Strategi IKEA Indonesia Kelola Sampah Makanan di Restorannya

27 Oktober 2020 16:58 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi restoran IKEA Foto: Dok.Radiokafka/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi restoran IKEA Foto: Dok.Radiokafka/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Permasalahan sampah telah menjadi isu global sejak lama, terlebih di tengah pandemi masalah ini semakin menjadi fokus utama di berbagai negara. Termasuk, perusahaan perabot IKEA lewat bisnis kulinernya, IKEA Food, telah berhasil mengurangi limbah makanan sebesar 31 persen atau setara dengan 15.000 makanan pada tahun ini, dikutip dari rilis yang kumparan terima, Senin (26/10).
ADVERTISEMENT
Usaha ini dihitung menggunakan alat timbang pintar, Waste Watcher, dari tahun 2019 hingga 2020. IKEA Food juga mengumumkan bahwa mereka akan terus mengurangi limbah makanan melalui inisiatif program Food is Precious.
“Dengan program Food is Precious ini, kami yakin dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah pangan dan juga menginspirasi pelanggan kami untuk melakukan hal yang sama,” ujar Ririh Dibyono, IKEA Food Commercial Manager.
Swedish Meatball IKEA Foto: Instagram/@ikeaaustria
Dalam menjalankan program ini, akan berfokus pada upaya pencegahan dan daur ulang. Pengurangan limbah makanan di restorannya dimulai dari tatanan dapur, di mana mereka menerapkan lewat pendekatan Track, Monitor dan Reduce setiap harinya —untuk mengurangi jumlah makanan yang terbuang. Dari hasil laporan sistem Waste Watcher, perusahaan perabot ini lalu akan menganalisis cara terbaik untuk mengurangi sampah makanan.
ADVERTISEMENT
Selain mengawasi sistem dapur, mereka juga menghindari pembuangan sampah organik hingga menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang nantinya dapat menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan. Bekerjasama dengan Waste4Change dalam program Zero Waste to Landfill, IKEA mengelola limbah makanan menjadi kompos dan pengembang biak larva lalat black soldier flies (BSF).
Ilustrasi restoran IKEA Foto: Dok.Prachana Thong-on/Shutterstock
Upaya lain yang juga dilakukan adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu food waste di Indonesia. Oleh karena itu, pada 2021 mendatang, perusahaan ini bersama dengan Kedutaan Swedia di Indonesia dan Greeneration Foundation berencana untuk meluncurkan buku anak-anak tentang limbah makanan.
Melalui upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat mengurangi rata-rata limbah makanan yang dihasilkan dari operasional; dari sebelumnya 1,5 persen menjadi 0,5 persen. Berat limbah makanan IKEA juga berkurang 41 persen atau setara dengan 26 ton emisi karbon dioksida yang berhasil dihindari. Inisiatif perusahaan perabotan ini mungkin dapat menjadi gebrakan bagi perusahaan makanan lain untuk lebih menjaga lingkungan di restorannya.
ADVERTISEMENT
Reporter: Natashia Loi