Kumparan Logo

Terinspirasi Social Distancing, Restoran Ini Hanya Boleh Dikunjungi Satu Orang

kumparanFOODverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Restoran  Bord för En di Swedia Foto: Dok. Bord för En
zoom-in-whitePerbesar
Restoran Bord för En di Swedia Foto: Dok. Bord för En

Pandemi virus corona telah menciptakan pukulan keras bagi industri hospitality. Banyak hotel dan restoran yang terpaksa tutup akibat bangkrut, semenjak penyebaran wabah tersebut makin marak.

Pergeseran kebiasaan bersantap pun terjadi, semenjak penerapan social distancing. Kegiatan makan di tempat banyak dihentikan, dan restoran-restoran yang masih buka hanya bisa melayani pemesanan via delivery atau take away.

Menariknya, konsep social distancing ini justru menginspirasi pasangan asal Swedia, Rasmus Persson dan Linda Karlsson untuk membuat sebuah project restoran yang hanya bisa dikunjungi oleh satu orang saja.

Restoran Bord för en --yang berarti meja untuk satu orang-- merupakan restoran outdoor yang berlokasi di Ransäter, Värmland, West Central Swedia. Restoran milik Persson dan Karlsson punya konsep hanya ada satu meja dan satu kursi yang diletakkan di tengah padang rumput berjarak 45 meter dari rumah mereka.

Restoran Bord för En Foto: Dok. Bord för En

Tiap harinya, hanya ada satu pengunjung saja yang bisa bersantap di restoran ini. Dilansir Food and Wine, tak akan ada pelayan yang melayani para pengunjung. Sebagai gantinya, makanan akan diantarkan lewat keranjang yang dioperasikan dengan tali dari jendela dapur.

Ide ini muncul saat mereka mengirimkan makanan untuk orang tua Karlsson selama pandemi.

Rasmus Persson, yang juga seorang koki terlatih, akan memasak makanannya. Mengingat tak semua bahan-bahan dan sembako tersedia, mereka harus menyesuaikan dengan bahan lokal yang ada.

Menunya pun selalu berganti tiap hari. Pengunjung bisa menikmati menu three-course yang bisa disantap untuk sarapan, makan siang, atau makan malam.

Seluruh hidangan tersebut akan ditemani dengan minuman spesial yang sudah dikurasi oleh Joel Söderbäck, pendiri Linje Tio (yang sekarang bernama Tjoget), salah satu bar yang masuk dalam daftar World's 50 Best Bars 2019.

Menu di Restoran Bord för En Swedia Foto: Dok. Bord för En

Salah satu contoh menunya, råraka, kentang hash brown ala Swedia yang dipadukan dengan caviar rumput laut, smetana, dan semanggi. Lalu, ada juga menu black & yellow yang terdiri dari puree wortel dan jahe, mentega hazelnut, kroket jagung manis, serta akar umbi-umbian.

Untuk harganya, pengunjung bisa menyumbang secara sukarela. Lalu, setelah para tamu pergi, Karlsson dan Persson tak akan menyentuh meja dan kursi selama enam jam, baru kemudian membersihkannya setelah melalui rentang waktu tersebut.

Para tamu juga harus meletakkan piring kotor di kontainer yang sudah disediakan. Nantinya, Karlsson dan Persson akan mencucinya sebanyak dua kali.

Menu di Restoran Bord för En Swedia Foto: Dok. Bord för En

Mengutip dari Robb Report, keduanya telah menyiapkan konsep restorannya dengan sangat detail untuk memberikan pengalaman untuk para tamu. Menariknya, mereka juga akan meniadakan interaksi dengan pengunjung.

Jadi, para tamu akan mengikuti petunjuk dari halte bus yang ada di dekat restoran, dan berjalan mengikuti arahan tali yang terpasang untuk menuju meja.

Pasangan tersebut juga berencana untuk membuka lebih banyak restoran yang menawarkan pengalaman makan sendiri. Tapi, mereka tetap akan membatasi pengunjung hanya satu orang saja, meski virus corona telah lenyap.

"Bagi kami, ini adalah konsep ideal untuk menyantap makanan. Tak ada distraksi sosial yang mengganggu cita rasanya --hanya ada kamu, dan makananmu," pungkas Karlsson.

Restoran Bord för en rencananya akan dibuka pada tanggal 10 Mei, hingga 1 Agustus 2020. Wah, sepertinya bisa jadi pengalaman makan yang sangat menarik, ya!

embed from external kumparan

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.