Petra Sihombing & Iga Massardi Kagum Lihat Navicula Buat Pelatihan Petani Kopi

5 Oktober 2021 19:14 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kolaborasi antara Petra Sihombing, Iga Massardi, dan Navicula di 'Collabonation Road to Unity-Bersatu untuk Bangkit'. Foto: Dok. IM3 Ooredoo
zoom-in-whitePerbesar
Kolaborasi antara Petra Sihombing, Iga Massardi, dan Navicula di 'Collabonation Road to Unity-Bersatu untuk Bangkit'. Foto: Dok. IM3 Ooredoo
Tepat di momen hari kemerdekaan beberapa waktu lalu, IM3 Ooredoo sukses menghadirkan konser kolaborasi musisi lintas generasi bertajuk Collabonation Konser Kemerdekaan ‘Bersatu untuk Merdeka’. Sebelumnya, IM3 Ooredoo merilis video klip ‘Satu Satu-Bersatu untuk Merdeka’ yang dibawakan oleh Iwan Fals bersama Iga Massardi, Petra Sihombing, dan Hindia.
Tidak berhenti di situ, Collabonation kali ini kembali mengajak musisi muda Indonesia untuk melakukan kolaborasi lintas generasi bersama seniman dan musisi senior Indonesia. Bertajuk 'Collabonation Road to Unity-Bersatu untuk Bangkit', Iga Massardi, Kunto Aji, Sal Priadi, Petra Sihombing, Asteriska, dan Rendy Pandugo menyambangi empat kota, dimulai dari Solo, Bali, Bandung, dan Yogyakarta sebagai destinasi terakhir.
Bukan hanya kolaborasi musik biasa, mereka juga mengunjungi dan menelusuri kegiatan inspiratif para musisi serta seniman lokal agar bisa bangkit berjuang bersama di tengah pandemi.
Nah, sukses menayangkan episode perdana 'Collabonation Road to Unity - Bersatu untuk Bangkit' di Solo pada 24 September 2021 lalu, Collabonation yang diwakili Iga Massardi dan Petra Sihombing melanjutkan perjalanannya ke Pulau Dewata.
Petra Sihombing, Iga Massardi, dan Navicula di 'Collabonation Road to Unity-Bersatu untuk Bangkit' episode Bali. Foto: Dok. IM3 Ooredoo
Di sana, mereka mengikuti kegiatan grup band Navicula yang masih aktif bermusik sejak debut pada 1996 lalu. Band yang dimotori Robi di vokal dan gitar, Dankie di gitar, Palel Atmoko di drum dan Krishna di bass ini dikenal dengan lagu-lagunya yang selalu mengangkat budaya dan isu sosial.
Bukan tanpa alasan, Navicula bercerita bahwa isu lingkungan yang kini makin terasa sejatinya merupakan tanggung jawab semua orang, terutama mereka yang ada di generasi saat ini. Menurutnya, salah satu cara untuk meningkatkan awareness tentang isu lingkungan ini adalah dengan kolaborasi.
“Isu lingkungan itu kalau saya sih melihatnya sebagai topik generasi kita. Apa yang mau kita wariskan untuk generasi mendatang?” ungkap Robi.
“Kita selalu melihat musik yang kita buat itu media untuk kita share. Kebanyakan konten-konten kita isi seputar peduli pada manusia, peduli pada alam, dan masa depan,” kata Robi lagi menjelaskan tujuan Navicula bermusik.
Petra Sihombing, Iga Massardi, dan Navicula di 'Collabonation Road to Unity-Bersatu untuk Bangkit' episode Bali. Foto: Dok. IM3 Ooredoo
Kepada Iga dan Petra, mereka bercerita bahwa di masa pandemi, band beraliran grunge ini justru semakin gencar melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Tujuannya tidak hanya mempercepat penanganan pandemi, langkah ini juga dapat mengembalikan 'denyut' Bali yang sempat terpuruk selama pandemi, terutama di sektor pariwisatanya.
Misalnya saat ingin membuat hand sanitizer untuk dibagikan kepada masyarakat, Navicula menggandeng koperasi di Kabupaten Karangasem untuk menyediakan alkohol sebagai bahan baku utama. Grup band tersebut juga berkolaborasi dengan pengusaha produk herbal di Ubud seperti untuk memproduksi hand sanitizer hingga siap digunakan.
Petra pun mengungkapkan kekagumannya terhadap tujuan musik yang diusung band asli Bali ini. “Gue sejujurnya belajar banyak, sih. Secara personally, gue enggak pernah melihat musik bisa terintegrasi senatural dan seluas itu," Petra Sihombing,”
Selain fokus kepada penanganan pandemi, Navicula juga menyadari bahwa pandemi ini menjadi pukulan keras bagi masyarakat Bali. Bahkan Robi mengungkapkan, 81 persen orang Bali terdampak, dan lebih dari 40 persennya kehilangan pekerjaan dan akhirnya kembali ke desa.
Bersama salah komunitas Kopernik, Navicula mengadakan pelatihan mengeringkan kopi dengan tenaga matahari kepada warga desa dan para petani kopi. Dengan begitu, mereka bisa meningkatkan mutu kopi produksinya dengan cara yang lebih mudah, dan harapannya bisa ikut memajukan desa.
Petra Sihombing, Iga Massardi, dan Navicula di 'Collabonation Road to Unity-Bersatu untuk Bangkit' episode Bali. Foto: Dok. IM3 Ooredoo
Melalui berbagai upaya yang dilakukan Navicula ini, mereka pun membuktikan bahwa bersatu dan berkolaborasi akan menghasilkan impact yang lebih besar daripada berjalan sendiri-sendiri, termasuk dalam melakukan kebaikan.
Tidak hanya mengikuti aktivitas Navicula selama menyambangi Bali, Iga Massardi, Petra Sihombing, dan Navicula juga mempersembahkan kolaborasi spesial yang bisa ditonton di sela-sela tayangan. Penasaran dengan kegiatan Iga Massardi dan Petra Sihombing bersama Navicula?
Kamu bisa tonton Collabonation Road to Unity-Bersatu untuk Bangkit episode Bali di channel YouTube IM3 Ooredoo di bawah ini. Jangan lupa juga tonton episode Collabonation Road to Unity-Bersatu untuk Bangkit lainnya yang tak kalah seru!
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan IM3 Ooredoo