Kenapa Pokémon Champions Diminati Banyak Orang? Ini Kata Produsernya

Bagi penggemar Pokémon, kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan game-game seperti Pokémon GO, Pokémon UNITE atau Pokémon TCG Pocket. Game-game ini menawarkan pengalaman bertarung yang berbeda-beda.
Tapi enggak hanya itu, ada satu game yang tak kalah menarik yakni Pokémon Champions yang dirancang sebagai permainan dengan pengalaman fokus pada pertarungan (battle), sekaligus membuka jalan bagi lebih banyak pemain, baik pemula maupun veteran untuk terjun ke dunia kompetitif.
Sudah diunduh lebih dari 100 juta kali di PlayStore, Pokémon Champions kini menjadi salah satu fenomena terbesar di industri game global. Pertanyaannya, apa yang membuat game ini diminati banyak orang dan apa yang membedakan game ini dengan game yang lainnya?
kumparan berkesempatan mewawancarai Producer Pokémon Champions, Masaaki Hoshino. Menurut, Hoshino hal tersebut tak terlepas dari inti Pokémon yang dari dulu menekankan sistem pertarungannya.
"Menurut kami, akar dari Pokémon terletak pada sistem pertarungan berbasis giliran (turn-based). Pemain bisa menikmati karakteristik unik setiap Pokémon lalu menyusun strategi mereka sendiri. Kedalaman sistem inilah yang membuat pertarungan Pokémon terus dicintai lintas generasi," ujarnya dalam wawancara belum lama ini.
Fokus Penuh pada Pertarungan
Berbeda dari seri Pokémon utama yang menggabungkan eksplorasi, menangkap Pokémon, hingga menyelesaikan cerita, Pokémon Champions memang dirancang hanya untuk satu hal, yakni bertarung.
Menurut Hoshino, game ini merupakan "kulminasi" dari seluruh sistem battle Pokémon yang telah berkembang selama puluhan tahun.
Yang membuatnya semakin menarik, pemain juga dapat membawa Pokémon favorit mereka dari berbagai game, termasuk seri utama maupun Pokémon GO, melalui Pokémon HOME untuk digunakan dalam pertarungan. Dengan begitu, Pokémon yang sudah lama menemani pemain tetap memiliki peran penting di-game terbaru ini.
Ramah untuk Pemula
Salah satu tantangan terbesar game kompetitif adalah tingginya "entry barrier" bagi pemain baru. Di Pokémon Champions, hambatan tersebut coba dihilangkan melalui berbagai fitur baru.
Salah satunya adalah sistem "Scout", yang memungkinkan pemain merekrut satu Pokémon setiap hari. Pokémon yang diperoleh melalui sistem ini sudah cukup kuat untuk langsung digunakan bertarung tanpa harus menjalani proses pelatihan yang panjang.
"Target kami adalah seluruh penggemar Pokémon. Kami ingin pemain kasual juga bisa langsung menikmati pertarungan tanpa harus menghabiskan waktu melatih Pokémon terlebih dahulu," tambah Hoshino.
Selain itu, hadir pula sistem "Coordinated Team", yang memungkinkan pemain menggunakan komposisi tim ala pemain profesional sebagai titik awal sebelum menyesuaikannya dengan gaya bermain masing-masing.
Dengan begitu, pemain baru dapat langsung mencoba strategi level dunia tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam membangun tim dari nol.
Pertarungan Lebih Cepat
Tak hanya lebih mudah diakses, Pokémon Champions juga dirancang dengan tempo permainan yang jauh lebih cepat. Tim pengembang memangkas berbagai animasi dan durasi tampilan teks agar satu pertandingan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima menit.
Menurut Hoshino, pendekatan tersebut membuat pemain bisa langsung masuk ke pertandingan berikutnya tanpa merasa bosan.
"Banyak pemain mengatakan kepada kami, 'Saya jadi tidak tahu kapan harus berhenti bermain.' Itu menjadi tanda bahwa tempo permainan yang kami buat berhasil memberikan pengalaman yang menyenangkan," ujarnya.
Siap Jadi Wajah Baru Kompetisi Pokémon Dunia
Pokémon Champions bukan sekadar game baru. Hoshino mengungkapkan bahwa mulai Pokémon World Championships (WCS) 2026, game ini akan menjadi judul resmi untuk Divisi Video Game Championship (VGC). Artinya, Pokémon Champions akan menjadi panggung utama kompetisi Pokémon di masa depan.
Karena itulah, tim pengembang berkomitmen mendukung game ini dalam jangka panjang. "Kami ingin Pokémon Champions menjadi fondasi masa depan pertarungan Pokémon. Karena itu kami akan terus mengembangkan game ini dalam waktu yang sangat panjang," ujarnya.
Indonesia Jadi Pasar yang Menjanjikan
The Pokémon Company juga melihat Indonesia sebagai salah satu pasar dengan potensi terbesar untuk Pokémon Champions. Hoshino mengaku sempat mengunjungi Indonesia secara pribadi dan terkesan melihat antusiasme masyarakat terhadap game mobile.
Pengalaman tersebut membuatnya optimistis Pokémon Champions akan mendapat sambutan positif di Tanah Air.
"Kami sangat memperhatikan pasar Asia Tenggara, terutama Indonesia. Setelah melihat langsung perkembangan industri game mobile di Indonesia, saya yakin Pokémon Champions memiliki potensi besar untuk diterima dengan antusias oleh para pemain di sini," tuturnya.
Dengan fokus pada pertarungan, sistem yang lebih ramah bagi pemain baru, durasi pertandingan yang singkat, serta dukungan lintas platform, Pokémon Champions berupaya menghadirkan pengalaman bermain yang lebih mudah diakses tanpa menghilangkan kedalaman strategi yang selama ini menjadi ciri khas pertarungan Pokémon.
Garchomp, Sang Ace yang Tak Pernah Kehilangan Taji
Saat diminta memilih satu Pokémon yang paling mewakili Pokémon Champions, Hoshino mengaku pertanyaan tersebut cukup sulit. Namun akhirnya ia menjatuhkan pilihan pada Garchomp.
Menurutnya, Pokémon bertipe Dragon/Ground itu sudah bertahun-tahun menjadi salah satu pilihan utama di berbagai kompetisi Pokémon. Bahkan di Pokémon Champions, tingkat penggunaannya masih sangat tinggi, baik pada format Single Battle maupun Double Battle.
"Kalau harus memilih satu Pokémon, saya memilih Garchomp. Dia benar-benar salah satu ace terbaik dalam sejarah pertarungan Pokémon," tutupnya.
