Kumparan Logo

Walking Tour sambil Cafe Hopping Bareng Teman kumparan ke Bogor

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
kumparan Hangout kulineran dan walking tour ke Jalan Suryakencana Bogor. Foto: Dzaki Fadilah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
kumparan Hangout kulineran dan walking tour ke Jalan Suryakencana Bogor. Foto: Dzaki Fadilah/kumparan

Acara walking tour kumparan Hangout bareng teman kumparan berjalan seru, kemarin (29/4), yang mana sekitar 50 orang peserta menapak tilas sejarah hingga kuliner khas yang berada di kawasan pecinan tertua di Bogor, yakni Jalan Suryakencana.

Para peserta mengawali walking tour mereka dengan mengunjungi Vihara Dhanagun. Vihara dengan nama lain Klenteng Hok Tek Bio ini diperkirakan sudah berusia lebih dari 300 tahun. Bukan sekadar tempat ibadah, tapi vihara ini juga menjadi lokasi saksi sejarah perkembangan kehidupan masyarakat Tiongkok di Bogor.

Usai menyusuri sejarah pecinan Bogor, peserta pun langsung diajak wisata kuliner. Ya, belum lengkap memang kalau ke Bogor tidak kulineran di Jalan Suryakencana ini.

kumparan Hangout kulineran dan walking tour ke Jalan Suryakencana Bogor. Foto: Dzaki Fadilah/kumparan

Wisata kuliner mereka diawali dengan mengunjungi sebuah kedai roti bernama Kedai Merah. Kedai roti panas dan es cokelat ini mengusung konsep kafe tradisional dengan mengedepankan interior Tiongkok. Berlokasi di Gang Besi, para peserta kumparan Hangout bisa menikmati minuman segar seperti es teh manis dan tentunya roti panas dengan berbagai rasa.

Kemudian, perjalanan mencicipi makanan khas Bogor tidak berhenti sampai di situ. Pemberhentian selanjutnya adalah menyegarkan dahaga dengan menikmati Es Bir Kotjok Abah. Berbeda dengan es bir pletok khas Jakarta, es bir kotjok khas Bogor ini tak berwarna merah karena tidak menggunakan kayu secang.

kumparan Hangout kulineran dan walking tour ke Jalan Suryakencana Bogor. Foto: Dzaki Fadilah/kumparan

Minuman ini sejatinya terbuat dari rempah seperti jahe, cengkeh, kayu manis, dan gula merah. Cita rasa yang segar karena disajikan dingin, namun begitu masuk ke badan menjadi hangat. Es Bir Kotjok Abah ini sudah ada sejak 1965 dan menjadi kuliner legendaris di Jalan Suryakencana.

Sesi jajan-jajan pun dilanjut dengan menikmati kudapan viral di jalan ini, yakni cungkring. Salah satu yang viral adalah Cungkring Pak Jumat. Cungkring adalah sajian potongan ketupat yang dilengkapi kikil atau kaki sapi, tulang rangu atau kuping sapi, potongan tempe goreng, dan kemudian disiram sambal kacang kental, manis, dan gurih. Seporsi cungkring yang cukup banyak hanya dihargai Rp 20 ribu.

kumparan Hangout kulineran dan walking tour ke Jalan Suryakencana Bogor. Foto: Dzaki Fadilah/kumparan

Usai mengisi tenaga dengan kudapan dan minuman segar, teman kumparan pun kembali diajak berjalan-jalan ke Jembatan Warna-warni. Di lokasi ini, para peserta kumparan Hangout seru-seruan untuk foto bersama. Setiap peserta juga membuat konten keseruan di masing-masing media sosial mereka.

Tak jauh dari jembatan tersebut, para peserta kemudian ke tempat bersejarah terakhir yakni Klenteng Pan Kho Bio. Klenteng ini disebut-sebut sebagai yang tertua di Bogor, sudah ada sejak tahun 1703 dan terletak di Kampung Pulo Geulis. Dikenal juga sebagai Vihara Maha Brahma, tempat ini menjadi simbol toleransi umat beragama di sana.

kumparan Hangout kulineran dan walking tour ke Jalan Suryakencana Bogor. Foto: Dzaki Fadilah/kumparan

Walking tour yang berakhir sekitar pukul 4 sore tersebut kemudian ditutup dengan aktivitas game seru dengan hadiah yang cukup banyak. Para peserta pun merasa senang karena mereka bukan hanya bisa jalan-jalan dan kuliner, tetapi juga menambah teman baru.

kumparan Hangout kulineran dan walking tour ke Jalan Suryakencana Bogor. Foto: Dzaki Fadilah/kumparan

Nah, bagaimana kamu tertarik mengikutinya juga? Kalau iya, nantikan kegiatan jalan-jalan bareng teman kumparan Hangout lainnya, ya!