Kumparan Logo

Menjenguk Waldjinah Si 'Walang Kekek'

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Penyanyi Waljinah (Foto: Maulana Surya/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi Waljinah (Foto: Maulana Surya/ANTARA)

Penyanyi Waldjinah yang terkenal dengan lagu Jawa "Walang Kekek" menerima kunjungan keluarga, kerabat, dan jurnalis setelah sembuh dari sakit, di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/2).

Maestro keroncong yang pernah berduet dengan almarhum Chrisye dalam lagu "Semusim" itu sebelumnya dilarikan ke rumah sakit setelah gula darahnya anjlok.

Waldjinah lahir di Solo, 7 November 1945. Selama berkarier, Waldjinah telah menghasilkan 200 album dan 1.700 lagu rekaman.

Ini petikan lirik lagu "Walang Kekek" yang melekat kuat pada sosok seorang Waljinah:

Walang kekek, menclok neng tenggok. Mabur maneh, menclok neng pari. Ojo ngenyek yo Mas, karo wong wedok. Yen ditinggal lungo, setengah mati.

Artinya: Walang kekek, hinggap di bakul. Terbang lagi, hinggap di padi. Jangan menghina kaum perempuan, ya Mas. Kalau ditinggal pergi rasanya setengah mati.

Sungguh lagu yang penuh pesan moral, bukan?