Hari Musik Sedunia, Google Angkat Dangdut sebagai Warisan Musik Indonesia

Hari Musik Dunia yang jatuh pada 21 Juni setiap tahunnya menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan musik Indonesia ke kancah internasional. Memperingati perayaan tersebut, Google Indonesia memilih dangdut sebagai tema di tahun ini.
Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Selain dianggap sebagai genre musik yang lekat dengan identitas Indonesia, popularitas dangdut juga terus menunjukkan tren positif, termasuk di kalangan generasi muda.
Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel Makarim, mengatakan bahwa dangdut merupakan salah satu warisan budaya musik yang paling merepresentasikan Indonesia.
“Kalau kita lihat, warisan budaya yang benar-benar Indonesia banget di musik itu dangdut. Dan ini bukan hanya dari generasi lama, tapi sampai sekarang justru semakin meningkat trennya,” ujar Muriel dalam Geal Geol Google yang digelar belum lama ini.
Menurut Muriel, data pencarian di Google menunjukkan minat masyarakat terhadap dangdut terus bertumbuh. Beberapa kata kunci seperti 'popdut', 'disco dangdut', hingga 'kafe dangdut' mengalami peningkatan pencarian dalam beberapa waktu terakhir.
“Orang-orang Indonesia juga tertarik mencari tempat-tempat yang bisa menghadirkan pengalaman menikmati musik dangdut. Jadi bukan cuma lagunya, tapi juga budaya dan pengalaman di sekitarnya,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, pedangdut senior Inul Daratista mengaku senang melihat perkembangan dangdut yang semakin diterima lintas generasi dan genre musik.
“Sekarang banyak generasi muda yang mulai enjoy dengan dangdut. Artis pop atau penyanyi dari genre lain juga banyak yang menyanyikan lagu dangdut. Lagu dangdut bisa dimodifikasi ke mana-mana dan mereka tetap enjoy membawakannya,” kata Inul.
Dangdut Universal
Pelantun Goyang Dombret itu menilai dangdut memiliki karakter yang universal karena dapat beradaptasi dengan berbagai gaya musik.
“Dangdut itu universal. Lagu apa saja bisa di-dangdut-in. Dan dangdut bisa bikin orang yang lagi sedih atau galau jadi pengin joget,” ujarnya.
Popularitas Inul sendiri rupanya masih terasa hingga kini. Muriel mengungkapkan bahwa pencarian terkait 'Goyang Dombret' dan tutorial gerakannya masih tinggi di Google Search. Bahkan, pencarian mengenai tari Goyang Dombret disebut mengalami peningkatan signifikan.
Menanggapi hal itu, Inul mengatakan lagu tersebut memang pernah banyak digunakan dalam berbagai kegiatan olahraga dan senam.
“Dulu aku memang mengeluarkan senam menggunakan lagu itu. Jadi banyak masyarakat, khususnya pecinta olahraga, yang memakai lagu tersebut untuk senam atau aktivitas lainnya,” jelasnya.
Selain merayakan Hari Musik Dunia melalui kampanye bertema dangdut, Google juga menghadirkan halaman utama bertema musik dangdut pada 21 Juni.
Bagi Inul, meningkatnya popularitas dangdut menjadi bukti bahwa genre musik tersebut terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan identitasnya.
“Aku senang banget karena semakin tahun bertambah, semakin dangdut itu berkembang dengan tepat,” tutupnya.
