Veganuary Indonesia, Gerakan Ajak Masyarakat Jadi Vegan Sebulan

29 Desember 2021 14:02 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Peluncuran Veganuary Indonesia. Foto: dok.VeganuaryIndonesia
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran Veganuary Indonesia. Foto: dok.VeganuaryIndonesia
ADVERTISEMENT
Brand restoran vegan, Burgreens bersama dengan Green Rebel, startup yang memproduksi daging dan keju nabati meluncurkan gerakan “Veganuary Indonesia” pada Selasa (28/12). Bertujuan mengajak masyarakat Indonesia untuk mencoba mengonsumsi makanan berbasis 100 persen nabati selama bulan Januari 2022.
ADVERTISEMENT
Bukan tanpa alasan, kampanye ini hadir untuk meningkatkan kesehatan serta sebagai upaya melindungi lingkungan. Veganuary sebenarnya merupakan gerakan yang pertama kali diinisiasi oleh organisasi nirlaba asal Inggris pada 2014. Mereka mengajak orang untuk mencoba diet vegan atau makanan berbasis 100 persen nabati di bulan Januari. Di tahun 2021 mereka telah berhasil mengajak 500.000 orang dari berbagai belahan dunia untuk bergabung.
Sebagai pionir di industri makanan sehat dan ramah lingkungan, yang tergabung dalam Green Family Group, Burgreens dan Green Rebel menganggap bahwa kampanye Veganuary sangatlah penting, terutama sebagai ajang untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang “Planetary Healthy Diet”.
“Sekarang kita tidak bisa hanya mempromosikan pola makan sehat tanpa melihat kesanggupan bumi untuk memproduksi makanan tersebut. Protein hewani terutama daging merah dan produk susu, adalah makanan yang paling tidak ramah bumi karena merupakan kontributor utama gas metana, dan mengambil banyak sekali penggunaan lahan dan air. Kembali ke diet nenek moyang Indonesia yang kaya akan ragam protein nabati dan rendah konsumsi daging hewan dan susu sapi, sangat sejalan dengan Planetary Healthy Diet,” ujar Helga Angelina, co-founder dan CEO dari Burgreens dan Green Rebel saat peluncuran virtual Veganuary Indonesia.
Peluncuran Veganuary Indonesia. Foto: dok.VeganuaryIndonesia
Menurut riset EAT oleh Dr. Brent Loken, Indonesia sudah dalam batas maksimal bumi untuk konsumsi daging merah; namun masih sangat kurang dalam mengonsumsi kacang-kacangan, polong-polongan, dan sayuran. Padahal, kacang-kacangan dan polong-polongan, adalah sumber protein nabati, serat, phytonutrient, serta aneka vitamin dan mineral yang tinggi.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, agar lebih mudah diadopsi oleh masyarakat Indonesia, Green Family pun melakukan penyesuaian dengan menghadirkan flexitarian (flexible vegetarian), yang mengajak untuk setidaknya sekali mencoba menjadi vegan.
“Dengan versi flexitarian dari Veganuary Indonesia, kita berharap bisa menjadi pintu utama untuk masyarakat Indonesia mulai menghargai aneka ragam protein nabati yang tidak hanya sehat untuk mereka, tapi juga membantu kelestarian bumi. Diet change, not climate change,” tambah Helga.
Beberapa penelitian pun telah membuktikan bahwa pola makan berbasis nabati memiliki manfaat untuk kesehatan. Seperti halnya dapat menurunkan risiko penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kanker, menjaga berat ideal, meningkatkan kesehatan mental, dan menjaga sistem imun.
Ilustrasi Veganuary Foto: Shutter Stock
Selain itu, menurut data Carbon Footprints by Diet 2019, mengonsumsi makanan nabati juga memiliki manfaat untuk lingkungan. Dengan konsumsi makanan berbasis nabati hanya sekali dalam sehari, seorang manusia dapat menghemat rata-rata 4,200 liter air, dan mengurangi emisi karbon dioksida sebanyak 9 kilogram per tahun. Sementara, bila seseorang menjalankan diet vegan selama sebulan bisa membantu mengurangi 85 persen emisi karbon.
ADVERTISEMENT
“Kunci menerapkan pola makan nabati sehat adalah cukup kalori, makan beragam (saya menganjurkan makan 30 jenis ragam nabati dalam seminggu), dan nikmati serunya mengeksplor makanan baru yang dulu mungkin jarang kita konsumsi,” ujar Max Mandias, Chief Innovation Officer Burgreens & Green Rebel.
Untuk mensukseskan kampanye “Veganuary Indonesia” acara ini juga didukung oleh figur publik yang juga menganut pola makan cegan; seperti Eva Celia, Abigail Cantika, Arifin Putra, Marc Klok, Haseena Bharata, Andovi Da Lopez, Lukman Benjamin, serta beberapa kolaborator lain.
Ilustrasi mengonsumsi makanan vegetaraian dan vegan Foto: Shutterstock
“Saya merasa menjadi orang yang baru. Mengonsumsi makanan nabati meremajakan tubuh. Paling penting adalah saya merasa saya telah melakukan hal yang benar untuk diri saya. Setiap hari saya berlatih dan bertanding, saya tidak merasa lelah. Itu sesuai dengan pola pikir saya, karena saya selalu memastikan bahwa makanan saya akan selalu menciptakan versi terbaik saya,” kata Marc Klok, pemain bola profesional Persib Bandung yang menjalani pola makan 100 persen nabati.
ADVERTISEMENT
Jika kamu berminat, maka para peserta yang ingin bergabung bisa langsung mendaftar ke website resmi mereka, dan akan mendapatkan akses ke serangkaian “Green Classes.” Ada kelas nutrisi, kelas planetary healthy diet, dan climate activism. Dapatkan juga diskon 15-20 persen untuk seluruh produk Burgreens dan Green Rebel selama bulan Januari 2022.
Selain itu, berbagai restoran juga berkolaborasi dengan Green Rebel untuk menyediakan rangkaian menu plant-based di bulan Januari 2022 yang bisa kamu cicipi, dan berbagai promosi menarik. Tertarik?