Tradisi Kuliner Warga Islandia, Panggang Roti dalam Tanah, Andalkan Panas Bumi!

30 November 2022 11:56
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi roti khas warga Islandia yang dipanggang menggunakan panas bumi. Foto: GPritchettPhoto/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi roti khas warga Islandia yang dipanggang menggunakan panas bumi. Foto: GPritchettPhoto/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Kuliner, tak hanya berbicara mengenai rasa makanan saja, tetapi cara membuat yang unik dan khas pun menjadi daya tarik. Jika Jepang terkenal dengan tradisi nyotaimori, makan sushi di atas tubuh tak berbusana perempuan, maka Islandia mempunyai tradisi tak kalah unik lainnya; yaitu memanggang roti dalam tanah.
ADVERTISEMENT
Mengutip Food NDTV, sebuah daerah di Islandia bernama Laugarvatn telah terkenal akan tradisi unik masyarakatnya yang memanggang roti dalam tanah. Bahkan, tradisi ini dipercaya telah ada sejak berabad-abad lalu, dan menjadi sebuah kebiasaan turun-temurun masyarakat di daerah tersebut.
Laugarvatn, dikenal memiliki danau dengan sumber mata air panas hingga 100 derajat celsius. Oleh karena itu, alih-alih menggunakan oven untuk memanggang sebuah roti; masyarakat di tempat tersebut terbiasa menggunakan media tanah.
Bahkan, diketahui juga bahwa bukan hanya untuk memanggang roti, tetapi hal lain; seperti merebus telur, memasak semur, dan kue, juga kerap kali menggunakan sumber panas dari bumi tersebut.

Proses memanggang roti di dalam tanah

Ilustrasi wilayah Laugarvatn, Islandia. Foto: Kristi Blokhin/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wilayah Laugarvatn, Islandia. Foto: Kristi Blokhin/Shutterstock
Beruntungnya, kamu tidak perlu pergi jauh ke Islandia untuk sekadar melihat proses memanggang makanan unik ini. Hal ini karena seorang perempuan dengan nama akun @kyanasue mengunggah cara memanggang roti tersebut melalui Instagramnya, dengan judul reels "Real Life In Iceland: Geothermal Bakery".
ADVERTISEMENT
Bahkan, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 67 ribu kali dan disukai oleh lebih dari empat ribu pengguna. Tentu, video unik tersebut juga menarik banyak perhatian untuk mencurahkan pendapatnya dalam kolom komentar, seperti berikut:
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Saya berada di tempat ini tepat sebulan yang lalu dan menyaksikan sendiri proses ini! Itu sangat mengejutkan,” ujar pemilik akun bernama @nia.indriati_lh.
“Oh Tuhan, itu adalah hal terkeren yang pernah saya lihat selama ini,” timpal akun bernama @thetaroqueen.
Ilustrasi pembuatan roti tradisional khas warga Islandia. Foto: evgeniarusinova/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembuatan roti tradisional khas warga Islandia. Foto: evgeniarusinova/Shutterstock
Lebih lanjut, dalam unggahannya, perempuan tersebut menjelaskan bahwa panas bumi yang berasal dari sumber mata air terdekat, seakan telah menjadi oven darurat untuk memanggang roti. Pada awalnya, adonan roti akan dimasukkan ke dalam panci berukuran besar dengan penutup di atasnya.
ADVERTISEMENT
Kemudian, panci tersebut akan dilapisi oleh pelindung yang terbuat dari plastik, untuk menjaganya tetap utuh. Langkah terakhir, tentu mengubur panci berisi adonan roti tersebut menggunakan tanah di dekat sumber mata air panas.
Dengan adanya sumber panas dari dalam bumi, kamu hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk merebus telur, dan 24 jam untuk memanggang roti; sebelum mencangkul besi untuk menggali panci tersebut. Biasanya, warga sekitar menikmati roti yang dipanggang dari dalam tanah tersebut dengan tambahan mentega, selai, madu, gula hingga saus tertentu.
Nah, bagaimana menurut kamu? Apakah kamu sekarang malah tertarik berkunjung langsung ke Laugarvatn, Islandia untuk merasakan roti yang dipanggang dari dalam bumi? Atau, justru kamu juga mempunyai cara unik lainnya dalam memanggang sebuah roti? Tulis di kolom komentar, ya!
ADVERTISEMENT
Penulis: Riad Nur Hikmah
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020