kumparan
22 Des 2017 4:21 WIB

Pudarnya Sulap Klasik Mister Lie

Pesona Sulap Klasik Mister Lie (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Gito Hendra Lie (83) yang akrab disapa Mister Lie adalah seorang pesulap senior klasik yang hingga kini profesi tersebut masih terus ia tekuni. Kecintaannya pada dunia sulap dimulai saat dirinya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Diam-diam dia sering membaca buku sulap koleksi ayahnya yang terbit pada 1930-an berjudul Ilmoenja Toekang Soelap. Sejak saat itu, Lee tergila-gila dengan dunia sulap menyulap.
Pesona Sulap Klasik Mister Lie (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Terhitung hingga kini, Lie sudah 70 tahun berkecimpung di dunia sulap. Di usianya yang tak lagi muda, 83 tahun, Lie masih nampak bugar dan semangat. Jelang penampilannya disalah satu media Online di Jakarta, Lie menyempatkan diri mendatangi tukang cukur rambut langganannya untuk sekadar merapihkan rambutnya yang kini mulai menipis.
Pesona Sulap Klasik Mister Lie (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Setelah merapihkan rambut di tukang cukur langganan, Lie kemudian menyiapkan peralatan sulap. Tangannya cekatan mengambil perlengkapan sulap yang disimpan di antara tumpukan barang. Kemudian Lie memasukkan peralatan tersebut ke dalam tas sederhana miliknya.
Pesona Sulap Klasik Mister Lie (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Selanjutnya, Lie kembali bersiap dengan kostum andalannya, jas hitam, dasi berwarna kuning senada dengan kemeja yang dikenakan. Bagi Lie, sulap sangat berarti bagi hidupnya. Lie berkisah awal mula perjalanan sulapnya, ia mengikuti Kursus Sulap Tertulis milik Ang Tek Tjwan bernama Magic Centre, yang kemudian menjadi guru sekaligus pesulap idolanya.
Pesona Sulap Klasik Mister Lie (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Setelah selesai mengemas peralatan dan merapikan penampilan, Lie bergegas memesan kendaraan online untuk transportasinya menuju lokasi dimana ia akan tampil. Di sela jalanan yang padat, Lie kembali berkisah, puluhan tahun menekuni dunia sulap memberi banyak pelajaran bagi Lie. Mulai dari kegagalannya bermain sulap hingga dirinya bisa tampil bersama pesulap ternama, Deddy Corbuzier.
Pesona Sulap Klasik Mister Lie (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Sesampainya di lokasi yang ia tuju, dengan lincah Lie mengeluarkan kartu serta peralatan sulapnya dan mulai beraksi. Hingga kini, Lie masih mempertahankan ciri khas sulap klasiknya, meski sulap aliran tersebut sudah jarang peminatnya, namun bagi Lie sulap klasik tak pernah redup.
Pesona Sulap Klasik Mister Lie (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Beraksi dengan master sulap sekelas Deddy Corbuzier jadi pengalaman tak terlupakan bagi Lie. Biasanya Lie tampil menghibur di tempat-tempat umum seperti sekolah, kampus, acara ulang tahun hingga tempat ibadah yakni gereja.
Pesona Sulap Klasik Mister Lie (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Meski banyak yang meremehkan profesinya sebagai pesulap, Lie tetap setia. Ia melakoni profesi sebagai pesulap bukan sekadar hobi, namun juga menggunakan hati. Bahkan tak jarang Lie rela penampilannya tak dibayar, karena bagianya sulap adalah tempat berbagi kebahagiaan dan kecerian.
Pesona Sulap Klasik Mister Lie (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Setelah selesai dengan rutinitas dan aktivitasnya, Lie kembali pulang menemui keluarganya.
Pesona Sulap Klasik Mister Lie (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Berkat kecintaannya terhadap dunia sulap, kini Lie telah melahirkan dua buah karya yang diterbitkan oleh percetakan ternama. Kedua buku tersebut berjudul memiliki "Main Sulap Sambil Bercerita dan Mahir Sulap dalam Sekejap.
Pesona Sulap Klasik Mister Lie (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Satu hal yang terus ditekankan Lie dalam menjalani profesinya hingga saat ini, ia mempercayai apa yang dikerjakannya. Lie tak pernah hilang harapan pada apa yang ditekuninya, ia bahkan menyakini sulap Indonesia tak akan pernah mati meski zaman terus berganti.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan