Kumparan Logo

Yuk, Kenali 5 Alasan Seseorang Ketagihan Makanan Asin atau Garam

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menambahkan garam pada makanan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menambahkan garam pada makanan. Foto: Shutterstock

Makanan asin memang terkenal dengan rasanya yang membuat ketagihan. Tidak jarang dalam beberapa hidangan, garam menjadi solusi untuk membuat rasa menjadi asin guna meningkatkan nafsu makan. Namun sayangnya, ketagihan makanan asin identik dengan kebiasaan yang buruk bagi kesehatan.

Mengutip Eat This Not That, natrium dan klorida menjadi dua elektrolit penting yang membentuk garam meja. Adapun nutrisi ini bermanfaat dalam menjaga keseimbangan PH, cairan tubuh, tekanan darah, hingga fungsi saraf.

Pada dasarnya setiap orang membutuhkan garam untuk dikonsumsi setiap harinya. Ketagihan mengonsumsi garam pun tidak selamanya buruk bagi kesehatan. Hal ini justru bisa menjadi salah satu isyarat yang berasal dari tubuh kamu. Melissa Rifkin, MS, RDN, CDN selaku ahli diet membagikan alasan seseorang ketagihan garam atau makanan asin, kamu salah satunya?

1. Tubuh mengalami dehidrasi

Ilustrasi minum air putih. Foto: Melly Meiliani/kumparan

Jika kamu ketagihan makan makanan asin, bisa jadi ini menjadi isyarat kalau tubuh kamu mengalami dehidrasi. Natrium dan klorida menjadi zat yang penting dalam menjaga cairan tubuh. Kebiasaan sering makan makanan asin atau garam dapat memungkinkan seseorang minum lebih banyak air. Hal ini dapat membantu kamu untuk terhindar dari dehidrasi.

Namun, gejala dehidrasi tidak hanya ditandai dari ketagihan makan makanan asin saja, ya. Ada beberapa gejala lainnya; seperti sakit kepala, lesu, sulit buang air kecil, serta merasa haus. Pastikan untuk cukup minum air supaya tubuh kamu tetap terhidrasi.

2. Tanda sedang PMS

Ilustrasi Menstruasi. Foto: Shutterstock

Bagi para perempuan, pra menstruasi syndrome atau yang dikenal dengan PMS kerap terjadi sebelum haid datang. Selain emosi yang naik-turun, gejala lainnya ditandai dengan meningkatnya nafsu makan terutama mengonsumsi makanan asin atau gurih.

Nah, jika kamu merasakan nafsu mengonsumsi makanan asin meningkat, maka bisa jadi bahwa ini tanda dari tubuh kamu, kalau kamu akan segera memasuki jadwal haid.

3. Pikiran sedang stres

Ilustrasi ngemil camilan asin. Foto: Shutter Stock

Siapa yang kalau sedang stres bawaannya ingin ngemil? Ternyata kebiasaan tersebut merupakan pengaruh dari rendahnya hormon kortisol. Hormon ini merupakan zat yang dapat mengontrol stres di tubuh kamu.

Studi dari Journal of Neuroscience pada tahun 2011, menjelaskan seseorang dengan natrium darah yang tinggi atau disebut juga hypernatremia akan melepaskan hormon kortisol lebih sedikit saat stres. Mengonsumsi garam dapat membantu mengolah stres secara fisiologis. Ini menjadi alasan kenapa ngemil makanan asin dapat mengurangi stres.

4. Tubuh mengalami ketidakseimbangan elektrolit

Ilustrasi menambahkan garam. Foto: Shutter Stock

Kehilangan keseimbangan elektrolit bisa disebabkan oleh berbagai macam hal; seperti saat berolahraga, cuaca panas. demam, atau diare. Salah satu gejala yang bisa dirasakan adalah keinginan mengonsumsi garam atau makanan asin.

Namun, kamu juga harus berhati-hati. Adapun beberapa gejala kehilangan elektrolit lainnya; seperti sakit kepala, kelelahan, hingga detak jantung cepat. Salah satu cara untuk menanganinya, kamu bisa mengonsumsi makanan asin untuk meningkatkan elektrolit dalam tubuh.

5. Tanda sedang hamil

Ilustrasi ibu hamil makan makanan asin. Foto: Shutter Stock

Dua gejala yang paling umum yang dialami ibu hamil adalah mual dan muntah. Nah, untuk gejala muntah, menyebabkan ibu hamil kehilangan cairan berlebih. Jika kamu mengalami peningkatan nafsu untuk mengonsumsi garam, hal ini bisa menjadi isyarat kalau tubuh kamu memerlukan banyak elektrolit.

Ibu hamil sangat memerlukan keseimbangan elektrolit untuk menjaga nutrisi calon bayi. Begitupun dengan ibu menyusui, perlu diperhatikan keseimbangan cairan dan elektrolit untuk memberikan nutrisi kepada bayi.

Kendati demikian, ada baiknya untuk kamu tetap berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi tentang kecanduan mengonsumsi makanan asin atau garam. Hal tersebut guna menghindari kemungkinan buruk pada kesehatan kamu.

Penulis: Monika Febriana