Tren Camilan Fatcaron ala Korea, Apa Bedanya dengan Macaron Khas Prancis?
·waktu baca 3 menit

Kamu mungkin sudah tidak asing dengan camilan khas Prancis, macaron. Ya, umumnya kue ini terdiri dari aneka warna nan menggemaskan. Tak hanya eye-catching, macaron memiliki tekstur yang khas, yakni renyah di luar dan lembut di dalam.
Macaron merupakan salah satu jenis kue kering asal Prancis. Berbahan dasar meringue yang terbuat dari tepung almond, putih telur, dan gula bubuk atau icing sugar. Macaron Memiliki bentuk bulat yang ditumpuk laiknya sandwich, dengan isian manis. Seperti selai, buttercream atau ganache.
Camilan satu ini identik dengan tekstur luar yang renyah dan lembut di dalam; serta tampilan yang menarik dengan warna-warna menggemaskan. Tak hanya populer di negara asalnya, macaron juga berhasil mencuri perhatian masyarakat Korea. Namun, ada yang unik dengan macaron yang dijual di Negeri Ginseng tersebut.
Ya, di sana ada macaron yang dibuat dengan ukuran lebih besar. Namanya, fatcaron atau dalam bahasa Koreanya ‘ttung-carons’. Mengutip The Korea Herald, ttung berasal dari kata Korea yang artinya lemak. Sesuai dengan namanya, macaron ala Korea ini punya ukuran lebih besar dan isian krim tebal. Itulah mengapa camilan ini diberi nama “fatcaron”, ya karena memang tampak tebal dan lebih gemuk dari macaron asli.
Tren kuliner yang diadaptasi dari dessert ala Prancis ini sangat berkembang pesat di Negeri Ginseng. Hal ini juga didorong oleh unggahan masyarakat Korea mengenai macaron dengan bentuk unik ini di media sosial. Membuat siapa saja yang melihatnya penasaran pengin mencoba.
Menurut Jeong Eun-ji, pemilik SomSom Bakery di Seoul yang menjual fatcaron, kemunculan tren ini awalnya bermula dari permintaan masyarakat. “Banyak yang menginginkan ukuran yang lebih besar dan krim yang lebih banyak dengan harga yang sama,” ujarnya.
Meski memiliki ukuran yang tebal dan isian banyak, fatcaron justru memiliki rasa yang tidak terlalu manis dibandingkan dengan macaron. Ini karena, pada dasarnya orang Korea memang tidak terlalu menyukai makanan penutup dengan rasa manis legit.
Tren fatcaron ini pun menginspirasi salah satu pebisnis kuliner Indonesia, yaitu Stella Natalia. Ia pun menambahkan kudapan asal Korea ini dalam produk unggulan di usaha kuenya, yakni Mamamoo Bakehouse. Stella mengaku bahwa hal ini juga didasari dengan minat masyarakat Indonesia saat ini yang begitu tertarik dengan budaya Korea.
“Karena kita banyak terinspirasi dari K-POP dan selebriti Korea seperti K-drama, oleh karena itu, jadi banyak yang suka produk-produk Korea, yang berbau-bau Korea. Jadi, kita berusaha follow the hype,” ujarnya kepada kumparanFOOD, Jumat (7/1).
Stella pun lebih lanjut mengatakan pada dasarnya proses pembuatan fatcaron dan macaron itu tidak jauh beda. Hanya saja, fatcaron tidak terlalu manis dibandingkan dengan macaron yang biasa kita temui. Selain itu, isian fatcaron juga lebih banyak meskipun begitu rasa manisnya lebih ringan.
“Jadi, kalau dari macaron itu kan aslinya dari Prancis, cuma di Korea itu memang dia buat fatcaron ini lebih less sweet dari macaron biasanya, tekstur krimnya juga beda, ya jadi dia lebih light. Makanya isinya memang lebih banyak. Lebih gendut, tapi enggak enek. Karena lebih light tekstur krimnya,” jelas Stella.
Selain memberikan sensasi yang berbeda, fatcaron juga memiliki cita rasa yang lebih cocok dengan lidah Asia. Di korea, biasanya fatcaron berisi buah segar, potongan cokelat, dan biskuit. Serta, ada juga rasa unik lain seperti roti bawang putih, keju jagung, truffle, hingga pizza.
Nah, bagaimana dengan kamu, sudah pernah mencoba kue fatcaron ala Korea ini?
Reporter: Destihara Suci Milenia
