kumparan
9 November 2018 12:16

5 Momen Tak Terlupakan di Konser Guns n' Roses

Konser Guns N Roses di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (8/11). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Konser Guns n’ Roses yang digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (8/11), telah memuaskan para penggemarnya. Selama tiga jam grup musik asal California, Amerika Serikat itu memainkan lagu-lagu yang telah melegenda dan terus terkenang hingga kini.
ADVERTISEMENT
Di bawah ini, kumparan telah merangkum beragam momen tak terlupakan selama konser Guns n' Roses.
1. ‘Sweet Child O’Mine’ getarkan Gelora Bung Karno
Memulai konser pukul 20.10 WIB, Guns n’ Roses langsung menghentak Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, dengan lagu ‘It’s So Easy’. Banyak penggemar Guns n’ Roses yang terkejut lantaran lagu tersebut cukup jarang dibawakan sebagai pembuka.
Konser Guns N Roses di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (8/11). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Setelah ‘It’s So Easy’, Axl Rose, Slash, Diff McKagan, dan personel Guns n’ Roses lainnya lantas memainkan berbagai tembang hits, seperti ‘Mr. Brownstone’, ‘Welcome to the Jungle’, dan ‘Rocket Queen’.
Namun, penonton mulai kian liar setelah Slash melakukan gitar solo yang diakhiri dengan lagu ‘Love Theme’ soundtrack film ‘The Godfather’.
Vokalis Guns N' Roses Axl Rose (kiri) dan gitaris Slash beraksi para konsernya yang bertajuk 'Not In This Lifetime' di Gelora Bung Karno. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Sebab, setelah solo gitar usai, Slash langsung tancap gas dan memainkan intro dari lagu ‘Sweet Child O’Mine’ yang sangat ikonik dan melegenda. Lagu itu benar-benar sanggup membuat stadion utama Gelora Bung Karno serasa bergetar karena gema suara para penggemar Guns n’ Roses yang bukan cuma datang dari Indonesia, namun juga dari mancanegara.
ADVERTISEMENT
2. Syahdunya ‘November Rain’
Selain membawakan lagu-lagu sendiri, Guns n’ Roses juga beberapa kali mendaur ulang lagu milik grup musik ternama dunia, termasuk ‘Live and Let Die’ karya Wings, ‘Attitude’ karya Misfits, dan ‘Slither’ karya Velvet Revolver. Namun, lagu-lagu orisinil Guns n’ Roses tetap menjadi yang paling ditunggu oleh para penggemar.
Setelah satu setengah jam terus membawakan lagu-lagu yang up beat, Axl Roses seketika mengambil posisi di depan grand piano yang terletak di depan panggung. Para penonton pun sadar bahwa grup musik glam rock itu akan segera memainkan lagu ‘November Rain’.
Konser Guns N Roses di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (8/11). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Benar saja, lagu ‘November Rain’ terasa amat syahdu dan nikmat untuk di dengarkan. Terlebih lagi bulan November di Indonesia memang selalu jadi awal musim penghujan. Suasana kian terasa seru lantaran Guns n’ Roses langsung tancap gas memainkan lagu ‘Blackhole Sun’ karya Sound Garden yang dipenuhi distorsi dan juga menjadi satu penghormatan menarik bagi mendiang Chris Cornell.
ADVERTISEMENT
3. Solo gitar Slash
Guns n’ Roses memang pernah datang ke Indonesia pada 2012. Namun saat itu, Axl Rose dan Slash belum berdamai dan posisi Slash pun digantikan oleh Bumblefoot. Meski tetap memukau, para penggemar Guns n’ Roses di Indonesia tentu ingin sekali bisa menonton aksi Slash bersama grup musik yang telah membesarkan namanya sejak 1985 itu.
Vokalis Guns N' Roses Axl Rose (kanan) dan Duff McKagan beraksi para konsernya yang bertajuk 'Not In This Lifetime' di Gelora Bung Karno. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Di konser Guns n’ Roses tahun ini, Slash akhirnya berdamai dengan Axl dan melakukan konser reuni dalam rangkaian ‘Not In This Lifetime Tour’. Maka dari itu, penggemar Guns n’ Roses dari Indonesia akhirnya bisa menonton aksi gitar dari Slash secara langsung.
Ya, tubuh Slash memang sudah tidak seatletis dulu, gerakannya pun tidak lagi lincah. Namun, solo gitar Slash di semua lagu sangatlah baik dan nikmat untuk disaksikan dan didengarkan. Ia sepertinya menjaga dengan baik kondisi jari-jarinya serta secara disiplin terus melatih kemampuan bermain gitar.
ADVERTISEMENT
Selama tiga jam konser di Indonesia, Slash dua kali diberi kesempatan unjuk gigi bermain gitar solo. Solo pertama Slash yang diakhiri oleh lagu ‘Love Theme’ soundtrack film ‘The Godfather’ dilakukan sebelum lagu ‘Sweet Child O’Mine, sedangkan solo gitar kedua Slash dibantu oleh Richard Fortus memainkan instrumental lagu ‘Wish You Were Here’ karya Pink Floyd.
4. Tari ular Axl Rose
Axl Rose kini telah menginjak usia 56 tahun dan lengkingan suaranya pun sudah tidak sekuat dulu. Jangankan bernyanyi nada-nada tinggi, di lagu ‘Patience’ yang bertempo lambat saja suara Axl sudah terdengar sangat terengah-engah.
Meski begitu, ia tetap berusaha untuk memberi penampilan yang terbaik dengan terus berlarian ke kanan dan kini panggung. Sesekali ia pun mengeluarkan tari ular yang menjadi ciri khasnya selama puluhan tahun di depan stand mikrofon.
Konser Guns N Roses di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (8/11). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Aksi panggung Axl tentu membuatnya kelelahan dan sangat berkeringat. Tiga jam konser, Axl mengganti bajunya hingga tiga kali dan ia juga sering kali Axl tersorot kamera tengah menenggak minuman hangat dari sebuah cangkir di belakang panggung.
ADVERTISEMENT
5. ‘Paradise City’ yang memukau
Pukul 23.10 WIB, konser Guns n’ Roses berakhir dan lagu ‘Paradise City’ pun didaulat sebagai penutup. Dengan sisa-sisa tenaga dan stamina, para personel Guns n’ Roses berusaha memberi suguhan akhir yang menarik dan menyenangkan.
Band Guns N' Roses beraksi para konsernya yang bertajuk 'Not In This Lifetime' di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (8/11/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Beberapa kali Axl terlihat terengah-engah dan Slash pun terlihat kebanjiran keringat. Namun, lirik di lagu ‘Paradise City’ sudah sangat dikenal oleh banyak penggemar Guns n’ Roses dan semua pun berusaha membantu dengan bernyanyi bersama.
“Terima kasih Jakarta, Indonesia! Sampai jumpa,” teriak Axl dari atas panggung sebelum melempar mikrofon ke penonton dan turun dari panggung.
Penonton konser Guns N Roses di GBK, Jakarta, Kamis (8/11). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan