Kumparan Logo

Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Maag

kumparanFOODverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi maag (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi maag (Foto: Thinkstock)

Selain mendatangkan pahala, puasa juga bisa memberikan dampak yang baik untuk kesehatan. Bahkan, tak sedikit orang yang menjadikan momen bulan suci Ramadhan untuk memperbaiki kesehatan tubuh.

Meski begitu, bagi beberapa orang yang menderita penyakit tertentu, ibadah puasa terkadang tak bisa dijalani dengan lancar. Khususnya untuk orang yang memiliki penyakit maag, naiknya HCl atau asam lambung sering dirasakan saat sedang berpuasa. Akibatnya, rasa nyeri tak tertahankan pada perut bagian bawah dan ulu hati kerap dialami oleh penderita maag.

Sebenarnya, penderita maag tetap bisa berpuasa dengan aman dan nyaman tanpa mengalami rasa nyeri tersebut. Karena menurut Prof. Dr. Made Astawan, ahli gizi IPB (Institutt Pertanian Bogor), selama belum kronis, penderita maag masih diperkenankan untuk berpuasa. Bahkan, banyak juga penelitian yang membuktikan bahwa puasa dapat meningkatkan kondisi kesehatan penderita maag.

"Puasa kan makanannya teratur. Keteraturan ini malah berdampak baik pada penderita maag, sepanjang maagnya tidak terlalu kronis, masih boleh puasa," terangnya saat ditemui kumparanFOOD beberapa waktu lalu.

Ilustrasi perut sakit (Foto: Dok. Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perut sakit (Foto: Dok. Thinkstock)

Prof. Made juga memberikan tips berpuasa yang aman dan nyaman untuk penderita maag. Menurutnya, penderita maag harus memperhatikan beberapa hal agar ibadah puasanya senantiasa berjalan lancar. Seperti memberikan sugesti kepada tubuh agar lambung dan sistem pencernaan menjadi lebih kuat selama berpuasa.

"Dengan berniat di awal (puasa), itu dapat mengubah sistem hormonal kita. Niat ini yang bisa menjinakkan lambung," ujar Prof. Made.

"Lambung secara teoritis tidak boleh kosong selama empat jam. Tapi kalau kita berpuasa, hormon dan enzim dapat dikendalikan dan bekerja lebih lambat," tambahnya.

Kacang (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Kacang (Foto: Thinkstock)

Selain memperkuat niat dan sugesti agar badan lebih kuat menghadapi puasa, salah satu hal yang tak boleh dilupakan adalah memperhatikan dengan seksama pola makan yang bergizi saat sahur dan buka puasa. Dalam penjelasannya, Prof. Made menyarankan untuk memperbanyak asupan makanan low glycemic index (LGI) yang dapat membuat rasa kenyang bertahan lama.

Makanan yang memiliki indeks glikemik rendah seperti kacang-kacangan, gandum, ikan, dan buah-buahan akan membuat proses pencernaan melambat sehingga kerja lambung pun tak terlalu berat. Sebaliknya, makanan yang tinggi indeks glikemik seperti roti putih, gula, dan kue manis akan mempercepat kerja lambung sehigga produksi HCl pun ikut meningkat.

"Asam lambung bekerja menghancurkan makanan. Dengan konsumsi makanan LGI, kerja lambung akan menjadi lebih lambat sehingga asam lambung tidak mudah naik," tutup Prof. Made mengakhiri perbincangan.