Sang Ibu Merupakan ODGJ, Mongol Stres: 9 Tahun Saya Diteriaki Anak Orang Gila

14 Juli 2021 20:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mongol Stres. Foto: Instagram/@mongolstres
zoom-in-whitePerbesar
Mongol Stres. Foto: Instagram/@mongolstres
ADVERTISEMENT
Komika Rony Immanuel alias Mongol Stres sempat disomasi oleh Perhimpunan Jiwa Sehat dan puluhan organisasi masyarakat sipil lainnya. Ia dan Deddy Corbuzier dinilai telah merendahkan martabat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
ADVERTISEMENT
Somasi tersebut dilayangkan setelah Mongol dan Deddy menyinggung mengenai orang dengan gangguan kejiwaan bebas COVID-19 dalam Podcast Deddy beberapa waktu lalu.
Namun, persoalan tersebut sepertinya sudah selesai. Apalagi, tak lama setelah somasi tersebut dilayangkan, Mongol dan Deddy langsung membuat permintaan maaf secara terbuka.
“Sudah dilakukan permintaan maaf terbuka di sosial media Mongol dan (permasalahan) sudah selesai,” katanya di program Rumpi yang tayang pada Selasa (13/7).
Mongol Stres. Foto: Instagram/@mongolstres
zoom-in-whitePerbesar
Mongol Stres. Foto: Instagram/@mongolstres

Mongol Stres Tak Berniat Menghina ODGJ

Mongol kemudian menekankan bahwa dirinya tak pernah berniat merendahkan martabat ODGJ. Sebab, ibundanya juga mengalami gangguan kejiwaan.
“Sebenarnya saya, kan, enggak punya niat untuk menghina teman-teman ODGJ karena saya terlahir dari mama yang memiliki gangguan jiwa,” tuturnya.
Mongol kemudian bercerita bahwa sang ibunda sempat dipasung selama empat tahun lantaran hubungannya tak direstui ketika tengah mengandung dirinya. Hal ini yang membuat sang ibu menjadi depresi hingga akhir hidupnya.
ADVERTISEMENT
“Yang paling parah, 40 tahun ini rahasia saya sembunyikan,” ungkap Mongol.
Ya, selama 40 tahun Mongol memang tak menceritakan kisah sang ibu yang mengalami gangguan jiwa kepada siapa pun. Namun tudingan pihak yang melayangkan somasi membuat Mongol merasa perlu menyampaikan kisah tersebut.
"Karena dari pihak sana bilang, saya melakukan penghinaan dan pelecehan. Padahal, saya sembilan tahun dari SD sampai SMP, selalu diteriaki orang, anak orang gila,” ujarnya.
“Kalau saya lecehkan ODGJ, berarti saya lecehkan mama saya juga, dong? Tapi, sudahlah,” tambah Mongol.
Oleh sebab itu, Mongol menekankan bahwa dirinya tak pernah berniat merendahkan ODGJ. Apa yang dia lakukan kemarin semata-mata lantaran ketidaktahuannya.
“Mohon maaf, saya kekurangan kosakata. Orang tanya, 'Kenapa, sih, enggak tahu?' Ya, kan sudah lulus, jadi enggak buka lagi KBBI. Kan, kita tahunya yang dulu,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020