi baru, dan penciptaan nilai bagi pemangku kepentingan," ujarnya.

Akibat pandemi COVID-19, operator industri makanan diharuskan mengadaptasi bisnis mereka untuk menghadapi pasar F&B yang berubah. Untuk itu, mereka, khususnya yang berfokus pada kategori kopi dan teh, fine food, layanan makanan, teknologi makanan, makanan beku, buah dan sayur, daging, beras, seafood, dan makanan manis berupaya menampilkan pendekatan berbeda dalam merancang dan memproduksi produk mereka untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Acara Thaifex Anuga Asia 2022. Foto: Nurlaela/kumparan

Sementara itu, Menteri Perdagangan Thailand, Jurin Laksanawisit, mengatakan, kendati di tengah gempuran COVID-19, Thailand masih masuk ke dalam negara dengan pengekspor makanan terbesar ke-13 di dunia dengan pangsa pasarnya 2,3 persen atau terbesar keempat di Asia. Negara yang dijuluki gajah putih itu mampu melakukan ekspor lebih dari 260 miliar Baht atau setara Rp 110,7 triliun pada kuartal pertama tahun 2022 atau tumbuh 28,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Keberhasilan ini tak lepas dari upaya kerja sama tim melalui mekanisme perdagangan sektor publik dan swasta, khususnya Komite Konsultatif Gabungan Sektor Publik dan Swasta untuk Perdagangan. Salah satu hasil mekanisme ini yakni jaminan pada dunia bahwa produk Thailand khususnya dari industri makanan dan pertanian, aman dan bebas COVID-19," kata Jurin.

Lebih lanjut Jurin menambahkan, kunci keberhasilan lainnya karena adanya sebuah inovasi dari Thai Food menjadi The Worlds Food. Perubahan ini diharapkan tidak hanya mempromosikan Masakan Thailand kepada dunia untuk dikenali, tetapi juga menanamkan keunikan dan pesona Thai dalam hati dan hati nurani orang-orang di seluruh dunia.

"Hal ini pada gilirannya akan menyebabkan permintaan yang lebih tinggi untuk produk dan layanan Thailand sambil meningkatkan ekspor Thailand ke dunia," jelasnya.