Kumparan Logo

Studi: Makan Telur Seminggu Sekali Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Alzheimer

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi makan satu butir telur. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makan satu butir telur. Foto: Shutterstock

Telur merupakan salah satu bahan pangan yang sering dikonsumsi sehari-hari. Selain mudah diolah, telur juga dikenal kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Nah, salah satu studi terbaru mengungkap manfaat lain dari mengonsumsi telur secara rutin, yakni dapat membantu menurunkan risiko terkena penyakit Alzheimer.

Dilansir dari Cleveland Clinic, Alzheimer merupakan penyakit pada otak yang memengaruhi kemampuan berpikir dan daya ingat. Penyakit ini menjadi penyebab paling umum dari demensia dan umumnya dialami oleh orang berusia di atas 65 tahun.

Alzheimer disebut sebagai penyakit yang belum memiliki obat. Oleh karena itu, para peneliti terus mencari cara untuk mencegah atau memperlambat kemunculannya, salah satunya adalah melalui pola makan.

Studi yang menyoroti hal ini dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition (2024). Dalam studi tersebut, para peneliti meneliti lebih dari 1.024 lansia dengan rata-rata usia 81 tahun selama 6,7 tahun. Para peserta rutin mengisi kuesioner frekuensi makanan, dan tercatat bahwa lebih dari seperempat dari mereka mengalami Alzheimer selama periode studi.

Ilustrasi makan telur. Foto: Kikujiarm/Shutterstock

Mengutip Medical News Today, hasil analisis para peneliti menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi setidaknya satu butir telur per minggu memiliki risiko lebih rendah terkena Alzheimer. Bahkan, risikonya tercatat 47 persen lebih rendah dibandingkan individu yang hanya makan satu butir telur per bulan atau lebih jarang dari itu

Tak hanya itu, para peneliti juga menganalisis otak dari 578 peserta yang telah meninggal dunia. Hasilnya, mereka menemukan bahwa peserta yang rutin mengonsumsi satu butir atau lebih telur setiap minggu, cenderung memiliki penumpukan protein beracun yang lebih sedikit, yakni plak amiloid yang terkait dengan Alzheimer.

Dilansir National Institute on Aging (NIA), plak amiloid ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan otak pada penderita Alzheimer. Plak tersebut terbentuk dari protein beta-amyloid yang menggumpal di antara sel-sel otak, sehingga mengganggu komunikasi antar sel dan merusak fungsinya.

Para peneliti menilai bahwa manfaat telur dalam menurunkan risiko Alzheimer berkaitan dengan kandungan nutrisinya, terutama kolin. Kolin merupakan zat gizi penting yang dibutuhkan untuk membentuk asetilkolin, yaitu senyawa di otak yang berperan dalam memori dan fungsi kognitif.

Ilustrasi lansia didampingi perempuan muda. Foto: Shutter Stock

Asupan kolin yang cukup diyakini dapat membantu melindungi otak dari penurunan fungsi akibat penuaan atau Alzheimer. Meski tubuh kita dapat memproduksi kolin secara alami, jumlahnya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan harian. Maka dari itu, kolin perlu diperoleh dari makanan, yang mana telur jadi salah satu sumber kolin yang baik dan mudah dijangkau.

Selain kaya akan kolin, telur juga mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk mendukung kesehatan otak seiring bertambahnya usia. Para ahli menilai bahwa kolin dan omega-3 bekerja secara sinergis untuk melindungi otak dari penurunan fungsi kognitif akibat penuaan.

“Sekitar 39–40 persen dari efek perlindungan tersebut dijelaskan oleh tingginya asupan kolin dari makanan. Kuning telur juga mengandung asam lemak omega-3 yang dikenal memiliki sifat neuroprotektif. Kombinasi antara kolin dan omega-3 mungkin sangat bermanfaat bagi kesehatan otak,” ungkap Christopher U. Missling, ilmuwan yang tidak terlibat dari studi ini.

Dengan kandungan kolin dan omega-3 yang mendukung fungsi otak, telur bisa jadi pilihan asupan sederhana yang bermanfaat di masa tua. Meskipun bukan satu-satunya faktor yang menentukan risiko Alzheimer, pola makan sehat tetap berperan penting dalam menjaga kesehatan otak.

Reporter Salsha Okta Fairuz