Scorpions Tetap Menyengat Meski Vokalis Usai Operasi Batu Ginjal

2 Maret 2020 4:50 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Scorpions saat tampil di JogjaROCKarta International Rock Music Festival #4 di Stadion Kridosono, Yogyakarta  Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Scorpions saat tampil di JogjaROCKarta International Rock Music Festival #4 di Stadion Kridosono, Yogyakarta Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
ADVERTISEMENT
Band legendaris asal Jerman, Scorpions untuk kali ketiga tampil di Indonesia. Dalam festival musik bertajuk JogjaROCKarta International Rock Music Festival #4 di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Klaus Meine dan kawan-kawan tampil memukau.
ADVERTISEMENT
Khusus bagi Klaus, konser ini adalah penampilan keduanya pasca operasi batu ginjal. Klaus diketahui menjalani operasi pada 24 Februari lalu. Praktis di atas panggung tak se energik personel lain. Misalnya Rudolf Schenker dan Matthias Jabs pada gitar.
Meski begitu, Klaus tetap memesona. Suara khasnya menggema stadion yang berada tepat di tengah Kota Yogyakarta. Dia tetap piawai berinteraksi dengan penonton, membiarkan mereka bernyanyi sembari sesekali membagikan stik.
Di awal konser dentuman drum Mikkey Dee langsung menghentak. Lagu Going Out With A Bang jadi pembuka yang ciamik disusul lagu Make It Real, The Zoo, dan Coast to Coast.
"Selamat malam Yogyakarta. Apa kabar? Senang kembali ke Indonesia," sapa Klaus dengam bahasa Indonesia.
ADVERTISEMENT
Indonesia sendiri bukan tempat yang asing bagi Klaus dan Rudolf. Tahun 1990 keduanya sempat tampil di Bali tepatnya dalam East Meets West Festival. Bersama Titiek Puspa serta James Sundah mereka menciptakan lagu berjudul When You Came Into My Life.
Scorpions saat tampil di JogjaROCKarta International Rock Music Festival #4 di Stadion Kridosono, Yogyakarta Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru
"Setiap kali saya di jerman sedang berkendara, saya teringat Indonesia. Saya sudah feeling suatu hari pasti akan ke Indonesia lagi," kata Klaus.
Penampilan spesial yang dijanjikan Scorpions pun tampak dengan me-medley lagu 70an yaitu Top of The Bill, Steamrock Fever, Speedy's Coming, dan Catch your Train. Dengan aransemen catchy penampilan mereka sungguh menghibur.
Selain itu, Scorpions juga membawakan dua lagu dengan format akustik masing-masing Shand Me Angle dan Wind Of Change. Lagu terakhir ini punya makna mendalam bagi Klaus.
Scorpions saat tampil di JogjaROCKarta International Rock Music Festival #4 di Stadion Kridosono, Yogyakarta Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru
"30 tahun yang lalu menciptakan lagu ini (Wind of Change) ini lagu menceritakan tentang harapan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Lagu Wind of Change ini bisa dibilang gong dari Scorpions. Tampak seluruh Kridosono bersuara bernyanyi bersama. Tapi itu belum cukup sederet lagu lain seperti Delicate Dance, Tease Me Please Me, Blackout, Big City Nights, Still Loving You, juga lagu yang baru dirilis 2015 lalu We Built the House.
Semakin lengkap pula penampilan Scorpions dengan penampilan drum solo Mikkey Dee. Tabuhan senar drum, dentuman dobel pedal drumer gondrong ini berpadu apik dengan tatanan lampu yang apik. Di akhir penampilannya Scorpions pun menutupnya dengan Rock You Like a Hurricane.
Akhirnya tuntas pula janji Klaus untuk tampil dengan lagu-lagu terbaik. Harapan Klaus agar hujan tak mengiringi konsernya juga terkabul.