Kumparan Logo

Studi: Nonton Mukbang Bisa Atasi Rasa Kesepian

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi membuat konten mukbang. Foto: New Africa/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat konten mukbang. Foto: New Africa/Shutterstock

Mukbang merupakan tren menonton seseorang sedang makan makanan dalam jumlah porsi yang banyak. Tren ini pertama kali hadir di Korea Selatan pada sekitar tahun 2010-an.

Menariknya, bukan sekadar tontonan, dilansir Food and Wine, penelitian ilmiah berjudul "The Psychology of Mukbang Watching: A Scoping Review of the Academic and Non-academic Literature", telah membuktikan bahwa menonton mukbang memiliki beberapa manfaat psikologis.

Sebelumnya, MinJi Kim, PhD, asisten profesor hubungan masyarakat di Flagler College menjelaskan terlebih dahulu bahwa istilah mukbang berasal dari dua kata dalam bahasa Korea, 'muk-da' (makan) dan 'bang-song' (siaran), yang berarti "siaran makan". Tren siaran makan asal Korea Selatan ini muncul pertama kali pada 2010-an.

Kini, mukbang hadir di berbagai platform streaming global hingga media sosial sehingga orang-orang lebih mudah mengaksesnya. Christina Ni , MD, seorang psikiater bersertifikat menerangkan, "Orang menonton untuk hiburan, ulasan makanan, merasakan pengalaman makan yang biasanya tidak bisa mereka coba, dan —yang terpenting— untuk mengurangi kesepian serta seperti 'ditemani' saat makan."

Ilustrasi membuat konten mukbang. Foto: Shutterstock

Manfaat mukbang secara psikologis ini telah ditelaah berdasarkan 11 penelitian akademis di berbagai disiplin ilmu, yang menyatakan bahwa menonton mukbang disebut punya konsekuensi positif; seperti berkurangnya perasaan kesepian dan isolasi, walaupun ada juga penelitian yang menyebut konsekuensi negatif mukbang, seperti mempromosikan gangguan makan.

Lebih lanjut, Ni menambahkan bahwa pengalaman nonton mukbang menyasar beberapa titik psikologis, misalnya keintiman (melihat seseorang makan dari dekat). Selain itu, gabungan dari kesenangan sensori (visual dan suara) dan ritual sosial (makan), yang bisa tersedia kapanpun diinginkan, ternyata punya efek yang kuat.

Bagi sebagian orang, mendengar suara kecapan mulut seseorang yang sedang makan mungkin mengganggu, tapi bagi penonton setia mukbang, Kim mencatat, elemen sensori dari tontonan ini —termasuk visual, suara, dan ekspresi wajah— menjadi daya tarik terbesar.

instagram embed

"Ketika kreator mukbang menggunakan mikrofon ASMR berkualitas tinggi yang halus, setiap detail dari suara renyah, seruputan, dan gigitan diperkuat, dan isyarat sensorik yang dilebih-lebihkan ini meningkatkan realisme, membenamkan penonton dalam momen tersebut seolah-olah mereka berada di sana bersama pembawa acara," jelas Kim.

Selain itu, Kristin Anderson , LCSW, seorang psikoterapis berlisensi, menekankan bahwa manfaat terpenting menonton mukbang adalah, "Menghadirkan pengalaman sosial 'makan bersama' orang lain ke dalam ruang virtual."

Anderson juga mengungkapkan dalam beberapa kasus, penonton bahkan mengatur waktu makan mereka sendiri agar bersamaan dengan menonton mukbang agar lebih menggugah selera.

Nah, kalau kamu suka juga menonton mukbang?