Aris 'Idol', Buat Titi Dj Menangis Hingga Anang Geleng-Geleng Kepala

Penyanyi Januarisman Runtuwene atau akrab disapa Aris Idol kembali menjadi sorotan. Bukan karena prestasinya, namun karena ia ditangkap Sat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa (15/1) dini hari saat sedang melaksanakan pesta narkoba dengan rekan-rekannya.
Aris 'Idol' ditangkap saat melakukan pesta sabu di sebuah apartemen di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Aris diciduk bersama keempat rekannya yang berinisial YSP, AS, AY, dan AM.
Melihat perjalanan karier Aris memang miris. Berawal dari pengamen jalanan, naik ke panggung musik tanah air berkat keberhasilannya di ajang pencarian berbakat, namun kemudian menurun.
Ya, Aris mencapai puncak kariernya dengan menjuarai ajang Indonesian Idol tahun 2008. Bahkan ia mengalahkan Gisella Anastasia kala itu. Audisi Indonesian Idol menjadi gerbangnya berkarier ke dunia yang profesional.
Seperti apa audisi Aris saat itu?

Aris kala itu ikut melakukan audisi di hari keempat. Mengenakan kaos lengan panjang, serta tidak lupa gitar berwarna coklat yang jadi andalan menggantung di bahu.
Saat pertama masuk ke ruangan audisi, Aris tampak percaya diri. Meski di hadapan dia duduk empat orang juri dengan nama besar di industri musik tanah air. Mereka adalah Anang Hermansyah, Titi DJ, Nugie dan Indra Lesmana.
Aris yang menggunakan nomor peserta 13959 membawakan lagu 'Rasa Yang Tertinggal' milik ST12 sebagai lagu pertama. Suaranya yang merdu dengan karakter suara mirip-mirip Charlie Van Houten, membuat juri terpana.
Terutama Titi DJ. Pelantun 'Sang Dewi' itu seperti tidak menyangka dengan tampilan Aris saat itu, namun memiliki suara yang membuatnya merinding.
"Wah, wah, merinding, keren banget, gila," ujar Titi DJ kala itu.
Total ada tiga lagu yang dibawakan Aris. Satu lagu terakhir ia bawakan dengan tanpa menggunakan gitar. Namun tetap tidak mengurangi antusiasme juri.
"Keren banget, gila, aku nangis, suara kamu bagus banget ," sebut Titi DJ.
"Empat hari (audisi) enggak ada yang bikin merinding, dan selama karier saya sebagai juri cuma kamu yang bisa membuat air mata saya keluar, cuma kamu," puji Titi DJ.

Sementara Anang yang duduk di sebelah Titi DJ hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia kemudian bertanya tentang asal-usul Aris.
"Saya biasa ngamen di kereta jabodetabek," ujar Aris menjawab pertanyaan Anang. "Aku bilang kamu luar biasa," timpal Anang.
Para juri kemudian sepakat untuk meloloskan Aris ke babak berikutnya.
Aris yang terlihat bangga dengan apa yang telah ia capai, masuk kembali ke dalam ruangan setelah sebelumnya sudah meninggalkan ruang audisi. Ia meminta izin untuk berbicara di depan kamera. Ia ingin menyampaikan pesan pada orang tuanya.
"Buat yang di rumah, Aris mohon banget dukungannya, karena dari dukungan orang tua, yang bisa bawa Aris, itu aja. Pasti mama dan papa tahu di rumah, mudah-mudahan ya mah," kata Aris.

Namun kini cerita manis Aris hanya tinggal kenangan.
Usai menjadi pemenang 'Indonesian Idol', Aris sempat bergabung dengan band Nirwana. Namun, kariernya di dunia musik tidak berjalan mulus. Aris mengaku karier bermusiknya sudah meredup sejak ia menyelesaikan kontrak dengan band Nirwana.
"Sebelumnya aku nge-band sama anak-anak Nirwana. Yang lagunya, 'satu titik tiga koma'. Udah kontrak label dua tahun dan kontraknya habis. Ternyata kontraknya juga enggak diperpanjang," ungkap Aris.
Himpitan ekonomi kemudian membuat bapak satu anak ini putar otak. Ia sadar bahwa ia harus mencukupi kebutuhan istri dan anak mereka. Akhirnya Aris pun banting setir menjadi driver taksi online.
Akan tetapi, Aris akhirnya mendekam di penjara karena terjerumus belenggu narkotika.

Penyanyi yang sempat berseteru dengan Ihsan 'Idol' ini mengaku baru memakai narkoba satu kali kepada pihak kepolisian. Namun berdasar hasil penelusuran, polisi menemukan fakta jika Aris sudah mengonsumsi barang haram itu sebanyak tiga kali.
Polisi juga mengungkapkan alasan Aris 'Idol' menggunakan narkotika jenis sabu.
"Jadi yang bersangkutan karena mungkin sudah vakum atau tidak lama (gunakan), jadi ketika diundang yang bersangkutan ikut-ikutan makai di situ," tutur Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Iptu Edi Suprayitno.
