Yuk, Kenali! Ini Ciri-ciri Ikan yang Mengandung Formalin
·waktu baca 2 menit

Formalin merupakan bahan kimia berbahaya yang seharusnya tidak digunakan pada makanan. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan sejumlah produk pangan yang mengandung formalin, salah satunya produk perikanan.
Penggunaan formalin pada ikan biasanya dilakukan untuk memperpanjang masa simpan agar ikan tidak cepat membusuk. Selain itu, beberapa nelayan memilih menggunakan formalin karena dinilai dapat menekan biaya operasional dan mengurangi kerusakan ikan selama proses distribusi.
Padahal, penggunaan formalin pada produk perikanan dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan. Dalam jangka pendek, seseorang bisa mengalami reaksi alergi, iritasi, hingga gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan yang mengandung formalin.
Sementara dalam jangka panjang, konsumsi formalin secara terus-menerus berisiko memicu penyakit berbahaya, termasuk kanker.
Menurut Ahli Gizi RSMH Palembang, Yenita, formalin sendiri merupakan larutan tidak berwarna dengan bau yang sangat menyengat. Cairan ini mengandung sekitar 37 persen formaldehid dalam air dan biasanya ditambahkan metanol hingga 15 persen sebagai bahan pengawet.
“Formalin dikenal luas sebagai bahan pembunuh hama (desinfektan) dan banyak digunakan dalam industri,” kata Yenita dikutip dari Antara, Rabu (20/5).
Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati saat membeli ikan di pasar. Badan Mutu KKP juga mengingatkan pentingnya mengenali ciri-ciri ikan yang diduga mengandung formalin agar terhindar dari risiko kesehatan.
Berdasarkan hasil pengawasan dan informasi laboratorium, ikan yang mengandung formalin biasanya memiliki tampilan terlalu segar dan mengilap secara tidak wajar. Bau amis khas ikan juga cenderung hilang, bahkan beberapa ikan hampir tidak memiliki aroma. Selain itu, tekstur daging terasa lebih keras atau kenyal saat ditekan dan tidak mudah hancur.
Ikan yang mengandung formalin memiliki ciri fisik berbeda. Bola mata dan pupil tampak tenggelam serta keruh, bahkan disertai lendir kuning yang tebal. Warna insang terlihat pucat kusam dan agak keputihan. Sayatan daging tampak pucat, kusam, dan antarjaringannya longgar.
Sedangkan, pada ikan segar, mata biasanya tampak menonjol dengan pupil hitam cerah mengilap dan selaput mata yang jernih. Warna insangnya merah cerah, sementara daging terlihat segar dengan sedikit warna kemerahan di bagian tulang belakang.
Isi perut ikan pun masih utuh. Saat dipegang, ikan terasa lemas dan lunglai dengan permukaan berwarna cemerlang, tekstur elastis saat ditekan, serta memiliki aroma segar khas ikan.
