kumparan
13 Feb 2019 12:40 WIB

Sumatera Prestige Cup 2019: Cari Kopi Lokal Terbaik untuk Ajang Dunia

Kopi dan biji kopi Foto: Pexels
Belakangan ini gaung kopi Indonesia terdengar sungguh positif. Banyak yang bilang kalau kopi Indonesia sudah layak bersanding dengan negara lain. Namun, kerap pandangan tersebut datang dari masyarakat Indonesia, tepatnya kita yang memang bangga dengan kopi sendiri. Lantas, bagaimana dengan ahli kopi Internasional yang telah mencicipi banyak jenis dari berbagai negara?
ADVERTISEMENT
Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, sebuah pilot project bertajuk Sumatera Prestige Cup 2019 digagas. Proyek perburuan biji kopi ini bertujuan untuk menemukan biji hijau terbaik milik petani kopi Nusantara. Ajang ini akan berlangsung pada 15 Februari hingga 15 Maret 2019.
Suasana diskusi proyek Sumatera Prestige Cup 2019 (11/2) Foto: Toshiko/kumparan
Kompetisi ini bakal digelar di dua kota. Tahapan pertama akan berjalan di Bandung. Kemudian, tahapan berikutnya hingga final akan berlangsung di Takengon, Aceh.
Sumatera Prestige Cup 2019 memberikan kesempatan kepada para petani kopi dari Takengon, Aceh Barat, untk berkompetisi. Takengon dipilih lantaran musim panennya yang berdekatan dengan kalender kompetisi.
"Selain itu, berdasar penelusuran kami, Takengon bisa dikatakan daerah penghasil kopi yang paling siap, baik secara individu petani maupun kondisi perkebunannya," ungkap Michael Utama, Koordinator Proyek Sumatera Prestige Cup 2019, seperti dalam rilis yang diterima kumparanFOOD.
ADVERTISEMENT
Proyek ini merupakan kompetisi pertama di Asia yang mematuhi semua aturan lomba, cupping, dan standart protokol yang sudah dirintis progran Cup of Excellence --ajang pencarain biji kopi terbaik dari yang terbaik di dunia-- sejak 1999. Pemilihan kualitas kopi, gudang, audit pelaksanaan dan keuangan, hingga pengeksporan biji kopi pemenang dijamin telah memenuhi standar COE.
Sumatera Prestige Cup 2019 merupakan sebuah langkah untuk mempersiapkan kopi lokal untuk menyongsong ajang resmi Cup of Excellence Indonesia 2019, November mendatang.
"Nantinya kopi akan di lelang. Dari 41 akan dipilih 24, kemudian menjadi 10 untuk dimajukan ke COE pada November nanti," jelas Syarifuddin, Ketua Specialty Coffee Association Indonesia di Trafique Coffee, Kebayoran Baru (11/2)
Syarifuddin, Ketua Specialty Coffee Association Indonesia. Foto: Toshiko/kumparan
Dalam Cup of Excellence, semua kopi Indonesia yang dibawa akan diuji kembali. Aneka kopi ini akan dinilai oleh 12 juri nasional dan 12 juri internasional dari ACE (Alliance for Coffee Excellence, Inc). ACE telah melatih ratusan cupper selama bertahun-tahun dan juga membantu mengembangkan keterampilan yang berharga untuk sektor kopi lokal.
ADVERTISEMENT
Sementara itu Adi Taroepratjeka, Koordinator National Jury and Cupper mengungkap bahwa dengan mengikuti COE, kopi Indonesia bisa mendapatkan pengakuan dari mereka yang benar-benar ahli kopi. Mereka pun akhirnya bisa menilai pangsa pasar dan kualitas kopi Indonesia.
"Rasa itu relatif, maka kita pakai juri Internasional juga. Supaya tidak menurut kita saja yang memang bangga dengan kopi Nusantara, tapi ini benar-benar diakui juga di lidah dunia," ungkap Adi menutup presentasinya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan