Suka Makan Ayam Pop? Ini 6 Fakta Uniknya!
·waktu baca 4 menit

Meski berwarna pucat, makanan yang satu ini kerap diburu banyak orang. Ya, ayam pop menjadi salah satu hidangan terpopuler dari rumah makan khas Minang.
Siapa sangka, di balik warna putihnya, ayam pop memiliki kekayaan rasa yang tiada tara. Bumbunya yang meresap sempurna selalu bikin orang ketagihan. Hmm, Bagi kamu yang sudah pernah menikmati sajian ini, mengingatnya saja sudah bikin perut lapar, bukan?
Hidangan khas Sumatra Barat ini memang sangat populer di Indonesia dan sudah puluhan tahun jadi favorit pecinta kuliner. Namun, belum banyak yang tahu bagaimana awal mula kemunculan makanan ini dan kenapa pula dinamakan ayam pop?
Mau tahu lengkapnya? Yuk, simak ulasannya!
1. Meski terlihat pucat, ayam pop termasuk dalam kategori ayam goreng lho!
Bagi kamu yang belum pernah mencicipi ayam pop, pasti kamu menyangkal makanan ini hanya dikukus, bukan? Ya, dari segi penampakannya, ayam pop memang seperti dikukus karena berwarna putih pucat bukan cokelat keemasan layaknya ayam goreng pada umumnya.
Padahal, ayam pop juga termasuk dalam kategori ayam goreng. Warna ayam masih putih dikarenakan proses memasaknya direbus dahulu, kemudian digoreng sebentar. Sehingga kulit ayam tak garing, tetapi juga tak lembek. Dagingnya pun masih lebih lembut dari ayam goreng biasa.
Kendati demikian, sebelum digoreng, daging ayam telah lebih dahulu diungkep (atau direbus) bersama bumbu-bumbunya. Jadi meski berwarna putih pucat, daging ayam pop memiliki rasa gurih dan bikin nagih.
2. Proses pengolahan ayam pop lebih panjang daripada ayam goreng biasa
Eits, meski berwarna putih pucat, proses pembuatannya lebih lama dari ayam goreng. Pasalnya, pengolahan ayam ini tidaklah sembarangan.
Setelah ayam dipotong dan dibersihkan, ia direbus terlebih dahulu dengan bumbu halus. Kemudian, ayam direbus lagi dengan tambahan air kelapa agar cita rasa dan aroma gurih pada daging ayam dapat lebih pekat.
Setelah tekstur dagingnya sudah empuk,ayam diangkat dan tiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selanjutnya, ayam digoreng sebentar agar daging ayam tidak kering dan dapat menjaga warna putih pucatnya.
Dari proses yang panjang, tak heran ayam pop rasanya begitu nikmat dengan bumbu yang meresap sempurna. Hmm jadi enggak sabar ke restoran padang untuk mencoba kenikmatannya, bukan?
Tenang, kamu engga perlu ke rumah makan padang untuk menikmati menu yang satu ini. Apalagi sampai repot-repot bikin hingga berjam-jam. Sebab, kepopuleran ayam pop yang gurih bikin nagih membuat Indomie kembali berinovasi. Ya, di ulang tahun yg ke-50, Indomie menghadirkan inovasi terbaru yaitu Indomie Goreng Ayam Pop yang rasanya otentik banget seperti Ayam Pop khas Sumatra Barat!
Rasanya dijamin pop markopop! Tekstur mi bulat dan kenyal, aromanya mantap, kaya akan rasa dan rempah. Selain itu, Indomie goreng ini juga dilengkapi dengan sambal ayam pop yang khas bercampur dengan minyak bumbu. Tak lupa bubuk cabe merah yang pedesnya bikin nagih!
Indomie Goreng Ayam Pop ini sudah tersedia di Indomie Official Store e-commerce kesayangan kalian. Varian ini juga sudah tersedia di supermarket dan minimarket terdekat kalian!
3. Konon, ayam pop sudah ada sejak 1950-an
Restoran bernama Family Benteng Indah di Bukittinggi, Sumatera Barat, di sebut-sebut sebagai tempat asal hidangan ayam pop. Uniknya, rumah makan yang berdiri sejak tahun 1950-an ini tadinya hanya menjual ayam goreng. Karena dibanjiri oleh para pembeli sehingga pemiliknya merebus banyak ayam (bersama bumbu-bumbu lain) guna memangkas waktu tunggu pesanan.
Rupanya cara cepat itu membuat ladang rezeki. Rumah makan ini dapat menjual lebih dari 250 ekor ayam pop. Jika dipotong menjadi empat bagian dapat mencapai 1.000 potong. Tak hanya makan langsung di restoran, kini banyak pengunjung yang menjadikan ayam pop di restoran ini sebagai buah tangan khas Bukittinggi.
4. Nama pop dari musik dan berarti populer
Dinamai ayam pop karena pada masa itu restoran ini kerap mengadakan pertunjukan musik. Tren genre musik yang populer saat itu adalah musik pop, jadilah nama ayam pop dipakai hingga sekarang. Namun sesuai namanya, ayam pop—yang berarti populer—sangat laris manis sejak awal kemunculannya hingga saat ini.
5. Tak sembarangan menggunakan jenis ayam
Usut punya usut, ayam pop menggunakan ayam kampung yang memang memiliki cita rasa gurih dan tekstur yang khas dibanding jenis ayam lain. Selain itu bagian ayam yang kerap digunakan adalah bagian paha dan dada.
6. Paling enak disantap dengan sambalnya
Hal yang paling istimewa dari hidangan ayam pop ini adalah sambalnya berwarna merah dengan rona jingga yang bertekstur halus. Sambal tersebut menggunakan daun jeruk, kayu manis, tomat, dan petai. Rasanya pedas, asam, dan sedikit pahit.
Ketika mencocol ayam pop dengan sambal ini, rasa ayam akan mendominasi. Selain aroma rempah yang pekat, cita rasa khas dari ayam pop yakni gurih dengan sedikit sensasi asam. Paduan rasa ini berasal dari daging ayam kampung yang diperkuat dengan rebusan air kelapa dan bumbu kaya rempahnya.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Indomie
