Kumparan Logo

Fajar Noor Tuangkan Kisah Cinta yang Kandas dalam Album 'Sementara Selamanya'

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Launching album baru Fajar Noor "Sementara Selamanya" di Universal Music Indonesia, Jakarta pada Jumat (19/6/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Launching album baru Fajar Noor "Sementara Selamanya" di Universal Music Indonesia, Jakarta pada Jumat (19/6/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Musisi Fajar Noor merilis album terbarunya bertajuk Sementara Selamanya. Album ini menjadi perjalanan emosional yang merangkum berbagai fase dalam hubungan, mulai dari jatuh cinta, konflik, ditinggalkan, hingga belajar merelakan seseorang yang pernah begitu berarti.

Menurut Fajar, judul 'Sementara Selamanya' dipilih karena seluruh pengalaman dalam sebuah hubungan pada akhirnya bersifat sementara, sementara kenangan yang ditinggalkan bisa bertahan selamanya.

“Di album ini ada fase memiliki, ada konflik, ada ditinggalkan. Semuanya sementara, tapi kenangannya selamanya,” ujar Fajar.

Launching album baru Fajar Noor "Sementara Selamanya" di Universal Music Indonesia, Jakarta pada Jumat (19/6/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Album 'Sementara, Selamanya' berisi delapan track yang memuat beberapa single yang telah dirilis sebelumnya, mencakup 'Tahta Hatiku #Pendampingmu', 'Tuhan Tahu Kita Saling Cinta', dan 'Sembuh Tanpaku'.

Album terbaru Fajar diawali dengan lagu 'Yang Kutuju' menceritakan tentang di mana fase dalam suatu hubungan yang terasa hangat, penuh cinta, kasih sayang.

Lagu berikutnya, 'Satu Satunya', menceritakan tentang kenangan masa lalu yang sulit dilupakan.

Sedangkan, lagu 'Salah Apa Aku' bercerita tentang seseorang yang merasa telah berjuang habis-habisan untuk mempertahankan hubungan, tetapi tetap dianggap salah oleh pasangannya.

“Rasanya sudah capek banget. Berjuang sendirian, tapi masih sayang banget sama dia. Makanya ada lirik ‘andai hatimu bisa 'ku pinjam dulu. Agar kau tau luka yang kau tuju',” kata Fajar.

Launching album baru Fajar Noor "Sementara Selamanya" di Universal Music Indonesia, Jakarta pada Jumat (19/6/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Terinspirasi Kisah Cintanya Sendiri

Menariknya, lagu tersebut ternyata terinspirasi dari kisah cintanya sendiri dengan seorang mantan yang tinggal di Medan. Fajar mengaku pernah menjalin hubungan selama dua tahun dan berusaha keras mempertahankannya karena kedua keluarga sudah saling mendukung.

“Aku benar-benar sayang banget sama dia. Sampai rutin menyisihkan uang buat kita makan bareng. Aku memperjuangkan hubungan itu semampuku, tapi akhirnya enggak berjalan seperti yang diharapkan,” ungkapnya.

Ia bahkan memilih bertahan hingga perasaannya benar-benar habis sebelum memutuskan berpisah.

“Aku enggak mau meninggalkan dia saat rasa cintaku masih besar. Buat apa pisah kalau masih sayang banget? Jadi aku berjuang sampai benar-benar rasa cintaku habis,” lanjutnya.

Sementara itu, lagu "Jangan Datang Saat Kesepian" mengangkat kisah tentang seseorang yang hanya datang ketika membutuhkan perhatian, tetapi menghilang saat hidupnya sedang baik-baik saja.

“Pas dia lagi butuh, dia datang ke kita. Tapi pas lagi happy dan enggak butuh kita, malah ngomongin kita di belakang,” ujar Fajar.

Launching album baru Fajar Noor "Sementara Selamanya" di Universal Music Indonesia, Jakarta pada Jumat (19/6/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Di sisi lain, lagu penutup album yang berada di track '8' menjadi refleksi tentang kehilangan dan kenangan yang tertinggal setelah perpisahan panjang. Menurut Fajar, lagu tersebut memiliki makna yang universal dan bisa dirasakan siapa saja.

“Ini tentang orang yang sudah lama pergi dan yang tersisa hanya kenangan. Bisa tentang mantan, keluarga, teman, atau siapa pun yang pernah kita sayangi,” katanya.

Dalam proses rekaman, Fajar mengaku tantangan terbesarnya adalah menghadirkan emosi yang tepat di setiap lagu. Pasalnya, saat menggarap album ini dirinya sedang tidak menjalin hubungan.

“Aku harus mengingat kembali bagaimana rasanya jatuh cinta supaya emosi di lagu bisa sampai ke pendengar. Setiap lagu punya cerita dan rasa yang berbeda-beda,” jelasnya.

Sebagai penyanyi, Fajar juga mengaku banyak terinspirasi oleh karya-karya Afgan. Ia mengagumi kemampuan Afgan dalam menyampaikan emosi melalui lagu dan berharap bisa menghadirkan pengalaman serupa lewat album 'Sementara Selamanya'.

Melalui delapan lagu yang ada di album ini, Fajar ingin mengajak pendengar menelusuri perjalanan cinta yang mungkin pernah mereka alami sendiri mulai dari jatuh cinta, bertahan, terluka, hingga akhirnya belajar hidup bersama kenangan yang tersisa.