Kumparan Logo

Waktu Terbaik Mengonsumsi Probiotik Supaya Manfaatnya Lebih Maksimal

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi probiotik Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi probiotik Foto: Shutter Stock

Mengonsumsi probiotik memberikan segudang manfaat bagi kesehatan. Tak hanya berfungsi dalam menjaga sistem pencernaan, probiotik juga dapat meningkatkan kesehatan kulit, sistem kekebalan tubuh, dan membantu menurunkan berat badan.

Bahkan, koloni bakteri baik yang terkandung di dalam probiotik berperan dalam mengatur suasana hati dan menghasilkan vitamin tertentu. Salah satunya; membentuk vitamin B12.

Namun ternyata, supaya manfaatnya bisa terasa dengan maksimal, tak cuma dibutuhkan konsumsi rutin saja. Waktu mengonsumsinya pun perlu diperhatikan.

Menurut Sarah Greenfield, RD, tim nutrisi dari HUM Nutrition, sangat penting menentukan waktu konsumsi probiotik untuk mendapatkan kadar bakteri baik paling banyak. Pasalnya, koloni bakteri baik tersebut harus bertahan dari asam pencernaan supaya bisa tinggal di saluran usus.

Ilustrasi suplemen probiotik Foto: Shutter Stock

Apalagi, kalau jenis probiotik yang kita konsumsi dikemas dalam tablet atau kapsul. Bila kapsul tersebut tak dilapisi dengan perlindungan terhadap asam perut, ia tak akan bisa memberikan manfaat secara efektif.

Lantas, kapan saat yang tepat untuk mengonsumsi probiotik?

Sebuah penelitian pada tahun 2011 yang dipublikasikan di jurnal Benef Microbes merekomendasikan untuk mengonsumsi probiotik sesaat sebelum makan, atau bersamaan dengan waktu makan.

Pada waktu tersebut, tubuh belum memproduksi asam dalam jumlah besar untuk mencerna makanan. Dengan demikian, kondisi perut masih minim asam, sehingga probiotik dapat lebih mudah memasuki pencernaan dan berfungsi dengan baik.

Ilustrasi kefir Foto: Shutter Stock

Kendati demikian, timing tersebut juga harus menyesuaikan dengan jenis probiotik yang kita konsumsi. Suplemen probiotik berbentuk kapsul dan tablet tak membutuhkan waktu tertentu dan bisa melalui asam lambung tanpa kerusakan.

Sementara, bila yang dikonsumsi adalah probiotik dalam bentuk makanan --semisal yoghurt atau kefir-- kita bisa menyantapnya sekitar 20 menit usai makan berat, di pagi hari saat perut masih kosong, atau sesaat sebelum tidur.

"Ini akan membuat lebih banyak probiotik masuk ke saluran pencernaan besar, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar," ungkap Greenfield seperti dilansir Well and Good.

Pada dasarnya, mengonsumsi probiotik dapat dilakukan pada waktu tertentu dan tetap baik bagi kesehatan. Mengonsumsinya di luar waktu yang dianjurkan tak akan memberikan dampak negatif apapun, dan hanya akan mengurangi sedikit potensi manfaatnya.

embed from external kumparan