Kumparan Logo

Tanggapan Es Krim Ragusa soal Pemiliknya yang Dibilang Galak

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Es Krim Ragusa Foto: Munady
zoom-in-whitePerbesar
Es Krim Ragusa Foto: Munady

Toko es krim Ragusa terkenal sebagai salah satu kuliner legendaris di Jakarta. Tempat makan ini selalu masuk dalam rekomendasi kuliner wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Jakarta.

Di balik kepopulerannya, toko es krim ini juga sempat diterpa isu bahwa pemiliknya tidak ramah alias galak. Isu ini pun beredar cukup lama dan membuat beberapa orang menjadi enggan ke toko es krim ini.

KumparanFOOD pun mengkonfirmasi mengenai berita ini langsung kepada pemiliknya, Hj Sias Mawarni Saputra atau yang akrab disapa oma Sias, saat kami temui di sebuah acara di Dharmawangsa, Jakarta (9/6).

Oma Sias mengaku sudah mengetahui berita itu sejak lama. Namun dirinya membantah bahwa sebenarnya itu bukanlah dia atau keluarganya.

Hj Sias Mawarni Saputra, pemilik es krim Ragusa. Foto: Azalia Amadea/Kumparan

"Itu mah pegawai," ujarnya kepada kumparan secara singkat.

Lebih lanjut, oma Sias menceritakan bahwa sebenarnya kejadian itu berawal dari perseteruan antara dirinya dan pedagang kaki lima yang berjualan di depan tokonya.

Lantaran cukup banyak pedagang kaki lima di depan tokonya yang kemudian menjual makanan kepada pelanggannya, dan membuat tempat makannya menjadi area makan bagi pedagang tersebut.

"Aduh saya juga kasihan sama pegawai saya yang suka ditekan sama penjual makanan yang di depan toko sate segala. Harga makanan itu dijual mahal padahal itu makanan kaki lima, tapi yang kena dikatain itu kita, padahal kita enggak nerima se-sen pun dari pedagang itu di depan," lanjutnya.

Para pedagang kaki lima itu kurang bisa diajak kerja sama sehingga kadang tamu mereka makannya di dalam toko Ragusa. Sementara, pelanggan tersebut tak memesan makanan dari Ragusa. Sehingga dirinya merasa merugi dengan keadaan seperti itu.

Es Krim Ragusa Foto: Munady

Kejadian lain juga diungkapkan oleh Virginia Indri, cucu oma Sias. Menurutnya, terkadang pegawainya memang berlaku kurang ramah karena keadaan toko yang ramai sesak.

"Terutama kalau lagi rame, kadang lucu ada saja pelanggan yang pertanyaannya lucu-lucu. Misal, banana split ada pisangnya gak? Nah, kadang yang kayak gitu kan 'gatel' ya," kata perempuan berusia 28 tahun itu.

"Jadi memang dari satu sisi namanya customer maunya dilayani memang dengan ramah, tapi kadang jadi gemes saja. Ya, mungkin penerimaan orang kan beda-beda, ya. Mungkin saat itu pegawai kita lagi kurang sabar saja melayani pelanggan jadi 'jutek'," pungkas Gina.