Kumparan Logo

Ruben Onsu Buka Suara usai Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penipuan

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presenter Ruben Onsu sebelum menjalani sidang mediasi hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, (22/7/2026). Foto: Agus Apriyanto
zoom-in-whitePerbesar
Presenter Ruben Onsu sebelum menjalani sidang mediasi hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, (22/7/2026). Foto: Agus Apriyanto

Presenter Ruben Onsu akhirnya buka suara setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Jakarta Selatan dalam kasus dugaan penipuan.

Penetapan tersangka Ruben diumumkan pihak kepolisian pada Rabu (19/8), menyusul laporan terkait investasi yang dimulai pada 2025 dan naik ke tahap penyidikan pada April 2026.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (22/8), Ruben meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia komitmen menjalani proses hukum dengan kooperatif.

"Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar belakangan ini, saya memohon maaf atas situasi yang ada," tulis Ruben.

Ruben menjelaskan, sebelum kasus ini mencuat, ia sebenarnya telah mencoba menempuh jalan damai. Namun, upayanya belum membuahkan hasil karena komunikasi yang buntu.

"Selama proses ini berjalan, saya juga sudah berupaya melakukan tabayun melalui teman kami, namun memang belum menemukan titik temu," ungkap Ruben.

Ruben Onsu sambangi KPAI Jakarta di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Saat ini, fokus Ruben ingin mengumpulkan fakta hukum guna memperkuat posisinya di penyidik. Ia siap membuktikan bahwa data yang ia miliki sesuai dengan fakta di lapangan.

"Saya terus mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan apa yang saya sampaikan dalam pemeriksaan, dengan tujuan kesesuaian data dan keterangan yang ada," tambah Ruben.

Namun, Ruben mengakui bahwa mengumpulkan bukti tidak mudah. Ia menemui kendala karena beberapa mantan karyawannya yang terlibat dalam urusan tersebut sudah tidak bekerja bersamanya.

"Namun, beberapa orang yang sebelumnya bekerja bersama saya sudah tidak bekerja lagi dan sulit dihubungi untuk dimintai pertanggungjawaban, saya berusaha mencari dan mengumpulkan bukti-bukti tersebut satu per satu dengan akses yang sangat terbatas," jelas Ruben.

instagram embed

Lebih lanjut, Ruben menekankan, langkahnya mengumpulkan bukti bukan semata untuk membela diri, melainkan untuk meluruskan narasi yang menurutnya sudah mulai melenceng di media massa.

"Ini bukan bermaksud untuk membenarkan diri. Selama proses ini berjalan, saya juga sedang menyelesaikan permasalahan lain dengan kembali mencari data dan bukti-bukti untuk meluruskan pemberitaan yang menurut saya sudah jauh dari dengan apa yang sebenarnya terjadi," tulis Ruben.

Meski tertekan dengan situasi, Ruben berjanji bertanggung jawab penuh. Ia berharap kasus ini bisa diselesaikan tanpa harus ada perselisihan yang berkepanjangan.

"Apa yang terjadi menjadi pembelajaran bagi saya. Saya tetap bertanggung jawab dan berkomitmen menyelesaikan permasalahan ini dengan cara yang baik dan kekeluargaan," tegas

Ruben juga meminta agar kasus pribadinya ini tidak menutupi perhatian publik terhadap kondisi negara. "Semoga pemberitaan yang ada tidak dimanfaatkan untuk menutupi atau mengalihkan perhatian dari isu nasional yang lebih membutuhkan kepedulian kita bersama," tutup Ruben.