kumparan
search-gray
Entertainment1 Mei 2018 20:26

5 Aktris yang Pindah dan Menetap di Bali

Konten Redaksi kumparan
5 Aktris yang Pindah dan Menetap di Bali (16304)
5 Aktris yang pindah dan menetap di Bali. (Foto: Munady Widjaja dan Instagram/@got_alex/@nanamirdad_/@tamarableszynskiofficial/@happysalma/@)
Jakarta sebagai kota metropolitan menjadi pilihan banyak orang untuk menetap dan mencari nafkah. Namun, tak sedikit pula yang merasa jenuh dan memilih untuk hengkang dari kota yang dulunya bernama Sunda Kelapa itu.
ADVERTISEMENT
Kelima aktris berikut ini, misalnya, mereka memutuskan untuk pindah dari Jakarta, meninggalkan kehidupan gemerlap yang membesarkan nama mereka, sekaligus menjauh dari padatnya kegiatan masing-masing sebagai pelaku dunia hiburan.
Mereka lalu memilih Bali sebagai tempat untuk menetap dan melanjutkan hidup. Hingga kini, kelimanya masih menetap di Pulau Dewata tersebut meski beberapa di antara mereka kerap menyambangi Jakarta untuk tetap melakoni dunia keartisan.
1. Alexandra Gottardo
Tanpa pernah membeberkan mengenai rencana pernikahannya, Alexandra Gottardo diam-diam diperistri oleh Arief Utama Waworuntu. Mereka menikah di Malang, Jawa Timur, pada 22 Januari 2016.
Setelah menikah, perempuan yang akrab disapa Alex itu tak kembali ke Jakarta. Ia bersama sang suami memutuskan untuk menetap di Bali.
Alexandra melahirkan anak pertama mereka, Carleteana Eleanore Waworuntu, pada 12 Juli 2016. Sejak saat itu, ia bersama sang suami membangun keluarga kecil mereka di Pulau Dewata.
ADVERTISEMENT
2. Nana Mirdad
Nana Mirdad menikah dengan rekan sesama selebriti, Andrew White, pada 2006 lalu. Hanya sekitar dua tahun berselang, mereka mantap untuk menetap di Bali dan bersama-sama meninggalkan dunia hiburan.
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak lelaki bernama Jason Deandra White dan seorang anak perempuan yang diberi nama Sarah Deana White.
Kini, Nana dan Andrew fokus mengurus bisnis masing-masing di Bali. Meski demikian, popularitas mereka tak lantas meredup lantaran keduanya aktif menunjukkan keseharian masing-masing melalui media sosial.
3. Tamara Bleszynski
Setelah bercerai dengan Teuku Rafly Pasya pada 3 Januari 2007, Tamara Bleszynski menikah dengan Mike Lewis pada 2 Februari 2010 di Bali. Namun, pernikahan keduanya itu pun kandas dua tahun setelahnya.
ADVERTISEMENT
Tamara kemudian memutuskan untuk menetap di Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali, tak lama setelah resmi bercerai dengan Mike. Ia tinggal bersama Kenzou Leon Blezynski Lewis, putra hasil pernikahannya dengan pemain film 'Dead Mine' tersebut.
Sementara itu, Teuku Rassya, putra hasil pernikahannya dengan Teuku Rafly, kala itu tinggal bersama sang ayah.
"Mama mungkin lebih nyaman (di Bali dibanding Jakarta). Enggak banyak gangguan," ucap Rassya mengenai alasan mengapa ibunya memilih menetap di Bali.
4. Happy Salma
Happy Salma pindah ke Bali setelah menikah dengan Tjokorda Bagus Dwi Santana Max Kerthyasa pada Oktober 2010 lalu. Happy kemudian melahirkan putri mereka, Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa, pada 2 April 2015.
Happy tak serta-merta merasa nyaman saat baru pindah ke Pulau Dewata. Meski sempat merasa kesulitan, pada akhirnya perempuan kelahiran Sukabumi, 4 Januari 1980 ini mampu beradaptasi lantaran budaya Bali dengan Sunda memiliki banyak kesamaan.
ADVERTISEMENT
"Orang Sunda punya beberapa kesamaan dengan orang Bali, yaitu murah senyum dan gotong royongnya kuat. Di Jakarta, kebanyakan orang hidup masing-masing. Nah, ini mengingatkan saya yang dulunya tinggal di Sukabumi. Kala itu, tetangga kan, dekat-dekat pada zaman dulu. Nah, di Bali sangat berasa. Itu yang saya pahami," ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta Barat.
5. Dinda Kanya Dewi
Kepindahan Dinda Kanya Dewi ke Bali terjadi tanpa direncanakan sebelumnya. Awalnya, ia pergi ke Bali dengan tujuan berlibur untuk sementara.
Hanya saja, lambat laun ia merasa betah dan nyaman sehingga memutuskan untuk mengontrak rumah lalu menetap di sana pada 2017. Meski demikian, ia masih kerap merindukan Jakarta.
“Karena aku lama di Jakarta dengan ritme ibu kota yang begitu cepatnya, jadi itu yang dikangenin. Kadang kangen macetnya, chaos-nya. Kadang terlalu santai juga, jadi terbuai. Ternyata, dalam hidup, aku butuh keseimbangan. Makanya, harus balik ke Jakarta juga,” tutur Dinda.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white