Kumparan Logo

Wafer Raksasa di Kokas Pecahkan Rekor MURI

kumparanFOODverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wafer Loacker (Foto: Instagram @fashionfoood)
zoom-in-whitePerbesar
Wafer Loacker (Foto: Instagram @fashionfoood)

Dari jauh terlihat seperti papan kayu, tapi saat didekati tercium aroma manis khas wafer. Ternyata ini adalah wafer raksasa yang diperlihatkan di pusat perbelanjaan Kota Kasablanka alias Kokas, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/11).

Simak baik-baik ya, wafer ini bukan merupakan gabungan potongan-potongan wafer kecil, melainkan satu wafer utuh. Ukuran wafernya 2,5 x 1 meter. Kira-kira wafer raksasa ini memiliki berat 25 kilogram dan ketebalan 3 sentimeter. Karena ukurannya, wafer ini pun dinobatkan sebagai wafer terbesar oleh Museum Rekor Dunia - Indonesia (MURI).

Wafer raksasa dari Loacker (Foto: Nurvita Indarini/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wafer raksasa dari Loacker (Foto: Nurvita Indarini/kumparan)

Wafer ini dihadirkan oleh Loacker, brand wafer premium asal Italia. Alasan pembuatan wafer raksasa ini adalah untuk merayakan 30 tahun kehadiran Loacker di Indonesia.

Enggak cuma itu, perayaan tersebut juga dilakukan dengan memberangkatkan 3 pasangan terpilih ke Italia untuk melihat sisi romantis Negeri Pizza itu, sekaligus melihat langsung bagaimana Loacker dibuat. Seru sekali!

Wafer raksasa dari Loacker (Foto: Nurvita Indarini/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wafer raksasa dari Loacker (Foto: Nurvita Indarini/kumparan)

Dennis Foo, Commercial Director PT Nirwana Lestari pemegang distributor resmi Loacker di Indonesia menuturkan pasangan yang diberangatkan ke Italia adalah pemenang kampanye #SharetheGoodness yang dimulai pada Agustus hingga November 2018. "Ke depan, kami berharap dapat menjalankan inisiasi #SharetheGoodness secara konsisten sehingga Loacker dan Loacker Lovers dapat senantiasa berbagi kebaikan di Indonesia," harap Dennis.

Di kesempatan yang sama, Martin Klammer, selaku perwakilan Loacker Italia menuturkan meski tidak semua bahan baku yang digunakan berasal dari Italia, namun dipastikan semuanya adalah bahan-bahan berkualitas tinggi. "Misalnya untuk kelapa, di Italia tidak ada. Tapi kami punya hazelnut dengan kualitas terbaik. Kami padukan dengan biji cokelat pilihan dan vanilla dari Madagaskar, serta susu terbaik," ujar Martin kepada kumparanFOOD.

Wafer Loacker (Foto: Instagram @loacker_italia)
zoom-in-whitePerbesar
Wafer Loacker (Foto: Instagram @loacker_italia)

Martin juga memastikan wafer yang diciptakan pertama kali pada 1925 tersebut dibuat tanpa bahan pengawet, pewarna, lemak terhidrogenisasi, dan tidak menggunakan bahan tambahan lain.