Jejak Guruh Soekarnoputra di Industri Perfilman Indonesia

Kabar duka meliputi dunia seni Tanah Air sejak dikabarkannya kepulangan Guruh Soekarnoputra pukul 04.16 WIB di RS Siloam Semanggi, pagi ini Sabtu (26/9). Guruh dikenal sebagai seniman yang berkarya di berbagai bidang, termasuk musik dan perfilman Indonesia. Selain menciptakan sejumlah lagu, ia juga terlibat dalam penggarapan musik film hingga tampil sebagai aktor. Jejak Guruh di industri perfilman Indonesia sudah terlihat sejak era 1970-an. Sejumlah film yang melibatkan dirinya juga memiliki karya musik yang kemudian dikenal luas oleh masyarakat. Berikut beberapa film yang menjadi bagian dari perjalanan Guruh Soekarnoputra di industri perfilman Indonesia.
1. Ali Topan Anak Jalanan (1977)
Guruh Soekarnoputra terlibat sebagai penata musik dalam film Ali Topan Anak Jalanan yang dibintangi Junaedi Salat dan Yati Octavia. Lewat keterlibatannya dalam film tersebut, Guruh meraih penghargaan Musik Terbaik II dalam Festival Film Indonesia 1978. Guruh juga menciptakan lagu “Anak Jalanan” yang kemudian dipopulerkan Chrisye. Lagu tersebut menjadi salah satu karya yang melekat dengan film Ali Topan Anak Jalanan.
2. Gita Cinta dari SMA (1979)
Dua tahun kemudian, Guruh kembali terlibat dalam penggarapan musik film Gita Cinta dari SMA yang dirilis pada 1979. Film yang dibintangi Rano Karno dan Yessy Gusman tersebut, mengisahkan percintaan Galih dan Ratna. Kisah keduanya kemudian dikenal sebagai salah satu pasangan ikonik dalam budaya pop Indonesia. Salah satu karya Guruh yang berkaitan dengan film ini adalah lagu “Galih dan Ratna”.
3. Puspa Indah Taman Hati (1980)
Kisah Galih dan Ratna kemudian berlanjut dalam film Puspa Indah Taman Hati yang dirilis setahun setelah Gita Cinta dari SMA. Lagu “Galih dan Ratna” kembali hadir dalam soundtrack film tersebut, kali ini dinyanyikan oleh Chrisye. Selain itu, Guruh juga menciptakan sejumlah lagu untuk Puspa Indah Taman Hati, di antaranya “Puspa Indah”, “Marlina”, dan “Lagu Putih”.
4. Sembilan Wali (1985)
Guruh juga terlibat dalam film kolosal Sembilan Wali yang dirilis pada 1985. Dalam film tersebut, Guruh tak hanya berada di balik layar sebagai penata musik. Ia juga tampil sebagai aktor dengan memerankan tokoh Sunan Muria, salah satu dari sembilan wali. Keterlibatan tersebut memperlihatkan sisi lain Guruh dalam perfilman Indonesia, yakni tidak hanya menggarap musik tetapi juga ikut tampil di depan kamera. Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan sejumlah karya yang menjadi bagian dari perjalanan seni Indonesia. Kiprahnya di perfilman juga menjadi salah satu jejak yang melengkapi perjalanan panjangnya sebagai seorang seniman.
