Kumparan Logo

Kota Baru Parahyangan Stage Tampilkan Deretan Pertunjukan Ekslusif di TPJF 2026

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kota Baru Parahyangan (KBP) dan The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 menghadirkan salah satu panggung paling istimewa dalam penyelenggaraan festival tahun ini. Foto: Dok. Kota Baru Parahyangan
zoom-in-whitePerbesar
Kota Baru Parahyangan (KBP) dan The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 menghadirkan salah satu panggung paling istimewa dalam penyelenggaraan festival tahun ini. Foto: Dok. Kota Baru Parahyangan

Kolaborasi antara Kota Baru Parahyangan (KBP) dan The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 menghadirkan salah satu panggung paling istimewa dalam penyelenggaraan festival tahun ini.

Mengusung semangat untuk mempertemukan kreativitas, budaya, dan komunitas, Kota Baru Parahyangan Stage Menjadi ruang bagi sejumlah pertunjukan eksklusif yang menampilkan spektrum musik Indonesia dari berbagai generasi dan warna musikal.

Selama dua hari penyelenggaraan, panggung yang berlokasi di Suagi Ballroom The Papandayan Hotel Bandung ini menghadirkan deretan musisi terkemuka, mulai dari legenda, inovator, hingga generasi baru yang tengah mewarnai industri musik nasional.

Seluruh program dikurasi untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan bagaimana musik terus berkembang melalui dialog antar generasi, genre, dan pendekatan artistik.

Salah satu pertunjukan yang menjadi sorotan utama adalah “A Night of Frank Sinatra”, sebuah penghormatan kepada salah satu ikon terbesar musik dunia yang dipimpin oleh Dwiki Dharmawan bersama Dira Sugandi, Dirly Dave, dan Bandung Jazz Orchestra.

Kota Baru Parahyangan (KBP) dan The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 menghadirkan salah satu panggung paling istimewa dalam penyelenggaraan festival tahun ini. Foto: Dok. Kota Baru Parahyangan

Melalui format big band yang megah, para musisi menghadirkan interpretasi segar atas karya-karya klasik Frank Sinatra sekaligus menunjukkan bagaimana warisan musik lintas zaman dapat terus hidup dan relevan bagi generasi masa kini.

Nuansa berbeda hadir melalui penampilan Diskoria feat. Andien, yang mempertemukan estetika disko modern dengan karakter vokal elegan salah satu penyanyi terbaik Indonesia. Kolaborasi ini menghadirkan energi yang hangat dan penuh nostalgia, sekaligus memperlihatkan bagaimana musik populer Indonesia dapat terus berevolusi tanpa kehilangan identitasnya.

Sementara itu, Freedom Jazz Society feat. Rinni menjadi salah satu program paling eksklusif yang dihadirkan tahun ini. Formasi yang terdiri dari Greybox, Jevin Julian, Kenny Gabriel, dan Winky Wiryawan Bersama Rinni tersebut dibentuk secara khusus untuk tampil di The Papandayan Jazz Fest 2026.

Menggabungkan elemen jazz, elektronik, soul, dan groove modern, proyek ini menjadi penampilan perdana mereka dalam format tersebut dan belum pernah dipresentasikan di festival maupun panggung musik lainnya.

Kota Baru Parahyangan Stage juga menghadirkan dua figur perempuan dari generasi berbeda yang sama-sama memiliki pengaruh besar dalam industri musik Indonesia. Ruth Sahanaya, salah satu diva terbesar Indonesia, tampil memukau dengan kualitas vokal dan musikalitas yang telah teruji selama lebih dari tiga dekade.

Sementara itu, Mahalini menghadirkan energi generasi baru dengan kemampuan vokal yang kuat serta deretan lagu yang berhasil membangun koneksi emosional dengan ribuan penonton yang memenuhi area pertunjukan.

Melengkapi perjalanan musikal lintas generasi tersebut, The Gentlemen's Club yang terdiri dari Adikara, Bilal Indrajaya, dan Teza Sumendra menghadirkan program spesial “Tribute to Koes Plus”.

Melalui interpretasi baru atas lagu-lagu salah satu grup musik paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, ketiga musisi tersebut menghadirkan penghormatan yang segar sekaligus relevan bagi generasi masa kini.

Kota Baru Parahyangan (KBP) dan The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 menghadirkan salah satu panggung paling istimewa dalam penyelenggaraan festival tahun ini. Foto: Dok. Kota Baru Parahyangan

Menurut Tyagita R. Hermawan, Event Director The Papandayan Jazz Fest 2026, Kota Baru Parahyangan Stage menjadi representasi dari semangat kolaborasi yang menjadi salah satu benang merah kurasi festival tahun ini.

"Sekitar 60 persen program TPJF 2026 dikemas dalam format kolaborasi. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berkualitas secara artistik, tetapi juga eksklusif dan tidak bisa ditemukan di panggung lain," terangnya.

"Kota Baru Parahyangan Stage menjadi salah satu representasi paling kuat dari semangat tersebut, mulai dari A Night of Frank Sinatra, Freedom Jazz Society, hingga Tribute to Koes Plus yang dikembangkan secara khusus untuk festival ini," ujarnya.

Tyagita menambahkan bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya TPJF untuk terus mendorong lahirnya gagasan-gagasan kreatif baru sekaligus mempertemukan musisi lintas generasi dalam satu ruang apresiasi yang setara.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi Kota Baru Parahyangan dalam menghadirkan ruang hidup yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengembangan seni, budaya, dan kreativitas.

"Kota Baru Parahyangan percaya bahwa sebuah kota yang baik tidak hanya menyediakan ruang fisik untuk tinggal dan beraktivitas, tetapi juga ruang bertumbuh untuk pribadi maupun komunitas secara berbudaya, adaptif dan kreatif," ujar Joseph Ijong Dachlan, Marketing Manager Kota Baru Parahyangan.

"Melalui kolaborasi dengan The Papandayan Jazz Fest, kami ingin menghadirkan sebuah panggung yang mempertemukan karya-karya terbaik musisi Indonesia sekaligus memberikan pengalaman berbudaya yang menyenangkan bagi masyarakat," imbuhnya.

Kota Baru Parahyangan (KBP) dan The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 menghadirkan salah satu panggung paling istimewa dalam penyelenggaraan festival tahun ini. Foto: Dok. Kota Baru Parahyangan

Sebagai kawasan yang dibangun dengan filosofi Mandiri, Madani, dan Alami, Kota Baru Parahyangan secara konsisten mendukung berbagai inisiatif yang mendorong tumbuhnya kreativitas, pendidikan, seni, dan budaya. Kehadiran Kota Baru Parahyangan Stage di TPJF 2026 menjadi wujud nyata dari komitmen tersebut.

Melalui kurasi yang mempertemukan penghormatan terhadap warisan musik dunia, eksplorasi musik kontemporer, hingga interpretasi baru atas karya-karya legendaris Indonesia, Kota Baru Parahyangan Stage menghadirkan sebuah perjalanan musikal yang melintasi genre, generasi, dan zaman.

Sebuah panggung yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga merayakan kreativitas dan kolaborasi sebagai kekuatan yang menyatukan.